Ale Tuhan 98x

Aku sangat yakin dengan kekuatan doa. Dan sangat yakin bahwa Tuhan itu sangat dekat dengan orang Batak, salah satu sebabnya adalah sifat-Nya yang menyukai keterusterangan. Dan lugas, artinya tidak bertele-tele. Oleh sebab itulah, aku suka merasa ”salut” pada orang-orang yang suka berdoa panjang-panjang dengan kalimat yang dirangkai sangat indah. Malah seringkali menjadi terkesan basa-basi. Apalagi kalau dilakukan pengulangan kata, dan sering pula hanya perbedaan kosa kata, padahal artinya sama. Entah kenapa, mungkin masih banyak orang yang beranggapan bahwa do’a yang seperti ini menunjukkan kualifikasi dari pendo’a tersebut. Sayangnya kejadian seperti ini semakin sering harus aku temui seiring dengan semakin seringnya aku menghadiri ibadah. Nah, biasanya aku alami pada saat penyampaian do’a syafaat alias tangiang pangondianon, yaitu ketika salah seorang yang hadir diminta untuk mendoakan orang-orang lain dengan pergumulannya masing-masing. 

Yang mau aku ceritakan adalah pengalamanku saat beribadah di gereja pada Minggu lalu. Do’a syafa’at dibawakan oleh seorang inang sintua yang baru ditahbiskan akhir tahun yang lalu. Seperti biasa, topik do’a sudah dipersiapkan dalam warta jemaat, dan hari itu ada empat topik yang akan dido’akan. Karena penggunaan kalimat dan kata-katanya yang seringkali kurang pas (dan mulai terasa menggangguku …), tiba-tiba saja ”kenakalan’-ku muncul, apalagi tatkala aku menemukan bahwa perkataan ”ale Tuhan” (= ya Tuhan) seringkali dilontarkan. Mulailah aku menghitung. Ternyata menimbulkan keasyikan tersendiri. Dalam satu kalimat selalu ada perkataan ”ale Tuhan”, bahkan lebih dari dua kali per kalimatnya. Ketika do’a diakhiri dengan ”amen”, ada sembilan puluh delapan kali ”ale Tuhan” tersebut diucapkan. Itu belum termasuk perkataan ”Tuhan” yang diucapkan tersendiri. 

Sayangnya aku tidak sempat bertemu dan menanyakan hal tersebut kepada penatua tersebut. Tapi suatu saat – pada waktu yang tepat – aku akan memberanikan diri untuk bertanya kepada beliau: kenapa mesti sebanyak itu diucapkan (karena menurutku, satu kalipun diucapkan seruan bagi Tuhan tidak akan lebih rendah nilanya dibandingkan dengan berulang kali) karena Tuhan pasti tetap mendengarkan do’a kita dengan seksama. Beda dengan kita yang mungkin saja akan tertidur kalau mendengarkan do’a yang panjang-panjang.

 

Itulah sebabnya, kalau diminta untuk membawakan do’a syafaat jauh-jauh hari sebelumnya, aku selalu mengusahakan untuk membuat konsepnya secara tertulis. Selain supaya fokus pada topik do’a, juga supaya memastikan konsentrasi orang-orang yang ikut berdo’a bersama tidak menjadi buyar. Atau malah bisa menimbulkan dosa? 

Lain halnya kalau sedang berdo’a sendiri menjelang tidur pada malam hari atau saat terbangun pada pagi hari, do’aku biasanya panjang. Yaitu sesuai dengan hal-hal yang patut aku sampaikan pada Tuhan. Bertele-tele? Sudah pasti tidak, karena aku tidak mau menghabiskan waktu Tuhan untuk mendengarkan sebuah do’a yang hanya sekadar basa-basi, puja-puji yang tidak jelas juntrungannya …

Iklan

One comment on “Ale Tuhan 98x

  1. Pdt Willem TP Simarmata MA pernah berkotbah. Konon katanya, iblis sekarang semakin pintar. Tidak lagi semata-mata melarang manusia untuk tidak bergereja. Tapi, lebih meningkat, mengganggu ‘target’ operasinya di gereja. Sehingga si target mengantuk, bisik-bisik, makan permen, bahkan menyoraki sintua yang salah baca warta (seperti pernah saya saksikan sendiri di gereja kami).
    Saya lantas berpikir, ‘hebat betul iblis itu ya’. Apakah iblis juga mengajak ‘target’ untuk mengomentari doa, menghitung yang 98x itu? atau, jangan-jangan iblis itu ………. (maaf aku bukan pemberani)
    Saya setuju, doa sebagai ungkapan hati kepada Tuhan. Dan kata Tuhan, doa tidak boleh bertele-tele, mengulang-ulang perkataan yang sama. Yang terutama adalah niat komunikasi kepada DIA.
    Mauliate ‘pandita’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s