Andaliman – 209 Khotbah 23 Desember 2012 Minggu Adven Keempat

Lagu Pujian Maria, Lagu Pujian Kita Juga …

Nas Epistel:  Lukas 1:46-55

1:46 Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan,

1:47 dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,

1:48 sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,

1:49 karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.

1:50 Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.

1:51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;

1:52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;

1:53 Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;

1:54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,

1:55 seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”

1:56 Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

Nas Evangelium: Mikha 5:1-5

5:2 (5-1) Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.

5:3 (5-2) Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel.

5:4 (5-3) Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi,

5:5 (5-4) dan dia menjadi damai sejahtera. Apabila Asyur masuk ke negeri kita dan apabila ia menginjak tanah kita, maka kita akan membangkitkan melawan dia tujuh gembala, bahkan delapan pemimpin manusia.

Puji Tuhan! Sekarang sudah masuk Minggu Advent keempat untuk selanjutnya … Natal!

Nas perikop yang menjadi Ep dan Ev Minggu ini adalah ayat-ayat yang sangat populer (utamanya masa-masa menjelang Natal seperti sekarang ini …). Yang Ep sangat populer dengan lagu pujian Maria, ada yang menyebutnya dengan Magnificat Maria. Memang betapa sangat istimewalah Maria, perawan yang dipakai Tuhan untuk melahirkan Yesus. 

Menurutku, membaca nas perikop yang menjadi Ep Minggu ini harus dalam satu kesatuan yang utuh. Jika tidak, maka pesan yang disampaikannya akan menjadi berbeda, bahkan “kontra-produktif”. Posisikan diri sebagai Maria yang dari awal mendapat kabar dari malaikat tentang akan mengandung bayi (padahal statusnya belum bersuami!) yang tentu saja menanggung penderitaan yang sangat berat. Bisa aku bayangkan celaan yang akan didapatnya: dari Yusuf tunangannya, keluarga, dan masyarakat sekelilingnya. Meskipun belakangan ini – utamanya di kalangan selebritas tertentu – hamil di luar nikah nyaris menjadi hal yang “biasa” (aduh, sedihnya …), namun pada masyarakat beradab hal ini masih merupakan kejadian yang memalukan. Apalagi pada zaman dulu, yang ancamannya adalah dihukum dilempari batu sampai mati.

Namun, dengan kepasrahannya pada Tuhan dan pengakuan imannya, hari-hari selanjutnya menjadi menyukacitakan. Tuhan campur tangan, dan menunjukkan pertanggungjawaban-Nya dengan memperlancar urusan selanjutnya. Pengalaman hidupku mengajarkan tentang kepasrahan kepada Tuhan (bukan tanpa mengerjakan apapun juga, tentunya …) menghasilkan hal-hal yang dahsyat. Itulah makanya jika ada yang mengatakan bahwa mukjizat itu nyata dan berlaku sampai sekarang, aku mengamininya dengan konteks pemeliharaan Tuhan. Bukan harus sesuatu yang ajaib, misalnya air menjadi anggur. Tidak harus begitu juga!

Untuk semua hal yang dialaminya, Maria memuji dan memuliakan Tuhan. Memutarbalikkan dari posisi yang terpuruk, yang rendah, yang hina, yang miskin, ke posisi yang jauh lebih baik, itulah pekerjaan Tuhan. Dan, bagi orang-orang yang takut akan Dia, artinya yang mengikuti perintah-Nya. Tapi, jangan salah sangka pula: tidak semua orang kaya akan menjadi miskin, tidak semua orang berkuasa akan diturunkan dari kekuasaannya. Bukan! Sebaliknya, bukan pula semua orang miskin akan menjadi kaya, dan orang lapar akan dikenyangkan. Yang perlu diingat dan dipahami, bahwa orang-orang yang percaya dan takut akan Tuhan akan beroleh rahmat. Dalam setiap kedudukannya. Jadi, jangan takut menjadi orang kaya, jadi pemimpin yang berkuasa. Asalkan di dalam Tuhan, ‘nggak usah takut! Dan jangan pula kalau masih miskin, hina, dan sakit saat ini karena Tuhan tidak mengasihi, bukan! Tapi Tuhan sedang memroses setiap orang menurut jalan-Nya yang memang seringkali tidak harus menuruti apa yang dimaui oleh manusia saja.

Penguatan dilakukan oleh nas perikop yang menjadi Ev Minggu ini. Kota Betlehem Efrata, kota terkecil di antara bangsa-bangsa, yang “tidak ada apa-apanya” ternyata dipakai Tuhan untuk menunjukkan kebesarannya. Dari kota yang ‘nggak masuk hitungan itulah lahir Mesias, sebagaimana yang dinubuatkan Yesaya puluhan tahun sebelumnya. Kota yang kecil dan rendah, ditinggikan oleh Tuhan. Betapa ajaibnya Tuhan! Betapa rendah hatinya Tuhan! Itulah pesan yang bisa aku tangkap dan tanggapi sehingga menyadarkanku bahwa aku ini ‘nggak ada apa-apanya dalam hal kerendahan hati. Dan semakin merendahkan hati adalah tuntutan yang terus-menerus aku minta kepada Tuhan agar aku masuk dalam proses-Nya.

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Ini adalah Adven terakhir dari rangkaian Minggu yang diatur Gereja agar kita umat Tuhan benar-benar mempersiapkan diri dalam menyambut kelahiran juru selamat. Kerendahan hati, itulah yang diminta dan diingatkan kepada kita untuk dengan tunduk hati menerima kelahiran Yesus. Jika bukan dengan kerendahan hati, akan sangat sulit menerima fakta dan mengimani kelahiran Yesus. Bagaimana mungkin:

(1)   perawan yang masih bertunangan bisa hamil -> kalau zaman sekarang yang mulai banyak hamil sebelum nikah, mungkin beda, ya?

(2)   Tuhan lahir dalam wujud manusia -> Tuhan masa’ dilahirkan?

(3)   Tuhan bersedia menjadi manusia dengan kehidupan yang sangat sederhana -> Tuhan yang adalah raja dan maha kuasa, seharusnya lahir di istana pantasnya, ‘kan? Bukan di kandang domba

Dan itu semua sudah direncanakan jauh-jauh hari. Terbukti dengan sudah dinubuatkan puluhan bahkan ratusan tahun sebelumnya. Jadi, betapa baiknya Tuhan. Tidak ada yang tidak dipersiapkan sebelumnya. Begitu pulalah hendaknya hidup kita. Kita harus persiapkan diri (hati, jiwa, dan raga) untuk menerima kelahiran Yesus dan bersedia dipakai oleh Tuhan sebagai alat-Nya.

Selamat menyambut Natal!

About these ads

One comment on “Andaliman – 209 Khotbah 23 Desember 2012 Minggu Adven Keempat

  1. Pada akhir akhir ini sering pengkhotbah HKBP.Pendeta.apalagi bibelprow.sering tidak mampu meng integrasikan tujuan khotbah,kehidupan,harapan jemaat.akibatnya khotbah kurang berbobot.kita sudah dapat berbagai khotbah dari internet yg jauh lebih berbobot dan menyentuh hati dan pengharapan.
    Kami sangat berharap agar hal ini menjadi perhatian Ompui Ephorus,Paraeses.
    Puji Tuhan,syaloom
    Frox.63@gmail.com

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s