Andaliman – 103 Khotbah 12 Desember 2010 Minggu Adven III

Bertobat, dan taat pada Tuhan

Nas Epistel: Yehezkiel 18:21-24 (bahasa Batak: Hesekiel)

18:21 Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.

18:22 Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.

18:23 Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?

18:24 Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik–apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berobah setia dan karena dosa yang dilakukannya.

Nas Evangelium: Roma  2:1:11

2:1 Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama.

2:2 Tetapi kita tahu, bahwa hukuman Allah berlangsung secara jujur atas mereka yang berbuat demikian.

2:3 Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah?

2:4 Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?

2:5 Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.

2:6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,

2:7 yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,

2:8 tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.

2:9 Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani,

2:10 tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani.

2:11 Sebab Allah tidak memandang bulu.

Minggu-minggu Adven ini selalu menyerukan untuk mempersiapkan diri. Bukan “sekadar” karena Yesus mau lahir secara fisik, melainkan memastikan bahwa kelahiran-Nya juga sudah ada di hati. Jadi, persiapkan diri seolah-olah Dia akan datang besok untuk menjemput dan membawa ke sorga. Ke sorga? Ya, sebagai pengikut-Nya aku akan “menuntut” hak tersebut: anak Bapa tentulah tinggal di rumah Bapa untuk selama-lamanya …

Membaca kedua nas perikop yang masing-masing menjadi Ep dan Ev Minggu Adven ketiga ini, aku melihat pesan pertobatan tersebut yang ingin disampaikannya. Tinggalkan segala sifat kefasikan dan kemunafikan. Beralihlah kepada Tuhan.

Dengan bertobat dan melakukan apa yang baik di mata Tuhan, itu merupakan bekal untuk menjalani kehidupan yang kekal bersama-Nya. Apakah itu berarti tidak akan melakukan dosa lagi? Tentu saja tidak! Menurutku, karena “terlanjur” berdosa maka kehidupan di dunia ini tetaplah berlumuran dosa, karena keinginan daging masih lebih kuat berkuasa. Lantas? Pertobatan setiap hari dan setiap saat tentulah dibutuhkan. Dan untuk memiliki kuasa yang semakin hari semakin bertambah dalam melawan dosa, tentulah membutuhkan pertolongan Tuhan. Itulah sebabnya, setiap berdoa aku selalu menyampirkan kalimat “jauhkan aku dari hal-hal yang jahat dan kuatkan dalam menghadapi pencobaan …”. Bukan memohon agar dijauhkan dari pencobaan (karena pencobaan sebenarnya adalah ujian iman yang memang dibutuhkan untuk semakin menguatkan), melainkan diberikan kekuatan dalam menghadapi pencobaan, dan mengalahkannya!

Mencoba memahami nas perikop Minggu ini, aku melihat bahwa Tuhan menginginkan kesetiaan orang-orang yang bertobat. Dan sangat membenci orang-orang yang “bermain-main” dengan pertobatannya, artinya hari ini bertobat namun besok kembali tidak setia. Malah tidak setianya yang lebih lama daripada setianya!

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Bertobat, adalah “tugas” setiap orang. Artinya, jangan mengira bahwa kalau sudah jadi Kristen tidak diperlukan pertobatan. Jangan pula mengira bahwa orang-orang yang kehidupannya banyak dihabiskan di gereja dan pelayanan jemaat tidak diperlukan pertobatan. Salah! Malah ada yang berpendapat bahwa pelayan jemaatlah orang yang harusnya pertama kali bertobat!

Semua kita perlu bertobat. Setiap hari, dan setiap saat. Jangan pernah berpikiran untuk kembali ke jalan yang sesat, melainkan berusahalah selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang disukai Tuhan. Karena Tuhan tidak memandang bulu, semua orang yang jahat juga akan beroleh ganjaran hukuman yang berat. Sebaliknya, orang-orang benar yang setia menjalankan hukum-Nya akan beroleh berkat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s