“Ceramah” di Pasar

Mewakili Marketing Manager Kantor Pusat, tanggal 25 Juli 2011 yang lalu aku diminta menjadi pembicara di Pasar Balubur, salah satu pasar “modern” yang ada di Bandung. Lokasi di tengah kota dan berdekatan dengan kampus favorit di Bandung, antara lain ITB dan Unpad. Juga menjadi salah satu pasar andalan kami.

Acaranya adalah demo masak kue dan martabak, yang mengundang pengusaha martabak yang berada di kota Bandung dan sekitarnya. Agak mengejutkan, ternyata yang datang kebanyakan adalah kaum ibu. “Yang bapak-bapak lagi istirahat kalau pagi seperti ini, pak karena sore nanti akan buka warung. Makanya ibu-ibunya yang datang …”, kata ketua panitia yang adalah salah seorang pemilik grosir terbesar di Pasar Balubur mencoba menjelaskannya kepadaku.

Karena perusahaan kami adalah sponsor utama, maka mendapat berbagai keistimewaan dari Panitia. Tempat dudukku disediakan paling depan (yang tentu saja aku lebih memilih duduk di belakang berbaur dengan peserta yang hadir, yang ini membuat utusan dari perusahaan lain rada kikuk karena menghadapi hal yang tidak lazim …).

Selain dapat tempat di deretan kursi paling depan, giliran presentasi juga dapat giliran yang pertama. Karena belum punya pengalaman berpresentasi di pasar seperti ini, mula-mula aku mengalami kesulitan menarik perhatian audience yang banyak mengobrol dengan sesamanya (inilah “penyakit” kaum perempuan umumnya …). Karena punya talenta berbicara di depan umum (puji Tuhan untuk berkatnya yang satu ini padaku …), aku pun segera bisa menarik perhatian mereka kemudiannya.

Lho, Boss Koq Membagi-bagi Makanan?

Begitulah, usai menyampaikan presentasi aku pun membantu kawan-kawan Distributor dan anggota tim-ku yang saat itu buka stand berjualan di antara perusahaan lainnya yang menjual keju dan tepung terigu. Karena presentasi dari perusahaan lain juga tidak begitu menarik (nyaris monoton sehingga membosankan …), akupun mencari-cari kesibukan.

Mataku tertumbuk pada kursi kehormatan yang disedikan bagiku di deretan paling depan yang sedari tadinya kosong karena tidak aku duduki. Di mejanya tersedia makanan kue-kue yang sangat banyak. Jam menunjukkan jam sebelas lewat. Mendekati jam lapar, pikirku. Para tamu peserta tidak disediakan makanan, sekalian makan siang. Lalu aku berinisiatif mengambil kue di meja kehormatan tersebut, lalu membaginya kepada para peserta dengan mendatangi mereka ke kursinya satu per satu. Mula-mula ragu – mungkin berpikiran ‘nggak biasanya boss turun tangan membagi makanannya –  namun karena aku desak, ibu-ibu menerimanya dengan senang hati.

Lalu aku ke tempat chef yang sedang memeragakan cara membuat makanan dari bahan Carnation Keju. Ada beberapa loyang yang sudah selesai. Segera saja aku datangi dan meminta izin untuk membagikannya kepada para tamu. Semula menolak – karena merasa itu adalah tugasnya untuk membagikan makanan hasil masakannya – akhirnya chef dengan sungkan menyetujuinya. Jadilah aku membawa martabak (dengan berbagai macam rasa) dan pisang bakar keju ke meja tempat pembagian makanan dan minuman. Oh ya, di sana juga tersedia Nescafe Kopi Tubruk Mocha yang segera saja jadi rebutan juga karena aku juga menghidangkannya kepada setiap peserta yang datang untuk makan dan minum …

Beberapa orang yang tahu, sekilas terlihatku geleng-geleng kepala dan tersenyum melihatku dirubungi oleh ibu-ibu (dan sedikit anak-anak dan kaum bapak …). “Wah, bapak hebat, mau melakukan kerjaan seperti itu. Padahal masih banyak anak buah …”, celetuk salah seorang kepadaku. “Nggak apa, yang lain juga lagi repot. Biasa koq kerjaan melayani seperti ini. ‘Nggak ada yang luar biasa”, jawabku tanpa bermaksud meninggikan diri. Lagian, apa yang luar biasa, ya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s