Mobil untuk Pengantar Pengantin

Mobil untuk Pengantin (250509)

Beberapa tahun belakangan ini, setiap mobil kantor yang sedang dipercayakan padaku untuk menggunakannya selalu mendapat kesempatan untuk membawa pengantin. Waktu masih di Medan, membawa mitra kerja yang menikah setelah umurnya lumayan banyak baru mendapat pria pendamping hidupnya. Selain itu, ada juga kawan akrabku sejak anak-anak yang menikah dengan kawan se-NHKBP juga. Lalu waktu masih bertugas di Palembang, aku tawarkan untuk menggunakan mobilku saat adikku si bungsu menikah di Medan sehingga kami bertiga (aku, Auli yang saat itu baru berumur kurang dari setahun, dan mamaknya)  melakukan perjalanan trans-Sumatera. Dan pagi ini, mobilku dipakai untuk membawa pengantin yang prianya (sudah berumur juga …) adalah lae dari tulangku. Subuh tadi Dadang sudah berangkat ke rumah pengantin pria di Bekasi sebagaimana yang aku sudah pesankan tadi malam sebelum pulang tentang rencana kerjanya hari ini. Kemarin – usai ibadah memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus – aku menelepon tulangku yang saat itu beliau memesankan untuk kesiapan mobil yang akan dipakai mulai jam 6.30. Untuk acara si buha-buhai, mungkin …

Sehubungan dengan itu, tadi malam ada kesibukan di rumah kami. Aku baru ingat bahwa Tulang memesankan untuk sekalian menghiasi mobil tersebut. Biasanya pihak pengantinlah yang melakukan ini. Bukan apa-apa, kami pun baru tiba di rumah setelah jam 8 malam. Jadi, pencarian pita yang dibutuhkan barulah dilakukan saat itu. Mana hujan deras pula tadi malam.

Ketika asyik nonton teve – yang acaranya rada membosankan seperti biasanya – tiba-tiba mak Auli meneriakkan bahwa mobilnya sudah siap dihias di teras. Lalu aku bergegas. Dan aku lihat, karya mak Auli bagusnya bukan main! Dengan guyon aku sampaikan: “Wah, kalau lihat begini bagusnya, rasanya aku pengen lagi kita mengulangi jadi pengantin seperti dulu …

Karena mobil dipakai, dengan kemurahan hati kawan sekantor, pagi ini aku menumpang mobilnya untuk bareng-bareng ke kantor. Puji Tuhan, dengan apa yang aku miliki saat ini, masih bisa juga menyukacitakan orang-orang lain untuk sekadar menikmatinya. Bagi beberapa orang mungkin akan berkomentar, “Ah apalah itu sekadar meninjamkan mobil …”, tapi merujuk ke pengalamanku dulu saat menjadi pengantin, urusan mobil pengantin hampir menjadi urusan “serius” dan baru bisa diselesaikan malam hari menjelang hari H-nya.

Aku berharap semuanya berjalan lancar hari ini. Dan sore nanti usai bertugas dengan pengantin, Dadang sudah bisa menjemput Auli, mak Auli, dan ompung Auli untuk sama-sama kerumah ito-ku yang berulang tahun hari ini. Dari kantor aku akan ke sana untuk sama-sama pulang kemudian. 

Tambahan:

Baru saja aku dapat pesan-pendek dari pengurus Koor Ama untuk datang nanti malam ke gereja. Memang jadual kami marguru-ende adalah Jum’at malam, namun belakangan ini sudah sering berubah ke Minggu usai kebaktian karena seringkali yang datang cuma segelintir orang… Rencananya malam ini akan ada diskusi untuk persiapan kegiatan ulang tahun gereja. Tadi sudah aku sampaikan kemungkinan tidak dapat hadir karena acara ulang tahun itoku itu, meskipun tetap mengusahakan untuk datang ke gereja. Jadi, harap dimaklumi kalau kali ini datang terlambat … 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s