Andaliman – 125 Khotbah 15 Mei 2011 Minggu Jubilate

Bersorak-sorailah, karena Dukacita akan Berganti dengan Sukacita! 

Nas Epistel:  Mazmur 66:1-7 (bahasa Batak: Psalmen)

66:1 Untuk pemimpin biduan. Nyanyian Mazmur. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi,

66:2 mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian!

66:3 Katakanlah kepada Allah: “Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu; oleh sebab kekuatan-Mu yang besar musuh-Mu tunduk menjilat kepada-Mu.

66:4 Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu.” Sela

66:5 Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia:

66:6 Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia,

66:7 yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, yang mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa. Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan diri. Sela

Nas Evangelium: Yohanes 16:16-20

16:16 “Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku.”

16:17 Mendengar itu beberapa dari murid-Nya berkata seorang kepada yang lain: “Apakah artinya Ia berkata kepada kita: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku? Dan: Aku pergi kepada Bapa?”

16:18 Maka kata mereka: “Apakah artinya Ia berkata: Tinggal sesaat saja? Kita tidak tahu apa maksud-Nya.”

16:19 Yesus tahu, bahwa mereka hendak menanyakan sesuatu kepada-Nya, lalu Ia berkata kepada mereka: “Adakah kamu membicarakan seorang dengan yang lain apa yang Kukatakan tadi, yaitu: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku?

16:20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.  

Bersorak-sorai dan bersukacitalah! Itulah pesan yang ingin disampaikan oleh nas perikop Minggu ini, baik Ep maupun Ev. Jika Ep menyampaikan pesan pemazmur dengan mengutip pengalaman bangsa Israel yang dengan penyertaan Tuhan dilepaskan dari kejaran pasukan Firaun dengan cara mengeringkan Laut Mati sehingga membolehkan bangsa Israel menyeberang, maka Ev menyampaikannya dengan sedikit misteri yang membuat murid-murid Yesus bertanya-tanya.

Ep meminta untuk bersukacita karena Tuhan menunjukkan kuasa-Nya dengan melakukan keajaiban yang melepaskan bangsa Israel dari ancaman kematian. Sesuatu yang biasa, menurutku. Kecuali mujizat yang diperlihatkan Tuhan, yang lainnya adalah tidak istimewa. Wajar ‘kan kalau bersukacita setelah menerima berkat?

Misteri pernyataan Yesus sebagaimana dikutip oleh nas perikop Ev Minggu ini sedikit terkuak dengan jawaban Yesus. Oh ya, terlihat bahwa murid-murid itu punya kekuatiran menanyakan maksud dari ucapan “tinggal sesaat saja lagi”. Mereka takut menghadapi perpisahan. Takut ditinggalkan Yesus yang menjadi sandaran mereka selama ini.

Padahal maksud perkataan Yesus adalah bahwa Dia akan meninggalkan mereka secara fisik, namun tidak secara rohani. Ucapan ini disampaikan Yesus sebelum peristiwa penyaliban, walau maksudnya adalah sebagai pemberitahuan pendahuluan tentang jalan salib yang akan dihadapi-Nya. Dukacita sejenak – karena Yesus akan menyerahkan hidup-Nya di kayu salib – akan berganti sukacita dengan kebangkitan Yesus dari kematian.  

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Pada saatnya – setelah peristiwa kebangkitan dari kematian – Yesus akan pergi kepada Bapa untuk menyiapkan tempat bagi orang-orang yang percaya. Sebagai penggantinya, akan diturunkan Roh yang akan menemani dan menghibur. Karena Roh, maka tidak akan dibatasi oleh ruang dan waktu. Itulah yang harusnya membuat murid-murid bersukacita, dan juga kita pada zaman sekarang ini.

Bersorak-soraklah karena Yesus sudah bangkit. Kita yang mengalami dukacita dengan kematian-Nya – dan kita peringati dalam minggu-minggu Passion sampai kepada peristiwa penyaliban – segera berganti menjadi sukacita karena Yesus memang Tuhan yang mampu bangkit dan mengalahkan kematian. Jubilate! Bersorak-sorailah!

Iklan

One comment on “Andaliman – 125 Khotbah 15 Mei 2011 Minggu Jubilate

  1. Kematian Yesus adalah penebusan, kita yg percaya akan itu tentulah senang, karena hukuman yg seharusnya kita tanggung menjadi Dia yang mengambil alih.Kalau kita sedih berarti kita tidak mau dosa kita ditebus?
    Sewaktu Yesus sedang ke Golgota, Yesus justru bertanya kenapa menangisi aku?
    Jadi seharusnyalah kita senang ketika Yesus mati dan itu yang dikehendakiNya dari kita.
    Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s