Andaliman-16 Khotbah 12 April 2009 Minggu Paskah

arise-060409

Yesus telah bangkit! Jadilah saksi-Nya dengan berdiri teguh tanpa goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!

 

Nas Epistel:  1 Korintus 15:51-58

Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

 

Nas Evangelium: Kisah Rasul 10:39-43

Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib. Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati. Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.”

 

Inilah yang menjadi dasar iman Kristen: Yesus telah bangkit mengalahkan kematian dan kutuk dosa. Tak satupun agama lain sejauh ini yang memiliki klaim yang sama dengan kemahakuasaan Tuhan ini. Jujur saja, tidak mudah mempertahankan iman dengan ajaran seperti ini. Apalagi saat berhadapan dengan orang yang sangat mengandalkan kemampuan daya fikir yang sangat terbatas. Yesus yang anak Tuhan – juga bagian dari tritunggal yang memosisikan diri-Nya sebagai Tuhan – ”dibiarkan” mati setelah mengalami siksa derita yang di luar batas perikemanusiaan, lalu bangkit dari kematian!  Hanya iman yang sungguh yang bisa menerima pengajaran seperti itu. Terus terang, ”tantangan” ini salah satu yang membuatku tertantang menjadi orang Kristen yang sungguh-sungguh. Kalau yang biasa-saja – tidak ada unsur supra natural-nya – ’ngapain mesti diyakini, ya?

 

Ep menyampaikan suatu rahasia tentang kematian dan kebangkitan tubuh. Paulus mengatakan bahwa kita tidak akan mati, melainkan diubahkan. Meskipun ada teolog menafsir dengan mengatakan bahwa kali ini Paulus salah, sebaliknya apa yang disampaikan Paulus dapat dilihat sebagai suatu kebenaran. Tubuh yang fana pasti akan rusak sebagai konsekuensi proses alamiah, dan kematian akan membawanya memasuki proses yang lainnya, yakni kehidupan kekal sebagaimana dijanjikan Tuhan bagi orang-orang yang memercayai-Nya. Untuk memasuki kehidupan yang baru tersebut, ternyata masih tetap membutuhkan tubuh secara fisik sebagai medianya. Bedanya adalah, tubuh yang baru tersebut sangat sempurna. Tidak akan mengalami pembusukan, dan tidak akan binasa. Aku dapat meyakini hal ini dengan mempelajari apa yang dialami Yesus setelah bangkit dari kubur.

 

Paulus melalui perikop ini mengajarkan bahwa kematian bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan. Sebagaimana ajaran Yahudi pada masa itu (ketika peristiwa ini dituliskan), orang yang mati akan pergi ke dunia bawah tanah, yang lebih banyak dipercayai sebagai neraka. Siapa yang mau ke neraka, ya? Orang jahat sekalipun pasti ogah ke neraka. Kepercayaan bahwa orang mati akan ke neraka disebabkan oleh pemahaman hukum Taurat (yang berisi peraturan yang tidak bisa dilanggar jika tidak ingin dihukum karena itu berarti melakukan dosa, sehingga harus dihukum) bahwa setelah mati orang-orang akan menghadap Tuhan untuk menjalani penghakiman. Puji Tuhan, kita bersyukur dengan kebangkitan Yesus (yang berarti mengalahkan kematian – ingat, kematian sebagai upah dari dosa – sehingga sengatnya tidak punya kuasa lagi. Dalam Perjanjian Baru, kematian lebih merupakan kepulangan kepada Bapa yang sudah lama menunggu kedatangan anak-Nya. Bukan hukuman, melainkan anugerah.

 

Perikop yang menjadi Ev mengingatkan kesediaan untuk menjadi saksi. Para pesaksi (salah satunya adalah Petrus dengan kesaksiannya yang sangat kuat tentang kematian dan kebangkitan Yesus) yang melihat dan menjalani hari-harinya bersama Yesus yang telah bangkit, telah menuliskannya dalam kitab Kisah Rasul ini. Lagi-lagi Petrus menyampaikan bahwa Yesus (dengan posisi-Nya dalam pengadilan akhir) akan mengampuni dosa orang-orang yang percaya kepada-Nya.

 

Sungguh menguatkan! Jika menjadikan hukum Taurat sebagai alat fit and proper test, sudah pastilah aku akan gagal menjadi salah seorang penghuni surga kelak. Dosaku yang sangat banyak tidak membuatku pantas untuk menghadap Bapa selain menerima penghukuman kekal. Namun, Yesus datang dengan penawaran yang sangat menarik dan melegakan: berkat kasih karunia dan anugerah-Nya semata dosaku diampuni-Nya. Dengan demikian, aku layak menerima panggilan dari Bapa yang telah menunggu kedatanganku untuk bersama-sama menikmati kehidupan kekal.

 

Syukur kepada Tuhan!

 

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Sejujurnya, aku sangat menyetujui pendapat yang mengatakan bahwa seharusnya bobot perayaan Paskah lebih ditekankan daripada perayaan Natal. Dan aku membayangkan perayaannya akan menjadi lebih sederhana daripada Natal yang mulai cenderung pada seremonial yang menonjolkan kemewahan pesta.

 

Minggu Paskah ini menuntut kita untuk menjadi saksi-saksi yang gigih dalam memberitakan kematian Yesus dan kebangkitan-Nya dari kubur. Inilah peristiwa kontroversial yang tidak mudah diterima oleh banyak kalangan. Bahkan oleh kalangan internal orang-orang Kristen! Hanya iman yang mampu menerima peristiwa luar biasa ini. Tanyakanlah diri sendiri, sampai saat ini sejauh mana kita sudah mengimaninya. Termasuk pemahaman tentang hidup setelah mati.

 

Potensi terjadinya gesekan dengan orang-orang, bila kita tidak menyampaikannya dengan cara yang elegan, mudah menjadi besar dan mengganggu keharmonisan. Daripada memaksa, lebih baiklah kehidupan kita yang penuh kasih yang merefleksikan sebagai orang-orang Kristen yang telah ditebus oleh kematian Yesus, menjadi kesaksian yang hidup dan dirasakan oleh orang-orang di sekitar kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s