Andaliman – 139 Khotbah 21 Agustus 2011 Minggu IX setelah Trinitatis

Bijaksanalah! Sampaikan dan Persaksikan Firman!

Nas Epistel:  Mazmur 40:9-12

(40-10) Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.

40:10 (40-11) Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar.

40:11 (40-12) Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu!

40:12 (40-13) Sebab malapetaka mengepung aku sampai tidak terbilang banyaknya. Aku telah terkejar oleh kesalahanku, sehingga aku tidak sanggup melihat; lebih besar jumlahnya dari rambut di kepalaku, sehingga hatiku menyerah.

Nas Evangelium: Matius 7:24-27

7:24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

Kapan pertama kali mendengar firman Tuhan? Aku tidak tahu pasti, tapi pastilah saat aku masih ikut kelas Sekolah Minggu. Guru-guru Sekolah Minggu banyak bercerita tentang kebaikan Tuhan yang biasanya melalui kehidupan Yesus di dunia ini. Tentu saja adalah hal-hal yang baik, yang tentu saja membuatku terpesona, apalagi bila penyampaiannya sangat menarik hati. Terus berlanjut sampai sekarang. Bahkan tidak hanya sekadar mendengar, melainkan membaca dan menyampaikannya juga.

Kesempatannya banyak aku dapatkan di lingkungan jemaat melalui pelayanan rutin. Namun juga di lingkungan pekerjaan (yang ini utamanya melalui tindakan dan perbuatan …) yang secara langsung dilihat oleh orang-orang (termasuk yang non Kristen sebagai mayoritas di banyak tempat di Indonesia). Dibandingkan dengan pemazmur? Wahhh … masih jauh bangetlah. Belum ada apa-apanya. Tapi aku selalu berusaha bersyukur untuk kesempatan yang masih bisa aku dapatkan sambil berdoa semoga berkenan bagi-Nya.

Nas perikop yang menjadi Ep Minggu ini dipakai oleh pemazmur untuk mengingatkan agar selalu mempersaksikan perbuatan-perbuatan Tuhan dalam hidup. Ayat ini yang menjadi doa pujian sebagai ucapan syukur, tercetus berdasarkan pengalamannya yang sangat mendalam tentang sifat dan karya Allah. Oh ya, ayat-ayat ini dikutip oleh penulis Surat Ibrani yang juga dipakai untuk Kristus (Ibrani 10:5-7).

Selanjutnya, nas perikop Ev mengingatkan dengan perbandingan. Firman Tuhan yang sudah didengar harus juga dilakukan dalam kehidupan. Itulah tindakan orang yang bijaksana, kata Yesus seperti orang yang mendirikan rumahnya di atas batu. Artinya, firman Tuhan tersebut dijadikan landasan dalam kehidupan sehingga seberat apapun badai kehidupan tidak akan sanggup merobohkannya. Karena Tuhan yang menjadi batu penjurunya!   

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Kita semua tentu saja punya pengalaman tentang penyertaan Tuhan dalam hidup. Dari setiap kejadian, tentulah kita bisa mengambil berbagai hal untuk pembelajaran. Untuk diri sendiri, pun untuk orang-orang lain. Silakan berbagi agar orang-orang banyak mendapat berkat dari setiap pengalaman kita. Dan itu bisa sebagai “firman” sebagaimana juga kita yakini bahwa firman Tuhan selalu sejalan dengan pengalaman hidup setiap orang.

Selain berbagi, kita juga tentu saja acapkali menerima sharing dari orang lain dengan pengalaman mereka yang juga unik (yang juga sejalan dengan firman Tuhan). Dan itu bisa jadi pengayaan kehidupan.

Sekarang terpulang kepada kita, mau kita apakan firman yang sudah kita dengar dan yang sudah kita ketahui itu? Sekadar menjadi pendengar yang baik, atau sekaligus juga pelaku firman yang aktif? Mau mendirikan rumah di atas batu – dan jadi orang yang bijaksana – atau mendirikannya di atas pasir ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s