Andaliman-230 Khotbah 19 Mei 2013 Minggu Pentakosta-I

Ya Abba, ya Bapa … Aku Ini Bukan Budak

Evangelium Yohanes 14:15-26

14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. 14:19 Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup.

14:20 Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

14:22 Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?”

14:23 Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

14:24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

14:25 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; 14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Epistel Roma 8:14-17 (bahasa Batak Rom)

8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Bagi yang punya bapak (papa, papi, ayah, abah, babeh, among, dan lain-lain) pastilah punya pandangan sendiri tentang figur laki-laki ini. Meski banyak juga yang kurang beruntung memiliki figur ini dengan berbagai alasan (ditinggal mati, ditinggal pergi, atau memiliki ayah yang kejam, dan lain-lain sifat yang seram-seram …), puji Tuhan masih sangat banyak yang merasakan kehangatan, keakraban, perlindungan, dan kedekatan dengan ayahnya masing-masing. Tapi, jangan kuatir, hari ini ada kabar gembira, bahwa semua orang percaya punya bapak yang luar biasa – dan tidak ada seorang pun yang mampu menyamai-Nya – yaitu Bapa di surga.

Menurut nas yang menjadi perikop Minggu ini, Roh Kudus – parakleitos dalama bahasa Yunani yang memiliki banyak pengertian, antara lain Penolong, Penghibur, Penyelamat, dan Pelindung – yang dijanjikan Yesus sebelum berangkat pergi ke surga untuk selalu menyertai orang percaya, yang menguatkan tentang status ke-anak-an. Roh Kudus pulalah yang menuntun untuk mengenal lebih jauh, termasuk di dalamnya adalah “mengenalkan” bahwa Yesus adalah Anak Tunggal Allah Bapa.

Dengan pertolongan Roh Kudus pulalah orang percaya dilayakkan memanggil “Bapa” (sebagaimana doa-doa selalu didaraskan sebagai alamat tujuannnya …) yang menunjukkan betapa mesra dan akrabnya satu sama lain. Aku jadi ingat betapa “jauhnya” hubungan antara manusia pada masa Perjanjian Lama dalam artian penyebutan Tuhan dengan berbagai istilah yang lebih cenderung menunjukkan kemahakuasaan Allah daripada ke-mahakasih-an Bapa. Yesus yang sudah datang ke dunia menjembatani hubungan Allah dan manusia (dan sudah menunjukkan figur yang penuh belas kasih) ingin meninggalkan pesan dan kesan tersebut kepada umat-Nya, orang-orang percaya.

Jujur saja, almarhum bapakku adalah orang yang istimewa bagiku. Dengan hubungan kami yang “kadang dekat kadang jauh”, aku masih tetap bisa merasakan kehadiran figur seorang ayah. Namun, tetaplah kedekatanku dengan Allah Bapa masih jauh lebih mengesankan bagiku.

Tantangan/Bekal Bagi (Warga) Jemaat/Referensi

Sebagai anak, kita berhak mendapatkan warisan. Tapi, jangan mengira warisan harta kekayaan (ini sih “‘nggak ada apa-apanya” karena tidak menjamin kebahagiaan dan sukacita serta tidak abadi …), melainkan kehidupan yang kekal. Dan bukan cuma yang enak-enak saja, kita juga dituntut untuk mewarisi kesengsaraan selama hidup di dunia ini. Lho, koq? Lha, iya … dengan menerima Yesus sebagai juru selamat dan beroleh keselamatan melalui kematian dan kebangkitan-Nya di kayu salib, kita juga harus mampu menderita sebagai konsekuensi mengikut-Nya.

Roh yang ada di dalam diri kita akan memampukan kita dalam menjalani hidup ini dengan segala lika-likunya dan pasang-surutnya. Kita punya keberanian yang sejati – masih ingat dengan Petrus dengan keberaniannya yang sangat jauh berbeda sebelum menerima Roh Kudus dengan setelah menerima Roh Kudus – parakleitos yang pada akhirnya kita akan mengamini “tidak ada apa-apanya” bilamana kita beserta-Nya.

Yang dituntut dari kita sekarang ini adalah mengaktualisasikan kasih dalam kehidupan kita sebagaimana Yesus sudah mengajarkan dan menunjukkannya selama hidup di dunia ini. Kita bukan lagi budak – yang semuanya sangat menunjukkan hal-hal negatif: menderita, terkungkung, miskin, susah, sulit, tersiksa, jelek – melainkan menjadi seorang anak yang benar-benar memiliki hak yang layak diwarisinya.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s