Andaliman – 109 Khotbah 23 Januari 2011 Minggu II Efifani

Sampaikanlah Persembahan Kasihmu Kepada Tuhan

Nas Epistel: Efesus 3:2-6

3:2 –memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu,

3:3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat.

3:4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus,

3:5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus,

3:6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.

Nas Evangelium: Matius 2:1-12

2:2 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem

2:2 dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”

2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.

2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.

2:5 Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:

2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.”

2:7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.

2:8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.”

2:9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.

2:10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.

2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

2:12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

Agak aneh juga mengetahui bahwa nas Ev masih berbicara tentang perikop yang biasanya dijadikan bahan khotbah dalam perayaan-perayaan Natal. Apakah terjadi kesalaha? Ah, bukan begitu. Ini sekali lagi mengajarkan bahwa perayaan Natal itu sebaiknya diselenggarakan pada minggu-minggu epifani seperti saat ini. Bukan bulan Desember minggu-minggu awala yang sebenarnya adalah minggu Adven, yaitu minggu-minggu persiapan dalam menyambut kelahiran Tuhan. Itulah sebabnya, aku sebisanya tidak menghadiri jika ada yang mengundang menghadiri perayaan Natal pada minggu-minggu Adven …

Thema Minggu kita kali ini adalah tentang persembahan. Dan kita diminta belajar dari kaum majus yang mencari bayi Yesus yang kudus. Mereka berkorban meninggalkan tanah airnya untuk mencari Yesus. Dan mempersembahkan harta yang sangat berharga. Karena ketulusan hati mereka, Tuhan menyelamatkan mereka dari pembunuhan Herodes yang merasa tertipu. Melalui mimpi, Tuhan memberikan petunjuk bagi mereka untuk menghindari Herodes.

Jujur saja, dalam segala hal, aku masih sangat jauh dibandingkan dengan orang-orang majus ini. Aku belum pernah harus berkorban menempuh jarak yang jauh hanya untuk “sekadar” memberikan persembahan. Jangan persembahan yang sangat berharga (apa, misalnya?), persembahan yang sekadarnya saja pun aku tidak pernah berani mengatakan bahwa aku pernah melakukannya layaknya yang dilakukan oleh orang-orang majus tersebut.

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Bagaimana denganmu, pernahkan melakukan sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang majus tersebut? Kita sepatutnyalah meneladani mereka dalam hal memberikan persembahan ini. Sudah pintar (demikian yang pernah aku baca dalam berbagai referensi), rela pula berkorban dalam mencari Tuhan untuk mempersembahkan miliknya yang sangat berharga.

 

Kita sendiri bagaimana? Jika berbicara tentang persembahan saat ibadah di gereja, dalam banyak jemaat yang sudah pernah aku jalani, masih mudah menemukan hal-hal yang mengesankan bahwa warga jemaat mempersembahkan bukan apa yang paling berharga dalam hidupnya (baca: dalam dompetnya …). Jika masih ada yang lebih kecil, makan denominsai itulah yang akan terpilih untuk dimasukkan ke dalam kantung persembahan. Hal yang dulu aku lakukan saat masih ikut Sekolah Minggu, dan kadangkala masih aku lakukan saat dewasa dalam kondisi tertentu … Cuma sebegitu sajakah ukuran kasih kita kepada Tuhan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s