Andaliman – 143 Khotbah 18 September 2011 Minggu XIII setelah Trinitatis

Persaudaraan adalah di Dalam Kristus, bukan Sekadar Hubungan Darah

 

Nas Epistel:  Matius 25:40-46

25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.

25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;

25:43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.

25:44 Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?

25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”

Nas Evangelium: Markus 3:31-35

3:31 Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.

3:32 Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.”

3:33 Jawab Yesus kepada mereka: “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?”

3:34 Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!

3:35 Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

Walau sudah berulangkali, namun seringkali aku mengernyitkan dahi ketika membaca dialog Yesus dan jawaban-jawaban yang diberikan-Nya yang seringkali di luar jangkauan pemikiran dan seringkali pula mengejutkan. Itulah yang menjadi salah satu daya pikat bagiku untuk tidak mudah bosan manakala membaca Injil. Membaca Yesus yang multidimensional. Tak pernah puas untuk membaca dan merenungkannya. Lagi, lagi, dan lagi. Tak hanya menjawab tantangan kaum Farisi dan Saduki, bahkan menanggapi hal yang berhubungan dengan saudara-saudara “lahiriah-Nya” lainnya. Tetap saja menarik untuk disimak.

Dan nas perikop Ev Minggu ini adalah salah satu di antaranya.

Dikisahkah bahwa pada saat itu Yesus sudah mulai populer di kalangan masyarakat Yahudi sebagai pengajar dan penyembuh sehingga banyak orang datang kepada-Nya. Ke mana pun Yesus pergi, orang-orang banyak mengikuti-Nya. Dan kemana pun Yesus datang, orang-orang sudah menunggu kedatangan-Nya. Jadi, benar-benar layaknya seorang pesohor, alias selebritis …

Tentu saja situasi seperti itu berpeluang untuk dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu. Termasuk anggota keluarganya sebagaimana diceritakan dalam nas perikop ini. Dan sikap kurang hormat ditunjukkan oleh sanak keluarga-Nya menurut hubungan daging tersebut. Mereka menyuruh seseorang, bukan mendatangi-Nya secara langsung. Bayangkan bagaimana situasinya saat itu: Yesus sedang berkhotbah kepada banyak orang yang sedang mengerumuni-Nya, lalu ada seseorang “suruhan” yang menyampaikan pesan dari keluarga-Nya tersebut …

Secara lugas, dalam konteks ini diperhadapkan antara “keluarga duniawi” (adik-adik Yesus yang dilahirkan oleh seorang ibu yang sama) dengan “keluarga rohani” (yang kemudian diakui oleh Yesus sebagai saudara-saudari dan ibu-Nya karena melakukan kehendak Allah). Pesan lainnya yang ingin disampaikan oleh Yesus dengan “mengabaikan” saudara-saudari duniawi-Nya adalah mencegah pengkultusan saudara-saudari Yesus tersebut supaya orang-orang jangan menganggap mereka lebih tinggi daripada yang lain karena pada akhirnya Tuhan hanya memandang dari sisi kerohanian seseorang.

Hal yang samalah yang disampaikan Yesus pada nas perikop yang menjadi Ep Minggu ini. Pengajaran kasih harus dilaksanakan kepada semua orang. Bukan hanya kepada orang tertentu, melainkan bahkan kepada orang yang paling hina sekalipun. Karena apa yang dilakukan dan yang tidak dilakukan kepada orang yang paling hina tersebut, ditegaskan Yesus adalah sama dengan melakukan dan atau tidak melakukannya kepada Yesus. Lagi-lagi ini mengejutkan, karena mengesankan bahwa Yesus sendiri rela memosisikan diri-Nya sebagai Orang yang paling hina.

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Perikop yang sangat menarik! Siapa sangka Yesus bersedia merendahkan diri-Nya sama seperti orang yang paling hina? Dan kita dituntut untuk melakukan perbuatan kasih kepada semua orang, bahkan yang paling hina sekalipun karena hal itu sama seperti kita melakukannya terhadap Yesus. Siapakah orang yang paling hina yang pernah kita jadikan sebagai obyek kasih kita? Benar-benar nobody, artinya yang memang tidak kita kenal sama sekali dan tidak mempunyai hubungan kekerabatan dengan kita?

Baguslah kalau memang begitu, karena kecenderungannya adalah aspek kekerabatan tetap menjadi pertimbangan dalam memutuskan siapa yang paling layak kita kasihi. Orang yang tidak kita kenal sama sekali, besar kemungkinannya tidak masuk dalam daftar.

Dan Yesus menegaskan bahwa kita harus mengasihi orang yang paling hina. Karena merekalah saudara dan saudari, bapak, atau ibu yang menjadi keluarga dan kerabat kita karena sudah disatukan dalam persaudaraan di dalam Kristus. Bukan karena pertalian darah, saudara seayah, atau seibu …

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s