Lebih Tua Belum Tentu Tidak Lebih Baik …

Tadi malam (19/10/09) aku menghadiri rapat penetapan pengurus baru dan penyusunan program kerja Seksi Pekabaran Injil untuk tahun 2010 di jemaat kami. Sebagai sekretaris Dewan Marturia, tentulah aku harus menghadiri rapat yang penting ini. Kalau mengingat kondisi kesehatanku saat itu, sebenarnya aku lebih memilih pulang saja ke rumah. Tapi panggilan dan rasa tanggung jawab, aku pun memaksakan diri untuk hadir.

 

Dijadualkan jam delapan, dan aku hadir sebelumnya. Seperti biasa, belum ada yang hadir. Ketika membasuh wajah di kamar mandi, aku berjumpa dengan salah seorang ibu yang ternyata “salah jadual”: beliau mengira Rapat Marturia Wilayah Kerja beberapa jemaat (yang aku juga ditunjuk sebagai Sekretaris) berlangsung malam itu. Ternyata beliau salah membaca pesan-pendek dariku yang sudah aku kirim ke setiap pelayan setiap Minggu untuk mengingatkan supaya hadir pada hari Senin, 26 Oktober 2009 yang akan datang. Ya sudah, akhirnya kami ‘ngobrol tentang pengalaman beliau dalam menjalankan pelayanan di rumah sakit yang tentu saja menarik bagiku.

 

Setelah beliau pamit pulang, aku pun menuju ruang rapat yang sudah dihadiri oleh (hanya) lima orang. Ada tiga wajah baru, dalam artian bukanlah pengurus yang selama ini ditunjuk sebagai pelayan Seksi Pekabaran Injil dan Dewan Marturia. Singkat cerita – karena yang lainnya kemungkinan sudah tidak akan hadir – inang Ketua Dewan Marturia membuka rapat dengan nyanyian dan doa.

 

Dari kata pembukaan yang disampaikan inang Ketua Dewan yang dilanjutkan dengan paparan amang Ketua Seksi Pekabaran Injil, barulah aku tahu ternyata minggu lalu mereka telah melakukan “rapat kordinasi” (yang tidak bisa aku hadiri karena bertugas ke Balikpapan) dengan agenda memilih calon pengurus baru untuk periode dua tahun mendatang. “Dan keputusan kita pada saat itu adalah bahwa pengurus yang lama tetap melanjutkan tugasnya dalam kepengurusan baru untuk dua tahun mendatang.” Dheg! Aku sempat tertegun sejenak. Pertama, aku tersadar kembali ternyata dua tahun sudah berlalu dengan cepatnya, dan aku hampir tidak memberikan kontribusi untuk kemajuan pelayanan seksi ini. Ini disebabkan oleh ideku untuk melakukan perubahan tidak berterima oleh para pengurus yang cenderung mempertahankan hal-hal yang mereka klaim sebagai keberhasilan mereka di masa lalu. Padahal aku tahu persis tidak satupun ide yang dulunya aku tidak sepakati itu memberikan hasil yang cukup lumayan. Kedua, pernyataan/ kalimat tersebut yang sempat aku pahami bahwa tidak akan ada perubahan kepengurusan. Bah, macam mana pula ini? Sudah dua tahun tidak menunjukkan hasil yang efektif, koq masih harus dipertahankan? Dan aku pun terpaksa harus mempertahankan partisipasi tanpa kontribusi lagi untuk dua tahun mendatang? (untuk hal yang terakhir ini adalah sikap kurang terpuji, jadi jangan ditiru …)

 

Puji Tuhan, ternyata masih ada kalimat-kalimat selanjutnya yang melegakan hatiku. ”Untuk dua tahun mendatang, ada perubahan struktur, yaitu ada ketua dan wakil ketua. Selain itu, ada sekretaris satu dan sekretaris dua. Kami pengurus lama hanya akan menjadi anggota.” Lalu ada tanya-jawab antara pengurus baru yang menanyakan keterpilihan mereka yang dijawab dengan normatif oleh hampir semua orang yang memberikan komentar dan jawaban.

 

Pembicaraan selanjutnya adalah tentang program yang masih disusun oleh pengurus lama yang sekilas tidak mencantumkan hal-hal yang baru. Ketika aku menyampaikan ide baru (membuat kartu pembatas halaman Alkitab untuk perikop Epistel dan Evangelium, dan membagikannya secara gratis kepada semua warga jemaat) menggantikan program lama (membaca Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu untuk memperebutkan hadiah sertifikat) yang menurutku sudah tidak relevan lagi namun tidak disetujui oleh pengurus lama yang didukung oleh Ketua Dewan Marturia, maka aku pun memutuskan untuk tidak memberikan komentar untuk hal-hal lainnya sampai rapat ditutup, ”Karena hari sudah malam …”, alasan ketua seksi yang lama. Oh ya, masih ada lagi: usulanku untuk tidak usah membuat lagi kalender khusus jemaat (karena hampir tidak ada alasan yang tepat kenapa harus membuat kalender ”eksklusif” padahal ada kalender ”resmi” HKBP yang dikeluarkan Kantor Pusat di Tarutung) akhirnya diterima.

 

Usai rapat, aku masih ’ngobrol panjang dengan ketua yang baru. Ternyata kami memiliki beberapa ide yang sama untuk dijalankan. Antara lain program kerja yang sudah disusun pengurus lama dijalankan saja dulu sambil nanti dilihat perkembangannya. Setiap program harus jelas anggaran dan tanggal pelaksanaan. Lalu harus ada rapat bulanan untuk mengevaluasi pelaksanaan setiap program dan dengan jujur dan transparan disampaikan ke Rapat Parhalado untuk diwartakan melalui tingting supaya warga jemaat mengetahui pelayanan seksi ini. Tak usah malu mengakui kalau memang ada program yang tidak bisa dijalankan, sekaligus meminta ”izin” untuk melakukan revisi. Tentang pengurus lama yang cenderung menarik-ulang ke masa lalu daripada menatap ke masa depan, pak ketua setuju bahwa secara alamiah mereka nanti akan berkurang keterlibatannya karena selanjutnya pengurus baru yang akan mengendalikan setiap program. Ini yang membangkitkan semangatku sekaligus sebagai penebus kesalahan selama dua tahun yang lalu yang hampir tidak terlibat sama sekali dalam kegiatan pelayanan seksi Pekabaran Injil ini (sekali lagi: jangan ditiru perbuatanyang kurang terpuji ini …).

 

Sekadar perbandingan usia. Pengurus lama (ketua dan sekretaris) dipercayakan kepada dua orang sintua yang sudah pensiun, jadi berusia di atas 65 tahun. Ketua yang baru, berusia 67 tahun. Jadi lebih tua daripada ketua yang lama. Namun, dibandingkan dengan yang lama, aku lebih banyak berharap pada ketua yang baru untuk melakukan perubahan ke arah perbaikan pada pelayanan seksi ini yang menurutku selama dua tahun belakangan ini tidak dapat dibanggakan (bahkan aku seringkali malu pada diriku sendiri yang tidak melakukan apa pun untuk seksi yang sebenarnya sangat menentukan dalam membawa orang-orang pada Kristus …). Mudah-mudahan ini bukan sekadar sindrom yang biasanya  berlaku bahwa yang baru akan lebih disukai daripada yang lama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s