Andaliman – 137 Khotbah 07 Agustus 2011 Minggu VII dung Trinitatis

Yesus, Roti Kehidupan, Firman: Mau Kenyang Selama-lamanya?

Nas Epistel:  Mazmur 119:9-16 (bahasa Batak Psalmen)

119:9 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

119:10 Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.

119:11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

119:12 Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

119:13 Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan.

119:14 Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta.

119:15 Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu.

119:16 Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan.

Nas Evangelium: Yohanes 6:30-35

6:30 Maka kata mereka kepada-Nya: “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?

6:31 Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga.”

6:32 Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.

6:33 Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.”

6:34 Maka kata mereka kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.”

6:35 Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Orang-orang sudah makan kenyang dan mengalami mukjizat. Pada masa Perjanjian Lama saat orang Israel dalam perjalanan pulang ke Tanah Kanaan yang mendapatkan manna dari surga. Pada masa Perjanjian Baru, orang Israel juga mendapatkan perjamuan dari Tuhan saat Yesus memberi makan ribuan orang. Begitu pun, mereka belum juga percaya kepada Tuhan! Itulah situasi yang terjadi yang ingin disampaikan oleh nas perikop yang menjadi Ev Minggu ini. Dan Yesus mengatakan bahwa Dia-lah roti kehidupan dengan mengingatkan mereka akan nenek moyang mereka yang menikmati manna, bahwa makanan tersebut juga adalah datangnya dari Tuhan. Bukan hasil karya Musa!

Dan nas perikop Ev Minggu ini mengingatkan bahwa firman Tuhan adalah pedoman satu-satunya yang benar-benar dapat diandalkan dalam hidup ini. Hikmat tesebut meminta agar memperhatikan firman Allah dengan cara merenungkannya dan menyimpannya dalam hati, dan dengan juga menceritakannya kepada orang lain.

Aku bisa menghubungkannya dan menariknya dalam kehidupanku sebagai berikut. Dengan membaca firman Tuhan – sesuatu yang semakin sering aku lakukan belakangan hari ini – mendengarkannya, dan membicarakannya dalam setiap kesempatan yang ada, tentu saja aku semakin memahami bahwa Tuhan benar-benar mengasihiku dan tidak akan membiarkanku berjalan sendirian. Tidak akan meninggalkanku. Menyiapkan berkat yang melimpah bagiku. Kurang apalagi sebenarnya?

Tapi, sama seperti orang-orang Israel yang berada di sekitar Yesus saat itu, aku tetap saja meminta “tanda”. Seakan apa yang tertulis dalam Alkitab yang adalah firman-Nya, yang mencantumkan janji-jani Tuhan (yang harus diimani sebagai tidak pernah meleset …) sekadar rangkaian huruf-huruf yang tidak punya kuasa. Apalagi kalau keadaan semakin ketat menghimpit dan cobaan semakin memberat …

Begitulah, sehingga perikop ini aku rasakan sangat mengena dan sangat menegur. Yesus yang datang menawarkan diri-Nya sebagai roti kehidupan tentu saja bukan roti sembarang roti. Jika memakan roti yang biasa (makanan buatan manusia, maksudnya …) sebentar saja kita sudah kembali lapar. Jangan pula disalahartikan, karena yang dimaksud Yesus adalah roti kehidupan secara rohani. Kalau sudah dikenyangkan oleh firman-Nya, maka tidak akan mengalami kelaparan rohani lagi. Dalam kondisi yang sudah dipenuhi firman-Nya, roh-Nya, dengan keimanan kepada Yesus, tantangan dan godaan dunia yang seringkali membuat “kelaparan” bukanlah sesuatu yang menakutkan lagi …  

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Masih lapar? Oh ya, Minggu ini adalah hari pertama bulan Ramadhan, masa bagi kaum muslimin berpuasa. Satu bulan ini mereka akan berpuasa, menahan lapar dan dahaga. Roti yang ditawarkan Yesus bukanlah roti untuk berbuka saat maghrib …

Roti kehidupan artinya Yesus sumber kehidupan, karena Dia-lah sumber hidup. Melebihi segala makanan yang sebentar dimakan lalu kemudian lapar lagi, Yesus menawarkan makanan rohani yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Makanan yang tidak akan habis-habisnya dan tidak akan membuat lapar lagi. Asalkan datang, dan percaya kepada-Nya. Tidak akan lapar dan dahaga lagi. Itu pasti!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s