Andaliman – 165 Khotbah 19 Februari 2012 Minggu Estomihi

Surga Itu Ada, lho … Tapi Ingat, Hanya Yesus yang Pernah Turun Dari Surga.

Nas Epistel:  2 Raja-raja 2:1- 12

2:1 Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal.

2:2 Berkatalah Elia kepada Elisa: “Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Betel.” Tetapi Elisa menjawab: “Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.” Lalu pergilah mereka ke Betel.

2:3 Pada waktu itu keluarlah rombongan nabi yang ada di Betel mendapatkan Elisa, lalu berkatalah mereka kepadanya: “Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?” Jawabnya: “Aku juga tahu, diamlah!”

2:4 Berkatalah Elia kepadanya: “Hai Elisa, baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Yerikho.” Tetapi jawabnya: “Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.” Lalu sampailah mereka di Yerikho.

2:5 Pada waktu itu mendekatlah rombongan nabi yang ada di Yerikho kepada Elisa serta berkata kepadanya: “Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?” Jawabnya: “Aku juga tahu, diamlah!”

2:6 Berkatalah Elia kepadanya: “Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke sungai Yordan.” Jawabnya: “Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.” Lalu berjalanlah keduanya.

2:7 Lima puluh orang dari rombongan nabi itu ikut berjalan, tetapi mereka berdiri memandang dari jauh, ketika keduanya berdiri di tepi sungai Yordan.

2:8 Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering.

2:9 Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.” Jawab Elisa: “Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu.”

2:10 Berkatalah Elia: “Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi.”

2:11 Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.

2:12 Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: “Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!” Kemudian tidak dilihatnya lagi, lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua koyakan.

Nas Evangelium: Markus 9:2-9

9;2 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,

9:3 dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.

9:4 Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.

9:5 Kata Petrus kepada Yesus: “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”

9:6 Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan.

9:7 Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.”

9:8 Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorangpun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri.

9:9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorangpun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati.

Nas perikop Minggu ini menceritakan kejadian supranatural, alias adikodrati. Dan keduanya menghubungan antara Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru. Pada PL sebagaimana yang disampaikan pada nas perikop yang Ep Minggu ini adalah tentang Elia yang diundang Tuhan secara langsung (artinya: tanpa harus melalui kematian) ke sorga. Luar biasa! Tidak banyak manusia yang mengalami hal seperti itu. Disaksikan oleh Elisa – asistennya – dan rombongan yang terdiri dari lima puluh orang lainnya, nabi Elia naik ke surga.

Bagi yang suka “mempertentangkan” (ma’af, sebaiknya pakai istilah “membandingkan”, ya …) antara PL dan PB, kali ini bisa melihat ketersambungan keduanya, yakni melalui tokoh Elia. Elia yang di PL dipersaksikan naik ke sorga, berabad kemudian (persisnya dalam era PB) masih bisa dipersaksikan oleh murid-murid Yesus. Ini berarti bahwa apa yang disampaikan PL bukanlah “isapan jempol” belaka. Sebaliknya, zaman berikutnya membuktikan kebenaran yang disampaikan oleh PL.

Ada hal lain yang bisa aku lihat dari perikop Ev Minggu ini, yaitu: surga itu memang nyata (bukan hanya dongeng, apalagi cerita rekayasa orang-orang tertentu …). Dan di sana berdiam para pejuang iman. Sekali lagi, itu berarti bahwa pengharapan akan kehidupan kekal setelah kehidupan di dunia ini tidaklah sia-sia.

Melihat hal yang sangat menakjubkan tersebut – mungkin saja Petrus dan kawan-kawan sebelumnya tidak begitu memahami tentang konsep surgawi sehingga sangat kaget, sehingga tindakan yang diusulkannya kepada Yesus terkesan konyol. Bagaimana mungkin orang yang sudah berada di sorga (yang tentunya mengalami kehidupan yang sangat membahagiakan …) masih ditawari kehidupan di dunia yang fana dengan menyediakan tenda bagi masing-masing mereka. Begitulah yang acapkali aku lakukan: menawarkan sesuatu dengan kemampuanku yang sangat terbatas untuk memahami sesuatu yang jauh lebih besar.

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Buku “Surga Itu Nyata” adalah salah satu buku yang masih digandrungi oleh banyak orang hingga saat ini. Aku belum pernah membacanya sampai tuntas – karena tidak tertarik sehingga tidak membelinya – namun aku bisa menduga isinya: ada orang yang berani mempersaksikan bahwa dia pernah naik ke surga. Ada lagi satu tokoh gereja (karena saking ajaibnya, nyaris dikultuskan di jemaatnya …) yang mengklaim bahwa dia sering naik ke sorga. Dan juga turun dari surga. Enak banget kalau memang bisa seperti ini …

Jangan mudah disesatkan. Dari nas perikop Minggu ini aku bisa menarik pelajaran sebagai berikut:

(1)   Surga itu memang ada, jadi tetaplah berpengharapan akan kehidupan kekal

(2)   Manusia yang masih hidup saat ini bisa saja melihatnya. Bahkan dapat merasakannya. Syaratnya? Hiduplah seturut dengan kehendak Allah. Bukankah kita juga dituntut untuk mewujudkan kerajaan Allah di bumi? Tanpa harus melakukan “hal-hal yang aneh”, kehidupan surgawi dapat kita rasakan dalam kehidupan kini dan di sini …

(3)   Ada beberapa orang yang pernah naik ke surga, tapi hanya Yesus seorang sajalah yang pernah turun dari surga. Karena Dia adalah Anak Allah, yang punya posisi yang sangat berbeda dari manusia siapapun yang pernah ada di bumi. Oleh sebab itu, kita harus menolak pernyataan dan pengakuan seseorang yang pernah naik ke surge dan turun dari surga.

Masih belum percaya? Masih belum melihat kebenaran?

Iklan

One comment on “Andaliman – 165 Khotbah 19 Februari 2012 Minggu Estomihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s