Andaliman-21 Khotbah 17 Mei 2009 Minggu Rogate

Praying Hands (060409)

Berdo’alah dengan tekun! Pun dalam masa pencobaan. Minta dengan iman hanya kepada Tuhan, jangan bimbang, jangan mendua hati. Tuhan pasti mendengarkan. 

Nas Epistel: Yakobus 1:2-8

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, –yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit–,maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya. 

Nas Evangelium: Keluaran 32:9-14 (bahasa Batak: 2 Musa 32:9-14)

Lagi firman TUHAN kepada Musa: “Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar.” Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: “Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat? Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi? Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu dan menyesallah karena malapetaka yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu. Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya.” Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.

“Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku”, firman tersebut dikutip dari Yeremia 20:12 yang menjadi dasar firman dalam Minggu ini yang diberi nama Rogate, artinya “berdoalah” (dalam bahasa Batak disebut dengan martangiang).

Iman membutuhkan latihan untuk semakin bertambah, sebagaimana otot tubuh yang perlu dilatih sehingga semakin besar dan kuat. Dulu – ketika masih mahasiswa di Medan – aku tidak percaya dan menganggap mengada-ada manakala bertemu dengan salah seorang instruktur pusat kebugaran (fitness center) yang mengajakku untuk ikut latihan di tempatnya. Bagaimana mungkin aku yang sangat kurus (sehingga sering menjadi bahan olok-olok …) disuruh mengangkat beban yang beratnya audzubillah bin zalig … apa mungkin? Ternyata dengan latihan terstruktur, gradual (meningkat dari waktu ke waktu dengan beban yang disesuaikan), tekun, dan penuh keyakinan, akhirnya terbukti. Badanku secara ”menakjubkan” bertambah berat dengan otot-otot yang berisi. Tidak sehebat Ade Rai, memang, tapi tak terbayang dapat berubah dari ”bina-rangka” menjadi ”bina-raga”. Luar biasa! Itulah sebabnya, sampai sekarang, salah satu olah raga yang paling aku percayai manfaatnya adalah latihan beban. Bukan yang lain. Sekarang sudah tidak aku lakukan lagi, karena vonis dokter yang melarangku dan menganjurkan berolahraga renang.

Hal yang mirip terjadi yang dihubungkan dengan iman adalah ketika kami hidup di Aceh selama bertahun-tahun. Sebagai minoritas – dan seringkali tertekan karena dianggap ”makhluk aneh” di daerah yang sangat mayoritas muslim – malah aku semakin giat dalam pelayanan dan bersaksi. Jum’at, Sabtu, dan Minggu adalah hari-hari yang selalu aku tunggu, karena ada kegiatan di ”gereja” (jangan bayangkan bangunan gereja yang leluasa dibangun di banyak tempat) dan bertemu dengan sesama orang Kristen. Manakala ada saat-saat terancam, berdoa adalah kegiatan yang pertama aku lakukan sebelum yang lainnya. Untuk menguatkan orang lain, selalu aku katakan: ”Jangan takut, Tuhan kita pasti lebih berkuasa daripada Tuhan mereka yang berusaha mengganggu kita.” Hal yang sama aku lakukan pada diriku sendiri, sehingga tidak pernah takut dan ragu ke manapun aku pergi ditugaskan. Sekarang setelah sadar bahwa Tuhan itu satu adanya, maka kalimat itu menjadi ”Jangan takut, Tuhan-ku (atau kita) pasti lebih berkuasa daripada tuhan mereka yang berusaha mengganggu kita.

Setiap datang pencobaan atau kesukaran dalam hidup, aku akan bertanya ”ada apa di balik ini?”; bukan lagi ”mengapa ini terjadi?”, karena aku tahu, Tuhan pasti punya sesuatu rencana yang lebih indah bagiku. Puji Tuhan, dengan sikap seperti itu aku merasa hidup lebih nyaman karena berkurang rasa kecewa dan mengeluh.

Ep Minggu ini juga mengingatkan supaya meminta hikmat dari Allah. Baca Alkitab dan meminta bimbingan-Nya. Bukan kepada hal-hal lain! Boleh bertanya kepada orang yang dianggap lebih tahu, namun itu hanya sebagai referensi. Perikop ini juga memberitahu bahwa Tuhan bukanlah yang suka mengingat-ingat kesalahan di masa lalu. Ini yang seringkali mengganggu kita (aku juga dulu begitu …) pada saat mau berdoa: ”Ah, aku tak pantas, karena punya dosa dan keslahan besar.”. Tuhan hanya memiinta supaya berdoa dengan tekun (sebagaimana juga harus tekun dalam menghadapi pencobaan), jangan bimbang dan mendua hati.

Tuhan yang pema’af, itulah juga yang disampaikan dalam perikop Ev ini. Musa dengan keberaniannya dan rasa hormatnya meminta dengan tekun kepada Tuhan untuk membatalkan hukuman yang akan dijatuhkan kepada bangsa Israel.

Lihatlah, situasi yang diceritakan pada perikop tersebut (Israel dengan Allah yang diunggulkan mereka, dibandingkan dengan Mesir yang memuja dewa-dewanya) mirip dengan cetusanku ”… Tuhan kita pasti lebih berkuasa daripada tuhan mereka …”. Lalu, kenapa masih ragu lagi meminta kepada-Nya?

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Betapa mudahnya menemukan orang yang sedang dirundung masalah saat ini. Banyak hal dalam hidup ini yang mampu memojokkan oranguntuk melakukan apa saja, termasuk lari dari Tuhan. Sebagai umat Tuhan, kita diingatkan bahwa Tuhan itu setia dalam setiap keadaan hidup kita, termasuk bilamana kita sedang mengalami kesulitan. Mintalah di dalam do’a sambil bertekun menghadapi kesulitan tersebut. Artinya, jangan pernah meninggalkan Tuhan.

Sikap yang sama patut kita sampaikan kepada warga jemaat lainnya. Ada saja orang yang masih berpendapat bahwa cobaan yang dialami adalah disebabkan Tuhan marah dan menghukum orang tersebut karena telah melakukan kesalahan. Padahal, belum tentu demikian. Kalaupun demikian – artinya, kita yakini disebabkan oleh dosa dan kesalahan – mintalah ampun pada Tuhan. Kalau bukan karena kesalahan, bisa saja Tuhan memang menginginkan iman kita untuk bertumbuh dan berkembang. Jadi, nikmati sajalah …

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s