Andaliman – 110: Khotbah 30 Januari 2011 Minggu III Efifani

Lakukan Saja Apa yang Dikatakan Tuhan Saja …

Nas Epistel: Roma 12:9-16

12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.

12:10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.

12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

12:13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!

12:14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!

12:15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!

12:16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!

Nas Evangelium: Yohanes 2:1-12

2:1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;

2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.

2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.”

2:4 Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.”

2:5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”

2:6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.

2:7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan merekapun mengisinya sampai penuh.

2:8 Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu merekapun membawanya.

2:9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu–dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya–ia memanggil mempelai laki-laki,

2:10 dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”

2:11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

2:12 Sesudah itu Yesus pergi ke Kapernaum, bersama-sama dengan ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya dan murid-murid-Nya, dan mereka tinggal di situ hanya beberapa hari saja.

Nas yang menjadi perikop Ep ini menurutku satu dari sekian banyak untaian ayat yang sangat populer di banyak kalangan orang Kristen. Bacalah kembali, dan sangat mudah dipahami. Tapi, bukan berarti sangat mudah pula untuk dijalankan dalam kehidupan saat ini. Benar?

Satu per satu ayatnya aku baca, dan setiap ayat pula aku merasa tertampar! Hal-hal yang seringkali aku tidak mampu melakukannya dalam hidupku, itulah sebabnya aku merasa sangat kecil – dan, puji Tuhan! – mengingatkanku betapa lemahnya aku ini.

Dihubungkan dengan nas yang menjadi perikop Ev dan thema Minggu ini yang adalah “lakukan saja apa yang dikehendaki oleh Tuhan”, jelaslah dengan patuh pada kehendak Tuhan dan perintah Tuhan (tanpa banyak bertanya, tentunya …), upah yang akan diterima adalah sesuatu yang luar biasa! Air menjadi anggur, adalah mukijzat pertama yang dilakukan Yesus dalam pelayanan-Nya selama hidup di muka bumi ini. Memilih pesta perkawinan – menurut banyak orang – mengindikasikan bahwa perkawinan (baca: persekutuan berupa keluarga) adalah  sesuatu yang menjadi perhatian sungguh-sungguh dari Yesus.

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Pastilah dalam hidup ini seringkali kita mengalami kontradiksi dalam diri manakala diperhadapkan pada suatu kondisi yang satu sama lain tidak mendukung. Mengikuti keinginan diri sendiri (keinginan daging kata banyak orang rohani saat ini …), atau mengikuti perintah Tuhan yang seringkali bertentangan dengan keinginan daging tersebut?

Lihatlah hal-hal yang dituntut oleh nas Ep di atas, betapa rentannya akan bertentangan dengan keinginan daging, bukan? Sebagaimana dicontohkan oleh para pelayan pesta – yang kemungkinan besar bukanlah siapa-siapa dibandingkan dengan tuan rumah yang sangat peduli akan kemeriahan pesta yang salah satu di antaranya adalah ditentukan oleh kualitas anggur yang disajikan kepada para tamu – namun mereka tanpa banyak bertanya patuh menjalankan perintah Yesus. Dan hasilnya adalah suatu keajaiban!

Kepatuhan pada firman dengan melakukannya tanpa banyak pertimbangan dan sanggahan, itulah yang dituntut oleh nas perikop Minggu ini. Sanggup?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s