Andaliman – 124 Khotbah 08 Mei 2011 Minggu Miserikordias Domini

Jangan Kuatir, Tuhan Masih Mengasihi Dunia Ini …

Nas Epistel:  1 Petrus 2 : 21b – 25

2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.

2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Nas Evangelium: Yehezkiel 34:11-19 (bahasa Batak: Hesekiel)

34:11 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya.

34:12 Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan.

34:13 Aku akan membawa mereka keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka dari negeri-negeri dan membawa mereka ke tanahnya; Aku akan menggembalakan mereka di atas gunung-gunung Israel, di alur-alur sungainya dan di semua tempat kediaman orang di tanah itu.

34:14 Di padang rumput yang baik akan Kugembalakan mereka dan di atas gunung-gunung Israel yang tinggi di situlah tempat penggembalaannya; di sana di tempat penggembalaan yang baik mereka akan berbaring dan rumput yang subur menjadi makanannya di atas gunung-gunung Israel.

34:15 Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

34:16 Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.

34:17 Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan.

34:18 Apakah belum cukup bagimu bahwa kamu menghabiskan padang rumput yang terbaik? Mesti pulakah kamu injak-injak padang rumput yang lain-lain dengan kakimu? Belum cukup bahwa kamu minum air yang jernih? Mesti pulakah yang tinggal itu kamu keruhkan dengan kakimu?

34:19 Apakah domba-domba-Ku seharusnya memakan rumput yang sudah diinjak-injak kakimu dan meminum air yang sudah dikeruhkan kakimu?

Ketika menyampaikan khotbah tentang perikop ini, seorang pendeta perempuan sangat semangat menyampaikan keluh kesahnya tentang pelayanan di jemaat HKBP saat ini. Semula aku positif mendengarnya – karena menganggapnya sebagai otokritik, sesuatu yang sudah sangat jarang dilakukan oleh orang-orang saat ini – namun belakangan arahnya menjadi berbeda, mulai mengarah kepada menyerang orang-orang tertentu di HKBP dan sebaliknya menceritakan apa yang sudah diperbuatnya untuk HKBP … Ditambah lagi dengan nada suaranya yang terkesan dibuat-buat (ma’af, ini menurutku yang bisa saja salah …) membuatku mulai muak, lantas mengalihkan perhatian dengan membaca Alkitab, teman yang sangat setia menemaniku bilamana beribadah di gereja.

Benarlah betapa sulitnya menjadi pelayan sebagaimana yang diteladankan oleh Petrus sebagaimana tercantum dalam nas perikop Ep Minggu ini. Bukan hanya sebagai pelayan “aktif” di jemaat/di gereja, melainkan juga sebagai pelayan Tuhan dalam kehidupan kita. Dengan tekanan dan tuntutan yang sangat berat seperti itu, sikap hamba tetap harus didahulukan. Itu semua telah dibayar dengan kematian (dan kebangkitan) Yesus di salib.

Pada sisi lain, Yehezkiel melalui Ev Minggu ini mengajak untuk menyampaikan kebenaran, dan berani menegur perbuatan yang menyimpang (dimisalkan dengan perlakuan gembala terhadap domba dan rumput yang menjadi makanannya …). Hal inilah yang menjadi “santapan” khotbah dari ibu pendeta yang Minggu itu aku mengikuti khotbahnya.

Aku hanya berefleksi terhadap pelayananku dan sikapku selama ini, lebih condong ke manakah? Dan semuanya itu mengerucut bahwa apa yang sudah aku lakukan selama ini masih sangat jauh dari cerminan tentang profil seorang gembala dan pelayan yang baik sebagaimana Yesus yang sepatutnya menjadi model. Dan nama Minggu ini (Miserikordias Domini) yang berarti: “gok asi ni roha ni Jahowa do tano on, menyadarkanku bahwa dalam semuanya itu Tuhan masih berkenan mengasihi. Dengan sepenuhnya. Tidak setengah-setengah …  

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Kadangkala sulit membedakan (baca: memisahkan) antara otokritik dan menghakimi. Bahkan ada pula kecenderungan malah membawa diri kita untuk menceritakan kebaikan diri sendiri yang sangat berpotensi dalam memuliakan diri sendiri.

Bagitulah yang seringkali kita alami. Bisa saja niatnya semula baik, yaitu untuk memberitahukan keterusterangan dan kesediaan untuk memperbaiki, namun godaan untuk memuji diri sendiri juga menjadi sesuatu yang sulit untuk dihindari.

Perikop Ep Minggu ini mengingatkan kita untuk meneladani Yesus dengan segala perlakuan yang diterima-Nya. Sekaligus juga mengingatkan kita untuk menyerahkan segala sesuatunya kepada-Nya saja, sang teladan hidup kita. Dia tetap mengasihi kita sepenuhnya, dengan apapun yang ada pada kita, dan dengan segala kejahatan yang sudah pernah kita lakukan. Dosa kita sudah ditebus-Nya di kayu salib.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s