Andaliman-78 Khotbah 20 Juni 2010 Minggu III setelah Trinitatis

Kasihilah Tuhan. Percayalah kepada-Nya sebagai satu-satunya Allah. Tempat kita sudah tersedia di surga, lho

Nas Epistel: Ulangan 11:13-21 (bahasa Batak 5 Musa 11:13-21)

11:13 Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,

11:14 maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu,

11:15 dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang.

11:16 Hati-hatilah, supaya jangan hatimu terbujuk, sehingga kamu menyimpang dengan beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya.

11:17 Jika demikian, maka akan bangkitlah murka TUHAN terhadap kamu dan Ia akan menutup langit, sehingga tidak ada hujan dan tanah tidak mengeluarkan hasil, lalu kamu lenyap dengan cepat dari negeri yang baik yang diberikan TUHAN kepadamu.

11:18 Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.

11:19 Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun;

11:20 engkau harus menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu,

11:21 supaya panjang umurmu dan umur anak-anakmu di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepada mereka, selama ada langit di atas bumi.

Nas Evangelium: Yohanes 14:1-3

14:1 Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

Tuhan kita adalah Allah yang pencemburu. Tidak bersedia diduakan. Kesetiaan manusia adalah mutlak bagi-Nya. Dan satu-satunya.

Kedua nas perikop ini dihubungkan dengan tuntutan kesetiaan tersebut. Jangan mudah terbujuk sehingga menyimpang dan mencari pengganti-Nya untuk disembah. Jika tanggapan sesuai dengan tuntutan tersebut, segala yang baik akan menghampiri orang-orang yang percaya kepada-Nya. Itulah pemahamanku.

Bujukan untuk tidak setia kepada-Nya sebagaimana dimaksud dalam nas Ep di atas makin sering aku dengar belakangan hari ini. Jika pada perikop tersebut disebutkan sebagai “jangan mudah terbujuk”, maka pada nas Ev berikutnya disebutkan sebagai “jangan gelisah hati”. Gelisah hati bisa berarti sebagai mudah terombang-ambing bagai kapal di tengah laut yang digoyang ombak ke sana ke mari. Supaya kokoh dan tegar, hanya Tuhan sajalah yang pantas dijadikan sebagai batu karang dalam kehidupan.

Ajaran-ajaran yang berkembang (dan ajakan-ajakan para pemimpinnya …) yang mengesankan seolah-olah paling alkitabiah dan “ring satu”-nya Tuhan juga mudah menjebak sebagai penyesat. Dan ini yang paling berpotensi dalam menimbulkan kerusakan. Jika yang sangat jauh berbeda dengan apa yang aku sudah pernah terima sebelumnya, tentulah mudah aku menolaknya dengan mengatakan bahwa itu tidak sesuai dengan keimananku. Tapi kalau ada orang yang sangat mengesankan kristiani dan alkitabiah dengan ajaran yang mirip-mirip atau agak berbeda dengan keimananku, tentulah situasinya akan menjadi lebih sulit … Sayangnya, seperti inilah yang kecenderungannya semakin bertambah belakangan hari ini. Agar tidak tersesat sehingga kehilangan tempat yang sudah disediakan Yesus bagiku di surge, sudah pasti aku akan menolak keduanya, yakni yang mirip-mirip (atau berbeda sedikit) dengan keimananku, apalagi yang sangat jauh berbeda.

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Salah satu hal yang membuatku tetap berjemaat di HKBP sampai detik ini adalah pengajarannya yang tegas dan alkitabiah yang dicantumkan dalam Konfessi HKBP. Karena berdasarkan firman Tuhan sebagaimana tercantum dalam Alkitab, maka akan sangat mudah bagiku untuk memutuskan bahwa ajaran yang berbeda dari itu adalah sesat. Dan dengan itu pulalah, aku semkain yakin untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Artinya tidak mudah terombang-ambing oleh ajaran-ajaran yang cenderung menawarkan kenikmatan semata yang semakin berkembang belakangan ini dengan mengaku-aku sebagai Gereja.

Sebagai warga jemaat, kita punya ketetapan hati untuk meyakini bahwa pengajaran yang kita terima selama ini adalah layak untuk dipertahankan. Sebagai pelayan jemaat, informasi yang tercakup dalam Konfessi HKBP tersebut haruslah kita sampaikan dan kita sebarluaskan kepada setiap anggota jemaat agar mereka juga tidak mudah terombang-ambing dengan tawaran-tawaran yang mengesankan seolah-olah mereka dari Gereja yang benar, sebagaimana nas perikop ini mangatakan: “Jangan sesat!” yang dapat dikembangkan dari frasa “Jangan hatimu terbujuk” dan “Jangan gelisah hatimu”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s