Raja Batak pun Menangislah … (Tapi, di Mana HKBP?)

tangis-ni-tapanuli-no-text120209

Awal bulan Februari ini, di pagi hari dalam perjalanan menuju tempat kerja, aku dikejutkan dengan berita di radio tentang anarkisme yang terjadi di gedung DPRD Sumatera Utara di Medan. Amukan massa yang sebagian besar adalah mahasiswa (dengan jelas terlihat di teve menggunakan jaket almamater Universitas Sisingamangaraja XII yang saat ini kemudian terbukti beberapa pemimpin perguruan tinggi tersebut turut terlibat dan dijadikan tersangka) yang menuntut persetujuan DPRD untuk pembentukan Provinsi Tapanuli, mengambil korban tewasnya Ketua DPRD Abdul Azis Angkat di samping banyak kerusakan fisik lainnya.

Ini bukan tentang pro dan kontra ide pembentukan provinsi tersebut. Ini tentang rasa kemanusiaan, dan martabat sebagai orang Batak yang jelas-jelas sangat rusak dengan peristiwa tersebut. Mengutip pesan-pendek yang dikirimkan oleh seorang guru besar orang Batak, inilah peristiwa sangat merendahkan yang pernah dialami suku bangsa di negeri ini. Selain prihatin tentang ”nasib” orang Batak di kemudian hari, beliau lebih memprihatinkan ketiadaan suara (seperti biasanya) dari HKBP sebagai organisasi gereja terbesar yang umatnya adalah orang Batak dan yang sebenarnya juga sangat punya kepentingan terhadap konsekuensi tersebut. Sekali lagi, ini menunjukkan kegamangan HKBP dalam kehidupan berpolitik. Atau menunjukkan rasa rendah diri (bukan rendah hati) dalam menyikapi kehidupan yang sebenarnya? Tak tahulah! 

Aku membayangkan betapa hancur hati Raja Sisingamangaraja XII melihat kejadian ini. Tanah yang dulu diperjuangkannya dari jajahan Belanda, sekarang masih perlu diperjuangkan dengan anarkis dan membawa-bawa namanya pula. Jika uang kertas seribuan dengan gambar wajah beliau masih beredar saat ini, bisa jadi semua dalam kondisi basah dengan tetesan air mata …

Aku juga jadi teringat ketika masih menjadi mahasiswa di Medan lebih sepuluh tahun yang lalu. Ada lagu yang sempat populer sebentar di kalangan terbatas komunitas Batak, yang setiap kali mendengarnya ada perasaan campur aduk pada diriku. Judulnya Tangis ni Tapanuli, dinyanyikan suatu trio yang aku sudah tak ingat namanya. Saking ”berkesannya”, sampai saat ini aku masih bisa melagukannya (dengan nada sumbangku …) dengan syair berikut ini (tidak pas benar, tapi esensinya masih ada di sana …): 

Tangis ni Tapanuli

Tapanuli i (da inang …), tarpaima do (da inang …)

Di haroro ni (da inang …) sada gubernur

Huta na uli (da inang …), tano na bidang

Tung mansai godang, so tung marisuang

Reff:

O hamu amang ulu ni bangso,

begema hamu pangidoan on

Uli ni bona pasogit ta i,

molo saut (Tapanuli) provinsi

Mauliate ma

O hamu amang, mulak ma jo ho bereng hutam on

Ungkapma amang hamajuon i

Uli ni (Tapanuli), molo saut (Tapanuli) provinsi

Horas ma

Iklan

9 comments on “Raja Batak pun Menangislah … (Tapi, di Mana HKBP?)

