Andaliman – 127 Khotbah 29 Mei 2011 Minggu Rogate

Sudah Berdoa? Belum? Lho, koq …?

Nas Epistel:  Mazmur 95:1-7 (bahasa Batak: Psalmen)

95:1 Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita.

95:2 Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.

95:3 Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah.

95:4 Bagian-bagian bumi yang paling dalam ada di tangan-Nya, puncak gunung-gunungpun kepunyaan-Nya.

95:5 Kepunyaan-Nya laut, Dialah yang menjadikannya, dan darat, tangan-Nyalah yang membentuknya.

95:6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.

95:7 Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!

Nas Evangelium: Lukas 11:1-8

11:1 Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.”

11:2 Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.

11:3 Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya

11:4 dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”

11:5 Lalu kata-Nya kepada mereka: “Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti,

11:6 sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;

11:7 masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.

11:8 Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.

Dalam beberapa perkumpulan, hal doa dan berdoa ini sering juga dijadikan bahan pembicaraan. Salah satunya adalah: mengapa orang – terutama kaum bapak – jarang yang rajin datang ke partangiangan wejk? Saalah satu jawabannya adalah: takut disuruh berdoa. Mengejutkan! Bahkan ada seorang bapak – menurut cerita seorang penatua yang bercerita tentang warga jemaat di wejk-nya – yang harus membuat perjanjian agar jangan pernah ditunjuk memimpin doa. Jika tidak, alias jika dilanggar, dia tidak akan datang lagi ke partangiangan wejk selanjutnya …

Memprihatinkan, memang. Itu yang sangat parah. Yang rada ringan adalah, hampir menjadi suatu pemandangan yang “lazim” jika pada suatu persekutuan, orang yang diminta untuk memimpin doa akan menunjuk orang lain. Lalu orang lain tersebut akan menunjuk orang yang lain lagi, sehingga ada kalanya “beban” berdoa tersebut kembali lagi kepada orang yang pertama karena semuanya menghindari tugas tersebut.

Dan banyak lagi cerita-cerita lucu lainnya. Selain menghibur – sebagaimana aku pertama kali mendengar anekdot-anekdot tentang berdoa – kemudian bila direnungkan membuatku berubah menjadi sedih. Bagaimana mungkin seorang orangtua mampu hidup dalam situasi tanpa doa tersebut? Bagaimana pula tentang anak-anaknya? Meskipun ada saja anak yang seorang pendoa ternyata memiliki orangtua yang “malas” berdoa, namun menurutku “keajaiban” seperti itu merupakan suatu keistimewaan yang sangat istimewa.

Minggu ini yang bernama Rogate yang berarti “berdoa”, mengajak untuk mengingat kembali bahwa doa haruslah dijadikan sebagai nafas kehidupan. Artinya, tanpa doa sebenarnya kehidupan seorang Kristen adalah mati. Secara fisik masih ada, namun rohaninya sudah mati. Nas perikop yang menjadi Ep Minggu ini mengingatkan bahwa hanya Allah saja yang layak disembah. Berdoa berarti berlutut (merendahkan diri di hadapan-Nya) dan menyembah Dia, satu-satunya Tuhan yang berkuasa atas segala makhluk dan yang ada di bumi.

Selain Doa Bapa Kami, nas Ev Minggu ini menggugah dengan ilustrasi yang disampaikan Yesus tentang seorang sahabat yang meminta bantuan kepada kawannya untuk bisa meminjamkan tiga roti untuk dihidangkan kepada orang yang sedang menumpang di rumahnya. Jika orang yang dimintai bantuan saja masih punya rasa malu untuk tidak meminjamkan rotinya – dengan mengorbankan kenyamanan hidupnya yang sebenarnya bisa dijadikan alasan untuk menolak permintaan sahabatnya itu, bagaimana pula dengan Bapa yang ada di sorga?

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Banyak hal yang membuat orang tidak lagi mau berdoa. Malu (karena tidak bisa merangkai kata-kata yang indah, padahal itu bukanlah esensi dari suatu doa …), kecewa (karena doanya tidak pernah dikabulkan …), sibuk (yang ini menjadi alasan yang dibuat oleh orang yang tinggal di kota, yang sangat sibuk, benar-benar sibuk, atau pura-pura sibuk, bahkan dibuat-buat sibuk …), adalah beberapa hal yang sering kita dengar. Sebagai orang beriman, doa adalah refleksi keimanan kita kepada Tuhan.

Tuhan hanyalah sejauh doa. Tidak perlu berbayar. Tidak membutuhkan bahasa yang indah-indah. Tidak membutuhkan kalimat-kalimat yang panjang-panjang. Tidak harus berlama-lama sehingga menghabiskan banyak waktu. Tidak … tidak …, dan banyak “tidak” yang lain, karena yang dibutuhkan adalah kerendahan hati dalam menyembah. Ungkapan perasaan dan pikiran kita ke hadapan-Nya dengan bahasa yang kita pahami dan yang kita bisa. Serta kepasrahan pada kehendak-Nya dan percaya bahwa Tuhan pasti memberikan yang terbaik kepada kita.

Kalau begitu, koq belum mau berdoa?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s