Andaliman-85 Khotbah 08 Agustus 2010 Minggu X Setelah Trinitatis

Gembala: Ada juga yang Tidak Baik …

Nas Epistel: Yeremia 23:1-8

23:1 Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!” –demikianlah firman TUHAN.

23:2 Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah Israel, terhadap para gembala yang menggembalakan bangsaku: “Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai, dan kamu tidak menjaganya. Maka ketahuilah, Aku akan membalaskan kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat, demikianlah firman TUHAN.

23:3 Dan Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku dari segala negeri ke mana Aku menceraiberaikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang mereka: mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak.

23:4 Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekorpun, demikianlah firman TUHAN.

23:5 Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.

23:6 Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN–keadilan kita.

23:7 Sebab itu, demikianlah firman TUHAN, sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa orang tidak lagi mengatakan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!,

23:8 melainkan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun dan membawa pulang keturunan kaum Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah menceraiberaikan mereka!, maka mereka akan tinggal di tanahnya sendiri.” Nas Evangelium: Yohanes 10:11-18

10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

10:12 sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.

10:13 Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.

10:14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku

10:15 sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.

10:16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

10:17 Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.

10:18 Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”

Topik Minggu ini adalah tentang gembala. Baik Ev maupun Ep sama-sama membicarakan tentang gembala (dan yang digembalakannya). Dan Minggu ini adalah salah satu Minggu dalam Almanak HKBP di mana nas Ev sangat ‘nyambung dengan nas Ep … JJJ

Yeremia dalam nas Ep menyampaikan amarah Tuhan kepada para gembala yang membiarkan gembalaannya tercerai-berai dan terserak ke mana-mana. Untuk itu, Tuhan akan membalaskan dengan hukuman kepada para gembala dengan kualifikasi buruk seperti itu. Terus terang, frasa ini agak menyentakku: jenis gembala yang seperti inikah aku? Terutama bila dihubungkan dengan masa-masa sekarang ini saat menyongsong penahbisan sebagai pelayan tahbisan pada minggu-minggu yang akan datang. Secara spesifik lagi, dengan lokasi pekerjaanku di Bandung (yang hanya pulang-pergi pada akhir-awal minggu ini) yang tentu saja berdampak dalam kuantitas (dan kualitas?) pelayananku di jemaat. Duh, ‘gimana ini? Ini adalah salah satu yang harus aku pertimbangkan dalam mengambil keputusan dalam waktu yang tidak lama lagi …

Luar biasanya Kitab Yeremia ini terlhat dari “nubuat” akan kedatangan Yesus sebagai gembala yang akan menyelamatkan dan membawa gembalaan kembali kepada kawanannya. Dan disampaikan juga bahwa Orang yang dimaksud akan datang dari keturunan Daud. Dia-lah yang akan menjadi gembala, dan bukan hanya umat Israel (‘yang dibebaskan dari tanah Mesir”), melainkan juga semua bangsa-bangsa di dunia.

Ketersambungan antara Ep dan Ev semakin terlihat ketika Ev membicarakan pengakuan Yesus sebagai gembala yang baik. Dengan segala kriteria yang disandang-Nya yang sudah tentu tidak semua orang memiliki kualifikasi yang sama. Puncaknya adalah kerelaan-Nya untuk mengorbankan nyawa bagi gembalaan-Nya. Siapa punya kualifikasi seperti itu?

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

“Yesus adalah gembala yang baik”, pastilah kita sudah sering mendengarnya. Sejak Sekolah Minggu, salah satu ilustrasi yang pertama aku lihat di gereja adalah gambar Yesus sedang menggendong seekor domba, sementara yang lainnya memandang-Nya dengan ekspresi tenteram.

Sebagai warga jemaat, suasana tenteram seperti itulah yang menjadi dambaan kita dalam hidup. Dalam suasana yang mencekam, mengkuatirkan masa depan (bahkan masa kini saja masih susah …), mencemaskan hari-hari yang dilalui, tentu saja kita sangat merindukan suasana kehidupan sebagaimana terekspresikan oleh lukisan Yesus dengan domba-domba tersebut. Domba – salah satu makhluk yang dianggap paling lemah karena tidak mempunyai senjata dan kekuatan untuk melawan musuh sehingga acapkali menjadi sasaran hewan-hewan pemangsa – sangat sering merepresentasikan kehidupan kita. Namun yang sering kita lakukan adalah mencoba melawan dengan kemampuan kita sendiri (padahal – sebagaimana domba – kita tidak punya kekuatan apa-apa yang mampu mengimbangi kekuatan lawan …). Sudah tentu hasilnya mudah ditebak.

Sebaliknya, kita diingatkan untuk menjadi domba yang peka dalam mendengar suara gembalanya. Siapa lagi kalau bukan kepada Yesus, sang gembala yang baik. Yesus sangat mengenal domba-domba gembalaan-Nya (yakni kita …), dan setia menjaga, membimbing, mengasuh, mengarahkan, dan memimpin. Bahkan rela mengorbankan nyawa-Nya untuk mempertahankan domba-domba. Kurang apa lagi? Masih ragu juga ikut Yesus?

Sebagai pelayan jemaat – yang sebagian tugasnya adalah menggembalakan warga jemaat – saatnyalah kita merenung dan bertanya pada diri sendiri: jenis gembala yang manakah kita ini. Gembala upahan (yang segera meninggalkan kawanan domba bilamana situasi dan kondisi tidak menyenangkan), atau gembala seperti Yesus?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s