  1. Saya yakin para pendemo itu yang nota bene banyak dari Universitas Sisingamangaraja XII tidak berniat seperti apa yang sudah terjadi dengan jatuhnya korban meninggal dunia ketua DPRD A.Azis Angkat. Kalau ditilik dari anatomi pendemo dan penggerak serta koordinator lapangan ataupun yang mendanai, atau apapun yang terlibat disana (orang-orang yang sudah ditahan polisi), sangat erat dan pantas diduga bahwa erat berkaitan dengan lembaga Universitas, tetapi tidaklah mengatas namakan lembaga dimaksud, hanya atribut dan person di lapangan yang terlibat sebahagian besar dari Universitas dimaksud. Saya yakin mereka dari awal tidak berniat sampai mengambil korban seperti itu, mereka hanya karena terpancing emosi massa saja dan merasa lebih banyak dari polisi yang bertugas dan keamanan resmi disana. Hal yang paling kita sayangkan adalah pendemo itu sebahagian besar mahasiswa, terpelajar, punya masa depan dan merupakan harapan dari keluarga, kok perilakunya (terlihat di kamera media elektronik) tak lebih dari orang-orang pasaran, teriak-teriak tidak tertib, menari-nari di atas meja lengkap dengan atribut jaket universitasnya. Mereka itu hanya korban ‘ajakan’ dari orang yang berpengaruh, yang kepingin jadi orang penting disana.
    Tempat itu sangat dihormati, saya sering mengikuti rapat disana mewakili kepala kantor tentunya, dalam rapat-rapat resmi tersebut semua adalah orang-orang tertib pakai pakaian resmi lembaga yang diwaikilinya, duduk dengan tertib. Sangat disayangkan kejadian ini yang sangat mencoreng wajah orang batak padahal belum tentu orang batak semua. Sudah diakui bahwa orang batak itu sangat demokratis. terbuka, mau menyampaikan pendapat dengan cara yang santun, tapi kok bisa tampil seperti itu ? Hal yang paling memalukan lagi (belakangan ketahuan setelah interogasi oleh yang berwenang) mereka dibayar antara Rp 25.000 s.d Rp 100.000. Apa tidak lebih baik mereka berkomunikasi dengan sistim perwakilan ? atau berdialog dengan dua arah di halaman gedung ? Niat menjadi provinsi bukanlah sejak adanya Undang-Undang otonomi, tapi sejak tahun 1974-pun itu sudah didengungkan mau dimohonkan jadi Provinsi, tapi kalau mau kita cermati sedikit potensi daerahnya, apakah akan ada PAD untuk membiaya pelaksanaan kepemerintahan ? atau hanya mengharapkan DAU dan DAK ? bukankah sikap seperti itu tidak menambah beban pemerintah ? Apakah setelah jadi provinsi akan terjadi meningkatkan kesejagteraan masyarakat disana ? Kita sudah lihat bukti bahwa apakah provinsi atau kabupaten yang baru pemekaran sebagian besar kegiatannya hanya rutinitas membenahi administrasi, fungsi pelayanan tidak diutamakan, politik kedaerahannya sangat kental, kelompok-kelompok elit baru yang eksklusif rebutan jabatan, saling mengadukan korupsi pejabat anu ke penegak hukum, yang akhirnya waktu mereka hanya melayani pemeriksaan dari aparat hukum. Baiknya kita menahan dirilah, tidak gegabah apalagi jadi anarkis seperti itu. Kita doakan, tidak turun murkaNya kepada Tano Batak atas kesalahan dan kekhilafan saudara-saudara kita itu. Horas.

  2. Dihubungkan dengan karikatur “Ndang Adong Nanggo Sada pe”, kekisruhan ini akan semakin menjauhkan SBY dari rasa simpati kepada orang Batak (Kristen pula’ …). Kita lihat saja kalau beliau masih terpilih kembali jadi presiden, apakah masih mempertahankan ketiadaan orang Batak (Kristen pula’ …) di jajaran kabinetnya.

  3. ORANG BATAK SUNGGUH DIKAGUMI ORANG, JIWA BATAK YANG DEMOKRASI DAN RASA PATRIOTISME. BATAK BUKANLAH SEBUAH SUKU NAMUN DIA MENAMAKAN BANGSA (BANGSO NAJOGI). TIDAK ADA SEORANG PUN YANG TIDAK MENGENAL BATAK DILUAR SANA ORANG-ORANG PECUNDANG. HARUM NAMANYA MESKI DARI JAUH, INDAH WAJAHNYA.

    BATAK. . . DARIMU PARA PUJANGGA, PARA PEMIKIR, DARIMU BANYAK ORANG BELAJAR TENTANG HIDUP, SUNGGUH ENGKAU ADALAH SEBUAH KEBANGGAAN BAGI KU.

    DARI JAUH KU DENGAR ENGKAU TIDAK HARUM LAGI, ENGKAU TIDAK SEMARAK SEPERTI SEDIA KALA.

    AKU MENANGIS MELIHATMU, AIR MATAKU MENAGALIR JIKA ENGKAU KU KENANG.
    AKU BERSEDIH. . . MENGAPA TANAHKU DIRACUNI OLEH DARAH PENGECUT.

    DENGAN CARA APAKAH AKU MEMULIHKAN MU . . . ENGKAU BAGAI SEORANG WANITA BAGIKU, NAMUN ENGKAU DINODAI.

    KAPANKAH AKU MELIHATMU KEMBALI SEPERTI SEORANG WANITA, SEORANG WANITA YANG BERDANDAN PADA SAAT PESTA PERKAWINAN.

