Pembinaan Guru Sekolah Minggu (1): Ayo Berubah!

IMG_2694[1]

IMG_2691[1]

Jum’at malam, 24 Mei 2013 usai sermon parhalado, kami berangkat ke Kota Bunga di Puncak. Acaranya adalah pembekalan Guru Sekolah Minggu (GSM), sesuatu yang sangat positif bagiku mengingat keinginanku untuk memperbaiki pelayanan di kategori yang mana aku ditunjuk sebagai pendamping alias paniroi sejak tahun 2012 yang lalu.

Aku melihat jadual kegiatannya selama di Puncak, yakni meminjam rumah/vila milik salah seorang jemaat yang puterinya adalah GSM yang masih berstatus calon GSM (dulunya juga adalah “muridku” waktu di kelas pra-sidi), dan lumayan bagus dengan dua agenda besar: pembekalan dariku, dan kreativitas menjadi GSM dengan mengundang pembicara dari luar yang kompeten untuk materi ini.

Lewat tengah malam, aku meminta kesediaan amang pandita resort memimpin doa untuk memberangkatkan kami. Dilakukan di konsistori. Aku mengendarai mobil sendiri yang di dalamnya ada Auli dan mamaknya, yang juga baru selesai mengikuti latihan paduan suara SM untuk festival distrik Jakarta.

Perjalanan yang tidak terlalu menyenangkan, memang karena beberapa hal, antara lain kemacetan yang luar biasa karena Sabtu besoknya adalah libur nasional Waisak. Juga penerimaan dan fasilitas yang ala kadarnya, yang malah membuatku tertantang untuk tidak terpengaruh dengan situasi dan kondisi tersebut, yakni harus menjadikan momen tersebut sangat mengesankan dan mampu menginspirasi GSM untuk melakukan pelayanan SM lebih baik.

Sabtunya, dibuka dengan ibadah singkat, lalu pembukaan, dan presentasiku selama berjam-jam sampai waktu makan siang. Aku mempresentasikan dengan inspirasi yang aku dapatkan dari pengalamanku pribadi selama menjadi anggota dan menikmati fasilitas membership di sport club komplek perumahan tempat kami mengontrak sejak bulan Februari yang lalu. Ringan, namun penuh penekanan pengertian dan pemahaman.

Sesi kreativitas yang dibawakan eksternal menurutku sangat bagus dan relevan. Menginspirasi bahwa membuat kelas SM lebih menarik ternyata tidak harus sulit dan tidak pula harus mengeluarkan uang banyak. Banyak sekali contoh-contoh yang dibuat dari bahan-bahan bekas yang sangat mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya tatakan kertas kue, kemasan plastik air minum, dan bekas kantong kertas belanjaan.IMG_2664[1]

Tengah malamnya, ada sesi curhat. Saat itu masing-masing GSM menyampaikan isi hatinya yang perlu didengar orang lain untuk dilakukan perbaikan. Secara khusus aku mintakan kesediaan mereka untuk menyampaikan hal-hal yang berhubungan dengan parhalado yang selama ini aku rasakan mereka anggap sebagai lebih cenderung penghambat dibandingkan pendorong semangat dengan pengalaman yang mereka alami, antara lain:

(1)    Perayaan Natal SM yang mana pendeta resort mengingkari kesepakatan sebagai pemimpin ibadah, malah duduk di luar gedung gereja selama perayaan yang benar-benar membuat GSM terluka hatinya karena selama ini setiap perayaan Natal selalu dihadiri oleh pendeta resort -> untuk ini aku meminta ma’af dan sekaligus meminta mereka untuk juga berusaha bisa memahami “perbedaan” ini.

(2)    Bimbingan yang jauh dari memadai dari pendeta resort manakala GSM datang mengajukan proposal kegiatan mereka, bukan dibimbing, malah hanya dimarah-marahi tanpa diberitahu solusi -> untuk ini aku menyediakan diri sebagai wakil mereka dan pendamping mereka untuk membicarakan proposal dengan parhalado dan membuatnya menjadi lebih baik, dengan syarat mereka mengikuti arahan yang aku sampaikan

(3)    Penatua yang menjadi pemimpin ibadah SM yang tidak menguasai agenda ibadah sehingga mengacaukan suasana ibadah yang seharusnya khidmat -> hal ini aku sampaikan di sermon parhalado tanpa menyebut nama penatua yang dimaksud, dan saat itu disepakati bahwa akan diadakan latihan maragenda Singkola Minggu pada sermon parhalado minggu depannya (yang sayangnya tidak menjadi kenyataan karena pendeta “lupa” …)

(4)    Permintaan ruangan untuk GSM yang khusus untuk berkegiatan, dan atau tempat lemari untuk meletakkan barang-barang inventaris SM -> untuk ini aku langsung berbicara dengan pendeta resort yang langsung menyetujui penggunaan lemari kaca di konsistori untuk GSM, menyetujui penempatan lemari (yang akan disumbangkan oleh seorang warga jemaat, menurut salah seorang GSM pada suatu pertemuan …) di ruang SM lantai dua (yang sering disewakan kepada umum untuk martumpol), juga persetujuan akan diberikan ruangan dimaksud bilamana rencana pembangunan perluasan gedung gereja di lantai dua bisa terealisasi bersamaan selesainya pengurusan sertifikasi gereja)

Catatan: semua hasil pembicaraan tersebut dengan parhalado langsung aku sampaikan ke GSM pada MInggu berikutnya agar mereka segera mengetahui dan mengambil tindakan yang diperlukan.

Memang, aku merasakan masih banyak hal yang sangat perlu diperbaiki dan dikembangkan pada pelayanan jemaat melalui GSM. Belum sesuai dengan apa yang menjadi “blue print” yang ada di benakku tentang GSM dan SM, yang aku sampaikan saat itu, antara lain:

(1)    SM adalah wadah jemaat untuk memperkenalkan Tuhan Yesus dan gereja di awal kehidupan mereka sebagai orang Kristen. Oleh sebab itu, tantangan tersebut seharusnya membuat semua orang menjadi lebih bersemangat dalam melayani Tuhan di gereja-Nya

(2)    Sebagai pelayan harus menjadikan pelayanan sebagai komitmen yang sungguh-sungguh harus dijalankan, dengan menghilangkan prinsip “sudah mending saya mau jadi GSM walaupun sangat sibuk dengan pekerjaan dan sekolah atau kuliah saat ini”.

(3)    Karena sebagian besar GSM adalah pekerja, maka sudah sepatutnya semangat profesionalisme dibawa masuk ke dalam pelayanan SM, antara lain dalam pembuatan proposal, ketepatan waktu, pertanggungjawaban kepanitiaan, dan efisiensi serta efektivitas setiap kegiatan.

Aku pun sadar bahwa sebagai paniroi, aku “belum melakukan apa-apa” walau seringkali berupaya membuat perbaikan dalam banyak hal sehubungan dengan pelayanan jemaat melalui SM ini. Itulah pula salah satu penyebabnya sehingga aku ‘nggak bersedia menerima “honorarium” yang disodorkan Bendahara Huria untuk pendampingan selama dua hari di pembinaan GSM ini …

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s