Do’a Anakku Auli

with-auli-otwPagi ini sehabis berdoa setelah terbangun seperti biasanya, anakku yang bernama Auli (umur 6 tahun, salah satu keajaiban Tuhan dalam hidupku …) terjaga dan meminta untuk ikut bersama-sama membaca firman Tuhan untuk hari ini. Sesuatu yang relatif lama tidak terjadi lagi di rumah. Dulu pernah. Setiap bangun pagi, kami bertiga membaca renungan dan firman Tuhan, lalu aku memberi penjelasan singkat (jika dianggap perlu), lalu ditutup dengan do’a bersama (secara bergantian …). Alangkah membahagiakannya suasana seperti itu.

Yang selalu terjadi pada saat berdo’a bersama, Auli pasti menyerukan permohonannya di sela-sela do’a yang aku daraskan. Hari ini dia meminta pada Tuhan agar batuknya (sudah beberapa hari) disembuhkan, dan juga minta adik yang banyak …

Mungkin ini bukanlah sesuatu yang di luar kebiasaan bagi banyak orang. Puji Tuhan untuk itu. Namun hari ini aku tertarik untuk berbagi tentang kebiasaan berdoa dan membaca firman bersama dalam keluarga berdasarkan apa yang aku alami beberapa minggu yang lalu di gereja. Setelah tamat dari Program Pasca Sarjana STT Jakarta, sesuai komitmenku, aku lebih intensif melayani di gereja. Saat ini aku ditunjuk menjadi pengajar (sebenarnya aku lebih suka dengan istilah “pemimpin diskusi” …) pada kelas pra-sidi (begitulah disebutkan …). Pesertanya adalah para remaja.

Pada salah satu pertemuan, aku melontarkan pertanyaan tentang seberapa sering mereka membaca Alkitab. Tidak ada yang menjawab pernah. Lalu aku turunkan menjadi, seberapa sering membaca dan atau mendengar firman Tuhan (bisa jadi, karena firman Tuhan tidak selalu harus dengan membaca Alkitab); jawabannya tetap sama: tidak setiap hari, tidak setiap dua hari, tidak tiga hari … Lalu? Ternyata mereka membacanya hanya pada saat kebaktian Minggu di gereja. Sekarang menjadi bertambah, karena setiap kelas pra-sidi (yang diselenggarakan menjelang kebaktian Minggu sore) selalu membahas firman Tuhan dengan membaca Alkitab. Memprihatinkan, memang …

Waktu hal tersebut aku share pada saat menyampaikan firman Tuhan pada kebaktian/persekutuan wilayah (partangiangan wejk) yang umumnya lebih banyak dihadiri oleh orangtua, ternyata para orangtua baru tersadar akan hal itu. Betapa jarangnya mereka membaca firman Tuhan di rumah. Sendirian, apalagi bersama-sama dalam keluarga. (Dan aku sempat tertegun beberapa detik tatkala menyadari bahwa salah seorang penatua (sintua) yang hadir saat itu salah seorang anaknya adalah juga peserta kelas pra-sidi …) 

Hal ini patut dijadikan perhatian bagi kita semua. Sampai hari ini aku punya prinsip: setiap hari, sebelum membaca hal yang lain aku pastikan didahului dengan membaca firman Tuhan. Tidak mutlak membaca Alkitab, bisa saja dengan membaca buku, membaca renungan, atau mendengar lagu, dan atau mendengar radio yang menyiarkan firman Tuhan. Karena apa yang ditangkap oleh panca indera kita pada pagi hari (pada saat pikiran masih jernih dan memori masih oke …), itu akan sangat memengaruhi kehidupan kita selanjutnya pada hari itu. Bisa bayangkan jika yang pertama kali kita dengar dan lihat adalah sesuatu yang buruk/jahat, bagaimana selanjutnya kehidupan kita. Jadi, tidak terlalu mengherankan jika belakangan ini banyak sekali hal-hal jahat yang terjadi (yang sebelumnya sangat jarang terjadi) yang mungkin disebabkan sebagai tanggapan oleh panca indera yang mendapat masukan tentang hal-hal yang jahat. Pagi hari kita sudah disuguhkan oleh tontonan yang lebih banyak berisi informasi (tepatnya berita, namun sayangnya lebih banyak berisi tentang kejadian yang buruk dan rasa pesimis atas situasi yang sedang terjadi), lalu dilanjutkan dengan gosip (tentang selebritas dan kelakuannya yang juga lebih banyak berhubungan dengan hal-hal yang jahat).

Sudah saatnya kita berubah. Dari diri kita, tanpa melupakan orang-orang yang kita kasihi untukmenjalani kehidupan yang lebih baik secara bersama-sama.

Tuhan (pasti) memberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s