Ada Amplop (Calon) Anggota Legislatif di Gereja Kami …

smoke-for-ada-amplop-caleg

Di salah satu ruang rapat di gereja kami, aku menemukan sesuatu yang sempat mengejutkanku. Sambil menunggu kawan-kawan yang mau ikut rapat, pandanganku tertumbuk pada satu kantongan yang tergeletak di atas filing cabinet tempat penyimpanan arsip. Sendirian, dan mulai bosan membaca buku Mitos Yesus, aku lalu menghampirinya. Kantongan itu (terbuat dari kertas berbahan bagus yang tidak murahan) di sisi depannya tertempel foto yang belakangan hari ini aku mulai akrab melihatnya.

 

Oh, calon anggota legislatif (caleg), gumamku dalam hati. Ini sudah menjadi sesuatu yang biasa belakangan hari ini di jemaat kami. Bulan-bulan lalu kami mendapat pasokan air minum kemasan dalam gelas plastik (bukan merek terkenal, dan kesan barang murahnya tertutupi dengan foto sang caleg, sehingga orang-orang bisa salah duga – jika hanya melihat warna birunya – mengira itu adalah produk yang bagus …), dan sampai hari ini hampir di semua ruangan rapat tersedia berkardus-kardus minuman air dalam kemasan tersebut. Strategi yang bagus, sehingga setiap orang yang mau minum harus mencoblos foto wajah sang caleg (sayangnya, coblos sekarang sudah diganti dengan centang …).

 

Ada lagi caleg yang lain pada minggu sebelumnya. Dengan ramahnya, sang caleg dari partai yang mengklaim dirinya partai Kristen membagikan segepok kartu nama dan kalender mini dengan foto dan riwayat hidupnya. “Untuk pembatas Alkitab, amang”, katanya. Bah, bagaimana pula Alkitab bisa dibatasi dengan hanya sepotong kartu. Hebat kali. Lagipula, bagaimana mau konsentrasi membaca Alkitab kalau mau lihat ayat bacaan selalu ketemu dengan foto wajah sang caleg yang tentu saja tidak sama damainya dengan melihat wajah Yesus. Tapi, benar juga istilah ”pembatas Alkitab” itu. Kartu itu akan membatasi kita membaca Alkitab dengan sendirinya …

 

Masih ada lagi: pernyataan caleg tersebut yang begini bunyinya: ”Porlu do bantuanmuna amang asa saut ahu tarpilit di DPRD Jakarta on. Molo dicalonhon sian Tapanuli tu DPR RI nunga pasti ahu masuk, alai tu ahama i? Na porlu nuaeng asa adong do sada fraksi partai Kristen di DPRD Jakarta on asa tarida hita. Haduanma muse ahu mancalonhon gabe anggota DPR RI sian Tapanuli. Ansugari tahun 2009 on ahu dicalonhon sian Sumut dapil Tapanuli, nunga pasti ahu monang. Ai angka tondong do sude di si”.  Di mana logikanya, ya? Engkau bisa membantu menjelaskannya?

 

Kita kembali ke kantongan di ruang rapat tadi. Aku longok isinya: bendera partai yang terbuat dari kain (juga bukan bahan murahan), stiker dengan foto orang tadi dalam berbagai ukuran, beberapa pin bulat (masih juga dengan foto yang sama), CD (lagi-lagi dengan pesan yang sama), dan … amplop. Ada gambar Garuda Pancasila dengan tulisan ”DPR RI”, nama orang, alamatnya di Senayan. Semua dengan tinta emas. Menjadi lebih jelas: dia adalah anggota DPR RI yang masih mencalonkan diri agar terpilih kembali tahun 2009 ini. Namanya sempat aku ingat, karena mengingatkanku pada peristiwa ”perkelahian” di salah satu sidang dewan yang terhormat. Amplopnya sudah terbuka sebagian. Melihat kondisinya yang terbuka seukuran lebar uang kertas, dengan mudah aku paham, bahwa di dalamnya sebelumnya ada uang, dan sudah diambil oleh pemilik (persisnya penerima) kantongan tersebut. Pertanyaannya: siapakah dia? Dan apa alasannya meninggalkannya di ruang rapat yang besar kemungkinannya akan diketahui oleh banyak orang? Masih misterius …

 

Waktu salah seorang warga gereja HKBP yang minggu lalu menceritakan tentang kebaikan hati legislator – yang juga masih ’nyaleg lagi sebagaimana tersebut di atas – dengan cara membagi-bagikan amplop yang berisi duit (dan pesan untuk ingat memilihnya nanti saat pemilu) kepada semua pendeta HKBP yang berada di daerah pemilihan alias dapil-nya, aku masih belum percaya. Masak, pendeta HKBP semurah itu? Tapi kalau melihat kenyataan tentang kantongan tersebut ada di jemaat kami, apakah aku masih bisa tak percaya bahwa hal itu memang ada?

Iklan
By tanobato Posted in HKBP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s