    ENGKAU BAGIKU DAHULU SEPERTI SEORANG WANITA PERAWAN, NAMUN SEKARANG ENGKAU DINODAI.

    AKU MENANGIS, DARI JAUH AKU MENANGISIMU. AKU MAU MEMBERI SEKUNTUM BUNGA BAGIMU, AGAR ENGKAU CIUM . . . DAN HARUM BAGIMU, INILAH HADIAH BAGIMU, INILAH TANDA CINTAKU BAGIMU, AKU SAYANG KAMU.

    ENGKAU BAGIKU SEORANG WANITA, YANG MELAHIRKAN BAGIKU ORANG-ORANG PATRIOTISME, BUKAN PECUNDANG, BUKAN ANAK-ANAK HARAM, BUKAN ORANG-ORANG MUNAFIK, BUKAN ORANG BEBAL, NAMUN ORANG-ORANG PAHLAWAN.

    email. sopo_godang@yahoo.co.id

  4. Sekedar melengkapi, lagu tangis ni tapanuli, ciptaan Erick Silitonga Eks Trio Friendship, dinyanyikan oleh Erick Silitonga bersama Horas Trio. Horas ma

  5. Lagu tangis ni tapanuli itu sebenarnya ciptaan dari Juara Silitonga (pencipta lagu Karbina oh Karbina, Anak ni supir, I Dolok panatapan, Gitar Sipoholon) yg merupakan personil dari Trio Hasian (addimar panjaitan, erick silitonga, juara silitonga). Masih teringat dulu wktu mereka isi acara di TVRI lebih kurang 23 thn yang lalu, dgn berpakain ulos, mrka nyanyi, buat merinding aq saat nonton di tv. Apalagi pas reffnya, Juara Silitonga, dengan suara khasnya yg sangat super amat tinggi, makin buat badanku smakin merinding wktu dgrnya. Dari reff tinggi, lanjut ke suara rendah merdunya Erick Silitonga yang mirip2 macam Bunthora, mau buat aq menangis (maklum aq saat itu baru2nya merantau ke jkt). Top kali lah lagu ini. Dulu krn lagu ini berbau sukuisme, pemerintahan Soeharto menjegal lagu ini agar tidak dipopulerkan lg, apalagi sampai ke tv, sampe2 trionya pun akhirnya bubar, krn Pres.Soeharto menginginkan provinsi di Indonesia hanya 33 saja, tidak boleh lebih (maklum otoriter kali lah), apalagi org batak bisa bahaya kali klo sdh bersatu. Aq msi prnah ketemu dgn erick dan juara, kira2 tujuh tahun lalu di cafe-cafe di jkt (sdh tua2 merka trnyata). Untuk lae2 smua, klo ada yang pnya kaset atau cdnya, mhon utk disharingkan lagi lah (skr kan sdh reformasi, hehehe yang dlu jegal pun sudah tidak ada lagi). Tlong dishare ya lae-lae smuanya klo pnya lagunya… Sudah lama tidak dengar lagi. Horas…horas…horas….!!!!

    • Terima kasih, lae Nababan sudah memperkaya tulisan yang aku sudah bikin ini sehingga menjadi lebih informatif. Sering-seringlah datang singgah ke blog yang sederhana ini dengan berbagai hal yang pasti bermanfaat bagi banyak orang. Horas! Horas! Horas!

  6. horas amang… untuk sekedar infomasi… addimar panjaitan dan juara silitonga sudah meninggal. diralat lagu tangis ni tapanuli adalah ciptaan erick silitonga, sedangkan trio hasian anggotanya addimar panjaitan, juara silitonga dan samson silitonga (adik erick silitonga). sedangkan erick silitonga groupnya adalah trio friendship yang beranggotakan erick silitonga, willy silalahi dan edy polo silitonga lagu yang terkenal adalah burju ma ho butet. sedangkan untuk anggota trio friendship masih hidup semua. saya yang memberiahu ini adalah anak dari erick silitonga. semoga apanuli kita makin maju dan gubernur sumatera utara melihat tapanuli utara sebagai aset yang berharga dari provinsi sumatera utara.

    • Terima kasih untuk penjelasan yang semakin memperkaya tulisan ini, lae Silitonga. Kabar terbaru sehubungan dengan pembentukan provinsi ini adalah: Tapanuli termasuk salah satu calon provinsi yang diusulkan DPR untuk dibahas dalam rapat untuk tingkat selanjutnya.

    • Abang…. Masih punya rekaman suara bapa(Juara Silitonga) rindu suaranya sy bang… Yosua Silitonga(anak ke 2 Alm. Juara Silitonga)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s