Andaliman – 154 Khotbah 04 Desember 2011 Minggu Advent-II

Hanya Dia dan Firman-Nya yang Abadi

Nas Epistel:  Lukas 21:28-33

21:28 Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.”

21:29 Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja.

21:30 Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat.

21:31 Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.

21:32 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi.

21:33 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”

Nas Evangelium: Yesaya 63:15-19; 64:1-3

63:15 Pandanglah dari sorga dan lihatlah dari kediaman-Mu yang kudus dan agung! Di manakah kecemburuan-Mu dan keperkasaan-Mu, hati-Mu yang tergerak dan kasih sayang-Mu? Janganlah kiranya Engkau menahan diri!

63:16 Bukankah Engkau Bapa kami? Sungguh, Abraham tidak tahu apa-apa tentang kami, dan Israel tidak mengenal kami. Ya TUHAN, Engkau sendiri Bapa kami; nama-Mu ialah “Penebus kami” sejak dahulu kala.

63:17 Ya TUHAN, mengapa Engkau biarkan kami sesat dari jalan-Mu, dan mengapa Engkau tegarkan hati kami, sehingga tidak takut kepada-Mu? Kembalilah oleh karena hamba-hamba-Mu, oleh karena suku-suku milik kepunyaan-Mu!

63:18 Mengapa orang-orang fasik menghina tempat kudus-Mu, para lawan kami memijak-mijak bait kudus-Mu?

63:19 Keadaan kami seolah-olah kami dari dahulu kala tidak pernah berada di bawah pemerintahan-Mu, seolah-olah nama-Mu tidak pernah disebut atas kami.

64:1 Sekiranya Engkau mengoyakkan langit dan Engkau turun, sehingga gunung-gunung goyang di hadapan-Mu

64:2 –seperti api membuat ranggas menyala-nyala dan seperti api membuat air mendidih–untuk membuat nama-Mu dikenal oleh lawan-lawan-Mu, sehingga bangsa-bangsa gemetar di hadapan-Mu,

64:3 karena Engkau melakukan kedahsyatan yang tidak kami harapkan, seperti tidak pernah didengar orang sejak dahulu kala!

Minggu Advent yang kedua. Nas perikop Ep Minggu ini mengingatkan bahwa segala seuatu yang ada di dunia ini dapat dilihat melalui gejala yang ditimbulkannya. Dari buahnyalah akan ketahuan pohonnya. Buah yang baik – secara umum dan logika – hanya dapat dihasilkan oleh pohon yang baik. Dan dari buahnyalah kita mengetahui apa ( dan atau siapa) pohonnya. Ingatlah, buah semangga berdaun sirih hanya ada pada lagu Broery Pesolima alias Broery Marantika, penyanyi legendaris yang hidupnya sangat penuh dengan dinamika yang sekarang hanya patut untuk dikenang …

Aku memahaminya bahwa kelakuan setiap orang akan membantu orang lain untuk mengenalinya. Paling tidak, pada tahap awal. Anak-anak Tuhan dapat dilihat dari sikap dan tingkah laku kesehariannya. Jika anak-anak terang, tentulah semua kelakukannya mencerminkan karakter Yesus yang menjadi figur panutannya. Tapi, ada juga, orang-orang beriman, namun kelakuannya jauh dari standar beriman, bahkan lebih buruk daripada orang-orang yang tidak beriman. Pernah dengar pelayan jemaat berhati dan berkelakuan tidak terpuji? Pernah? Atau bahkan sering? Aku memahaminya sebagai orang-orang yang “berkelakuan khusus”. Hal tersebut – bahkan sampai saat ini – berpotensi malah menjauhkan orang-orang dari kehidupan yang benar karena melihat contoh yang tidak baik dari orang-orang yang seharusnya menjadi panutan.

Di gereja dalam kehidupan pelayanan pun demikian. Berulangkali aku mengingatkan orang-orang, bahwa tidak ada jaminan tidak akan menemukan kejahatan di lingkungan gereja sekali pun! Dan ingatlah, bahwa hgereja bukanlah tempat orang-orang yang bebas dari godaan si iblis. Aku berani mengatakan bahwa seringkali kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang di gereja bahkan lebih jahat daripada orang-orang di luar gereja. Jadi, jangan jadikan gereja dan atau manusia di dalamnya sebagai andalan dalam hidup ini, karena sekarang baik bisa saja akan berubah menjadi tidak baik kemudian. Semuanya itu tidak abadi. Hanya Tuhan dan firman-Nya yang abadi, yang tidak akan berubah karena dipengaruhi oleh zaman.

Suasana emosional seperti itulah yang juga dirasakan oleh bangsa Israel di pembuangan sebagaimana dikisahkan dalam nas perikop Ev Minggu ini. Mereka meminta Tuhan untuk mengingat-ingat kebaikan mereka dulunya (persisnya zaman nenek moyang mereka). Sangat lucu kedengarannya. “Seperti anak-anak saja”, kataku di dalam hati. Begitu ‘kan sikap anak-anak? Jika mengalamai sesuatu yang tidak menyenangkan, pasti akan membangkit-bangkitkan kebaikannya yang dulu pernah dilakukannya.

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Menjadi seperti anak-anak, adalah contoh yang diminta Yesus saat menjelaskan tentang kerajaan sorga yang harus disikapi dengan sikap kepolosan. Tapi bersikap kekanak-kanakan sangat berbeda dengan konteks yang sedang kita bicarakan saat ini. Membangkit-bangkitkan hal-hal yang baik pernah kita lakukan, seringkali kita lakukan manakala mengalami suatu hal yang sulit. “Kenapa sih aku harus mengalami hal yang sulit ini, Tuhan? Bukankah aku sudah melaksanakan semua perintah-Mu selama ini? Apakah pantas begini upah yang harus aku terima?” Begitulah sikap yang ditampilkan bangsa Israel sebagaimana diceritakan dalam nas perikop yang menjadi Ev Minggu ini.

Padahal kita (seharusnya) tahu bahwa tidak ada jaminan kalau sudah mengikut Tuhan maka kita akan bebas dari kelulitan. Ujian pasti selalu mengikuti kita dalam hidup. Namun kita juga harus ingat, bahwa kasih setia Tuhan tidak akan meninggalkan kita, anak-Nya yang sangat dikasihi-Nya. Israel yang tegar tengkuk pun masih tetap mendapatkan belas kasihan Tuhan, apalagi kita ini ‘kan? Apalagi kita ini? Ya, apalagi kita ini yang bahkan mungkin lebih sering menunjukkan sikap ketegartengkukan daripada bangsa Israel sendiri!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s