Diajari oleh Orang Lain, Sebuah Catatan yang Tertinggal dari Sangatta

Mungkin engkau sudah lupa bahwa aku adalah orang yang ditunjuk oleh Perusahaan tempatku bekerja saat ini sebagai Safety, Health, and Environtment Champion atau biasa dikenal sebagai SHE Champion untuk Divisi Penjualan seluruh Indonesia. Penunjukan ini – aku sebut penunjukan adalah karena tambahan dari tugas utamaku sebagai National Distributor Development – ringkasnya adalah sebagai orang yang bertanggung jawab dalam pemahaman dan pengetahuan karyawan sehubungan dengan aspek-aspek keselamatan, kesehatan, dan lingkungan di perusahaan. Salah satu “proyek besar” yang sudah aku inisiatifi bersama tim tahun belakangan ini adalah pelatihan keselamatan mengemudi (safety/defensive driving) bagi seluruh karyawan yang menggunakan mobil dalam pelaksanaan tugas kesehariannya. Bagi yang difasilitasi supir, pengemudi tersebut juga diberikan pelatihan yang sama.

Untuk selalu terkondisikan dalam sikap mengemudi yang baik (karena setelah pelatihan, biasanya orang-orang mudah melupakan materi pelatihan …), setiap bertemu kawan-kawan di lapangan dan punya kesempatan, aku akan selalu mengingatkan kembali prinsip-prinsip utama dalam mengemudi secara sederhana, praktis, dan ringan, sehingga tidak terkesan menggurui. Salah satu kesempatannya adalah ketika bertugas di luar kantor (baca: di luar kota Jakarta) yang biasanya aku disupiri oleh karyawan setempat. Kadangkala – tergantung situasi dan kondisi saat itu – aku juga yang gantian mengemudikan kendaraan mereka.

 

Nah, ketika bertugas di Kalimantan Timur 07-10 September 2009 yang lalu aku juga mendapat kesempatan yang berharga. Kepala wilayah (Head of Region) kami yang membawahi Provinsi Kalimantan Timur – sebut sajalah Ucok namanya – termasuk orang yang ”sering lupa” dalam menjalankan prinsip-prinsip keselamatan mengemudi. Terakhir kali berkunjung beberapa bulan yang lalu, dia masih nekad membaca pesan-pendek (= SMS) yang masuk di BlackBerry-nya sambil mengemudi. Yang ini tentu saja aku tidak bisa toleransi lagi (setelah sebelumnya aku peringatkan ketika masih menerima panggilan telepon sambil mengemudi, lalu aku yang menjadi ”ajudannya” dalam menerima setiap panggilan yang masuk sambil memberitahu bahwa beliau sedang mengemudi …), lalu aku minta untuk menepikan kendaraan, berhenti, dan melakukan aktivitas berkomunikasinya. Di beberapa titik, bahkan aku yang mengambil alih kemudi karena beliau memang harus bertelepon untuk hal yang sangat penting (saat itu sedang membicarakan pengaturan pengiriman barang dan penjualan dalam jumlah yang sangat besar …).

 

Usai pelatihan prosedur kerja yang baru kepada karyawan Distributor, jadualku selanjutnya adalah berkunjung ke kantor operasional Distributor yang baru dioperasikan satu bulan sebelumnya di Bontang, Tenggarong, dan Sangatta. Meskipun sudah bertahun-tahun bertugas di Kaltim dan punya pelanggan di PT Kaltim Prima Coal (KPC) yakni koperasi dan mini market di kompleknya, ternyata pak Ucok masih belum pernah masuk ke lokasi penambangan batubara tersebut. Oleh sebab itu, ketika aku tawarkan kemungkinan untuk berkunjung ke lokasi penambangan, dengan sukacita beliau menyambutnya (dan setengah tak percaya, mungkin masih ada keraguan dengan bertanya dalam hati: ”koq bisa-bisanya bapak ini membawa aku ke KPC padahal aku yang sudah lama di Kaltim sini belum mampu masuk ke lokasi penambangannya …”.

 

Pada hari Rabu itu (09/09/09) kami pun jadi berkunjung ke lokasi pertambangan batubara tersebut. Habis sholat (beliau adalah haji) – dan kami (aku beserta lae-ku yang bekerja di KPC) makan siang di kantin karena mereka (pak Ucok dan seorang penyelia kami di Kaltim) sedang berpuasa – dengan bantuan rekan kerja lae-ku kami pun masuk ke pertambangan. Dan selama di pertambangan kami (para tamu) mendapat pelajaran berharga di antaranya yang berhubungan dengan keselamatan, yakni:

        dipastikan kami semua memakai helm, rompi, dan sepatu yang sesuai standar keselamatan, jika tidak, maka dilarang keluar dari kendaraan (itulah sebabnya penyelia kami hanya bisa memandang dan memotret dari dalam kendaraan yang kami tumpangi karena perlengkapan keselamatan tersebut tidak tersedia saat itu untuk kami pinjam …)

        kendaraan operasional yang kami tumpangi terlebih dahulu dipasangi bendera tinggi berwarna kuning di bak belakangnya (”Ini agar kita terlihat oleh kendaraan lain yang berukuran raksasa sehingga tidak akan tertubruk mereka”, jelas petugas yang membawa kami ”pesiar” saat itu).

  

 

 

        berulang kali kami harus menepi dan berhenti di tempat aman, karena petugas tersebut mendapat panggilan telepon dari atasannya (yang ini membuat pak Ucok tersipu malu mengingat belum seriusnya dalam menerapkan prinsip keselamatan mengemudi, dengan berujar,”Iya, pak … memang kita harus serius dalam mematuhi peraturan keselamatan mengemudi yang sudah kita dapatkan saat training waktu itu”, yang segera saja aku sambut dengan celetukan, ”Memanglah kalau masih kawan sendiri yang mengingatkan masih belum didengar dan dipatuhi. Tapi kalau orang luar, apalagi yang bergaji besar, langsung aja patuh …” dan kami semua yang ada di dalam mobil menjadi tertawa keras.

 

Hal ini mengingatkanku dengan yang mirip ucapan Yesus di Injil ketika berkata bahwa seorang nabi lebih dihargai dan diakui di luar tempat asal dan kelahirannya …

Iklan

One comment on “Diajari oleh Orang Lain, Sebuah Catatan yang Tertinggal dari Sangatta

  1. cerita yang bagus lae…
    “seorang nabi lebih dihargai dan diakui di luar tempat asal dan kelahirannya”
    sepertinya pernyataan itu nggak berlaku sama sebagian orang batak lae..
    sebagian orang batak sepertinya lebih menghargai yang lebih banyak uangnya sekalipun itu orang lain (suku lain maksdunya).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s