Andaliman – 168 Khotbah 11 Maret 2012 Minggu Okuli

Hikmat Salib: Kebodohan atau Kekuatan?

Nas Epistel:  Mazmur 19:1-15 (bahasa Batak: Psalmen)
19:1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (19-2) Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;
19:2 (19-3) hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.
19:3 (19-4) Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar;
19:4 (19-5) tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari,
19:5 (19-6) yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.
19:6 (19-7) Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya.
19:7 (19-8) Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.
19:8 (19-9) Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya.
19:9 (19-10) Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya,
19:10 (19-11) lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah.
19:11 (19-12) Lagipula hamba-Mu diperingatkan oleh semuanya itu, dan orang yang berpegang padanya mendapat upah yang besar.
19:12 (19-13) Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari.
19:13 (19-14) Lindungilah hamba-Mu, juga terhadap orang yang kurang ajar; janganlah mereka menguasai aku! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran besar.
19:14 (19-15) Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.

Nas Evangelium: 1 Korintus 1:18-21
1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
1:19 Karena ada tertulis: “Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.”
1:20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?
1:21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.  

Dalam kehidupan, seringkali tersedia dua pilihan yang saling bertentangan. Lihat saja: kaya-miskin, cantik-jelek, baik-jahat, pintar-bodoh, dan banyak hal lainnya. Begitu dalam nas perikop yang menjadi Ev Minggu ini, yaitu pemahaman tentang salib.

Jemaat mula-mula di Korintus sedang mengalami pertentangan antara dua kubu yang masing-masing merasa lebih baik daripada yang lainnya, yaitu yang berlatang belakang Yahudi dan berlatar belakang Yunani. Yang Yahudi (yang cenderung legal formal layaknya kekakuan pada Taurat) menganggap bahwa salib – artinya Yesus mati di kayu salib, mati, lalu bangkit kembali – adalah suatu tindakan yang hina (bagaimana mungkin seorang mesias mau-maunya disiksa, dipukul, dihina, dan dibuat menderita, serta hal-hal lain yang dalam bayangan Yahudi haruslah seorang yang datang dengan kemegahan, sorak-sorai, dan penuh kuasa …). Sedangkan yang Yunani (yang sangat mengagungkan filsafat dengan konsep dewa-dewinya) menganggap peristiwa salib adalah suatu kebodohan (koq mau-maunya Yesus sebagai Tuhan harus mati dulu baru dibangkitkan, sedangkan dewanya banyak yang dipahami sebagai makhluk yang tidak bisa mati …).

Dalam situasi jemaat seperti itu, maka Paulus perlu mengingatkan mereka bahwa salib itu pemahamannya tidaklah seperti yang dipahami oleh kedua kubu tersebut. Bukan kebodohan, bukan pula suatu kehinaan, namun salib Kristus adalah kekuatan. Banyak hal bisa terjadi yang dilatarbelakangi oleh kekuatan salib Kristus. Begitu banyak orang bersedia meninggalkan zona kenyamanannya untuk memenuhi panggilan untuk mewartakan Injil.  

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi
Minggu lalu nas perikop mengingatkan kita untuk bersedia memikul salib. Seberat apa pun salib, kita harus memikulnya. Dan kekuatan yang dari Tuhan akan memampukan kita untuk memikulnya.

Saat membawakan khotbah ini di salah satu jemaat di Bandung, aku memulainya dengan mengisahkan kehidupan Ingwer Ludwig Nommensen yang dijuluki sebagai Rasul (bagi) Orang Batak. Bersedia meninggalkan kehidupan di kampung halamannya di Jerman yang pasti lebih nyaman daripada Tapanuli yang saat itu sangat dikenal sebagai tempat orang-orang barbar dengan kehidupan kanibalnya. Menurutku, itu semua didorong oleh hiikmat salib. Dan itu pula yang menjadi sumber kekuatan baginya yang memampukannya dalam merintis dan menyiarkan kabar baik bagi leluhur kita orang Batak yang sangat primitif.

Maju sedikit dari tuntutan “sekadar” memikul salib, ada tantangan baru bagi kita: apakah kita yang sudah dekat salib adalah juga dekat kepada Kristus? Dekat kepada salib, bisa berarti adalah kehidupan kita sudah sangat rohani, misalnya selalu berdoa secara teratur, aktif dalam kehidupan jemaat di gereja, menghabiskan banyak waktu untuk hal-hal yang bersifat rohani. Tapi apakah itu semua otomatis membuat kita dekat pada Kristus? Belum tentu, karena semua itu bergantung pada motivasi kita dalam melakukannya. Jika orientasinya masih belum kepada Kristus sepenuhnya, maka masih dikategorikan sebagai jauh dari Kristus.

Itulah sebabnya menjadi tidak mengherankan kalau kejahatan tetap ada, bahkan di lingkungan gereja sekalipun! Semakin hari semakin sering pula kita mendengar para pelayan jemaat – penatua, aktivis, bahkan pendeta! – yang melakukan perbuatan yang tidak pantas. Faktanya, memang orang yang berada di lingkungan gereja adalah lebih sulit bertobat daripada orang-orang “biasa” …

Betul?

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s