Andaliman – 142: Khotbah 11 September 2011 Minggu XII setelah Trinitatis

Masih Tentang Pertobatan dan Menjauhkan Diri dari Sikap Sombong: Masih Ada Harapan untuk Belas Kasih Tuhan …

 

Nas Epistel:  Mazmur 116:1-19 (bahasa Batak: Psalmen)

116:1 Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku.

116:2 Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya.

116:3 Tali-tali maut telah meliliti aku, dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku, aku mengalami kesesakan dan kedukaan.

116:4 Tetapi aku menyerukan nama TUHAN: “Ya TUHAN, luputkanlah kiranya aku!”

116:5 TUHAN adalah pengasih dan adil, Allah kita penyayang.

116:6 TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku.

116:7 Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.

116:8 Ya, Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakiku dari pada tersandung.

116:9 Aku boleh berjalan di hadapan TUHAN, di negeri orang-orang hidup.

116:10 Aku percaya, sekalipun aku berkata: “Aku ini sangat tertindas.”

116:11 Aku ini berkata dalam kebingunganku: “Semua manusia pembohong.”

116:12 Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?

116:13 Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN,

116:14 akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya.

116:15 Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.

116:16 Ya TUHAN, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari hamba-Mu perempuan! Engkau telah membuka ikatan-ikatanku!

116:17 Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN,

116:18 akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya,

116:19 di pelataran rumah TUHAN, di tengah-tengahmu, ya Yerusalem! Haleluya!

Nas Evangelium: Yesaya  29:17-24

29:17 Bukankah hanya sedikit waktu lagi, Libanon akan berubah menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan?

29:18 Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar perkataan-perkataan sebuah kitab, dan lepas dari kekelaman dan kegelapan mata orang-orang buta akan melihat.

29:19 Orang-orang yang sengsara akan tambah bersukaria di dalam TUHAN, dan orang-orang miskin di antara manusia akan bersorak-sorak di dalam Yang Mahakudus, Allah Israel!

29:20 Sebab orang yang gagah sombong akan berakhir dan orang pencemooh akan habis, dan semua orang yang berniat jahat akan dilenyapkan,

29:21 yaitu mereka yang begitu saja menyatakan seseorang berdosa di dalam suatu perkara, dan yang memasang jerat terhadap orang yang menegor mereka di pintu gerbang, dan yang mendesak orang benar dengan alasan yang tidak-tidak.

29:22 Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah kaum keturunan Yakub, Dia yang telah membebaskan Abraham: “Mulai sekarang Yakub tidak lagi mendapat malu, dan mukanya tidak lagi pucat.

29:23 Sebab pada waktu mereka, keturunan Yakub itu, melihat apa yang dibuat tangan-Ku di tengah-tengahnya, mereka akan menguduskan nama-Ku; mereka akan menguduskan Yang Kudus, Allah Yakub, dan mereka akan gentar kepada Allah Israel;

29:24 orang-orang yang sesat pikiran akan mendapat pengertian, dan orang-orang yang bersungut-sungut akan menerima pengajaran.”

Nas perikop Ep Minggu ini adalah merupakan nyanyian syukur pribadi dari pemazmur. Sementara menghadapi kesulitan besar serta sakit penyakit, pemazmur berseru, dan Tuhan menjawab. Membayangkan kejadian seperti ini – Tuhan langsung menjawab doa – aku serta merta merindukannya terjadi padaku berulang-ulang. Melalui pengalaman doa yang terjawab ini, dia menjadi mengenal Allah sebagai pengasih, adil, dan penyayang. Melalui pengalaman, kini dia mengetahui bahwa Allah memelihara, menolong, memberi secara melimpah, dan menyelamatkan. Di tengah kegembiraannya yang meluap, dia ingat bahwa sebelum itu dia berpegang teguh pada imannya, bahkan ketika dia mengatakan, “Aku ini sangat tertindas” (ayat-10). Dalam ketakutannya dan kekuatirannya, dia mengatakan, “Semua manusia pembohong,” yakni suka dusta, sebab tidak memenuhi janji mereka untuk memberikan pertolongan. Dia kini telah belajar bersandar kepada Allah di hadapan kelemahan moral manusia. Pelajaran bagiku: jangan terlalu mengandalkan manusia (dan banyak manusia …), melainkan bersandarlah pada Allah.

Kesadaran pemazmur akan berkat-berkat Allah melahirkan hasratnya untuk mewujudkan sikap bersyukur yang lebih konkret. Dia berjanji akan memberikan persembahan minuman, beribadah, membayar nazar, dan mempersembahkan kurban syukur. Ini bukan tata cara kurban dan persembahan yang biasa. Kerendahan hati pemazmur dan kesadarannya akan dedikasi terlihat pada ayat-16. Sebagai seorang hamba yang dipercayai, dia mengekspresikan ketergantungannya kepada Allah. Alangkah indahnya keteladanan yang seperti ini. Sebagai seorang sintua yang berjanji menjadi hamba-Nya yang setia, ini mengingatkanku akan komitmen yang berulangkali “terlupakan”.

Luar biasa pemazmur yang sudah menyampaikan hal ini hari ini!

Sekarang mari melihat nas perikop Ev Minggu ini. Penggunaan istilah (bangsa) Libanon pada rujukan, barangkali menggambarkan manusia dengan kesombongannya. Orang sombong akan ditebang jatuh, tetapi setelah mereka direndahkan maka muncul pertobatan yang akan membuat tanah yang sudah dibersihkan menjadi kebun buah-buahan (karmel). Tetapi, orang-orang yang sekarang menghasilkan buah-buah kebenaran, belakangan, karena sembrono dan mengabaikan ajaran Tuhan, bisa kembali menjadi hutan yang tidak terurus. Duh, kembali aku diingatkan tentang kesombongan …

Allah menjanjikan kebangunan rohani di Israel, yang berpusat pada orang-orang sengsara dan orang-orang miskin di antara kawanan domba Tuhan. Orang-orang tuli dan buta rohani akan menjadi umat percaya yang menyanyikan nyanyian rohani dengan suka ria. Puji Tuhan!

Kaum materialistis yang bengis, tak bermoral dan mendominasi kehidupan perekonomian dan politik Israel mendapatkan hukuman yang adil dan disingkirkan dari “persemakmuran” Allah. Sang penebus pasti akan mewujudkan rencana-Nya yang sempurna bagi Israel dan menempa mereka menjadi umat yang hormat dan takut kepada Allah, yaitu sesudah mereka bertobat dan membuka hati bagi kebenaran tentang Kristus.

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Kesombongan adalah sifat yang tidak disukai oleh banyak orang. Dan yang dibenci oleh Tuhan. Jika kita hampir tidak menawarkan apapun untuk orang-orang yang sombong (selain hal-hal yang kecenderungannya adalah hal-hal yang negatif …), Allah menawarkan keselamatan bagi orang-orang yang bersedia diubahkan.

Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Sekeras apapun hati, sekotor apapun masa lalu, segelap apapun kehidupan (masa kini dan masa sekarang …), sesuram apapun penglihatan, dan sebanyak apapun kekurangan, Allah mengulurkan tangan-Nya yang lembut dan perkasa untuk mengubahkan segala sesuatunya. Asalkan kita mau berserah pada-Nya dan mengikut-Nya dengan sungguh-sungguh.

Mau?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s