Andaliman-52 Khotbah 20 Desember 2009 Minggu Adven IV

 

Jangan mau terganggu dengan pengejek-pengejek! Nantikan Tuhan dengan memelihara kehidupan dalam kasih Allah dan keimanan yang teguh.

 

Nas Epistel: Yudas 1:17-21

1:17 Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus.

1:18 Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: “Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka.”

1:19 Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.

1:20 Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.

1:21 Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.

 

Nas Evangelium: Yesaya 30:18-26

30:18 Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!

30:19 Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab.

30:20 Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia,

30:21 dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: “Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya,” entah kamu menganan atau mengiri.

30:22 Engkau akan menganggap najis patung-patungmu yang disalut dengan perak atau yang dilapis dengan emas; engkau akan membuangnya seperti kain cemar sambil berkata kepadanya: “Keluar!”

30:23 Lalu TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput yang luas;

30:24 sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak.

30:25 Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh.

30:26 Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu TUHAN membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan.

 

Tentang akhir zaman. Hal yang semakin banyak dibicarakan belakangan hari ini. Bukan hanya di lingkungan gereja, khususnya HKBP sebagai bagian dari rangkaian perayaan Adven dan menjelang perayaan Natal, namun juga khalayak ramai di negara kita ini. Topik yang menjadi semakin menghangat, terlebih dengan pemutaran filem 2012 yang sempat menghebohkan dan menjadi bahan pembicaraan di mana-mana. Tadi malam aku sempat menonton rekamannya di rumah, dan jujur saja, aku tidak melihat ada yang sangat luar biasa di dalamnya. Selain teknik pembuatannya (selama pemutarannya, aku tak habis bertanya: bagaimana teknik animasi dan sinematografinya sehingga dapat sebagus dan sedahsyat itu tampilannya), isi dan alur ceritanya hampir tidak mengesankan sama sekali. Kesimpulannya: tidak usahlah ‘ngotot untuk bisa menonton filem itu. Apalagi jika terpengaruh dengan sensasi yang berkembang belakangan hari ini. Menurutku, menonton filem itu tidak akan terlalu berpengaruh terhadap iman dan kepercayaan. Sebagai sekadar menambah pengetahuan, bolehlah.

 

Khotbah Minggu lalu menceritakan tentang kerajaan Allah yang pintunya sangat sempit karena disesaki oleh orang-orang yang berebutan untuk memasukinya. Selain “tips”, Minggu lalu juga ada peringatan: “yang terdahulu jangan sampai menjadi yang terkemudian”. Tetaplah memegang teguh firman yang telah diterima, dan melakukannya dengan sungguh-sungguh.

 

Minggu ini sebagai rangkaian terakhir menjelang Natal, yakni Adven keempat, nas perikop Minggu ini kembali mengingatkan untuk tetap waspada akan ajaran-ajaran yang cenderung memutarbalikkan kebenaran. Nas Ep meminta untuk menjalankan keimanan dengan hidup yang suci dan memelihara kehidupan dengan Roh Kudus sambil menantikan tibanya rahmat Tuhan untuk kehidupan yang kekal. Jangan perdulikan para pengejek-pengejak yang akan semakin banyak menjelang akhir zaman.

 

Inilah yang disebut dengan penantian. Penantian orang Kristen berbeda dengan pemahaman orang awam tentang penantian itu sendiri. Orang Kristen menantikan secara aktif (biasanya menanti dengan pasif, ‘kan?). Artinya menantikan tibanya akhir zaman sambil tetap melakukan pekerjaan baik yang dilandasi oleh keimanan pada Yesus Kristus.

 

Dalam beberapa pertemuan, bilamana membincangkan tentang sesuatu yang direncanakan pada tahun-tahun mendatang selalu ada celetukan yang dihubungkan dengan kiamat tahun 2012. Misalnya: ”Tahun depan aja kita berangkat ke Yerusalem, ito. Jangan sampai 2012, nanti ’nggak keburu karena kiamat.”, kata seorang ibu di gereja ketika aku sampaikan rencana wejk kami yang mau rame-rame ke Yerusalem tahun 2012 yang akan datang. Bahkan, anakku, si Auli – yang ternyata sempat menonton filem 2012 bersama mamaknya – juga sampai menanyakan tentang apa itu kiamat yang tentu saja aku jawab dengan bijaksana dan teologis sedikit: ”Jangan percaya, nak dengan kiamat yang dibilang orang-orang itu. Tak ada seorang pun yang tahu kapan saatnya kecuali Tuhan yang di sorga. Waktu itu semua orang akan mati, dan bencana terjadi di mana-mana. Dan ketika dia menyahut, “Pakai pelampung aja pa supaya jangan mati tenggelam kalau tak bisa berenang di ombak yang deras. Tapi kita tak usah takut, karena nanti pasti bersama Yesus di sorga., aku jadi tersenyum simpul dan merasa lega.    

 

 

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Di tengah simpang-siur ajaran tentang akhir zaman, dan kekuatiran memasuki tahun 2010 yang semakin mendekat, nas perikop Minggu ini semakin menguatkan dan membekali kita untuk tetap setia pada ajaran yang benar. Ev yang merupakan tulisan Yesaya juga menambahkan tentang keyakinan bahwa Tuhan pasti memberikan semua yang terbaik dan yang semakin baik dari hari ke hari bagi kehidupan kita.

 

Dalam keberadaan hidup kita saat ini yang terkadang serba memprihatinkan dan hanya sekadarnya secara duniawi (dianalogikan dengan air dan roti yang sangat sedikit …), kita dituntut untuk setia dan menyandarkan pengharapan pada kebaikan Tuhan yang pasti akan memberikan kelimpahan yang mencukupkan kebutuhan kita. Dia juga melindungi kita dari kemusnahan. Bahkan ketika segala sesuatunya sudah runtuh, Tuhan masih memberikan sungai-sungai yang memancarkan kehidupan bagi kita.

 

Jadi, apa lagi yang mesti diragukan? Peganglah iman percayamu dengan setia dan sungguh-sungguh sambil menanti-nantikan kedatangan-Nya!

Iklan

4 comments on “Andaliman-52 Khotbah 20 Desember 2009 Minggu Adven IV

  1. Horas ….

    Parjolo …. Maulite godang lae
    Selama 2009 ini setiap selasa sore aku selalu menyempatkan membaca BLOG ini. Isinya ringan tapi arti didalamnya sangatlah bagus. Sekalian mohon maaf karena baru kali ini aku komen (hehehe… karena aku baru bisanya terima saja belum gift…)
    Tetaplah menulis lae untuk tahun-tahun mendatang aku usahakan menjadi pembaca setianya & akupun tak lupa mempromosikan BLOG ini kepada rekan-rekan yang mempunyai kerinduan sama dengan aku. Sahali nai Maulitae godang & selamat Advent ke -4 dan selamat menyambut Natal 2009.
    Horas, Tuhan memberkati Lae & Keluarga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s