Andaliman-170 Khotbah 25 Maret 2012 Minggu Judika

Muliakan Tuhan! Ditanam, bukan Dikubur!

Nas Evangelium Yohanes 12:20-33

12:20 Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani.

12:21 Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: “Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus.”

12:22 Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus.

12:23 Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.

12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

12:25 Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

12:26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

12:27 Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.

12:28 Bapa, muliakanlah nama-Mu!” Maka terdengarlah suara dari sorga: “Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!”

12:29 Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: “Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia.”

12:30 Jawab Yesus: “Suara itu telah terdengar bukan oleh karena Aku, melainkan oleh karena kamu.

12:31 Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar;

12:32 dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.”

12:33 Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.

Nas Epistel Mazmur 51:1-12 (bahasa Batak Psalmen)

51:1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud,

(51-2) ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba.

(51-3) Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!

51:2 (51-4) Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! 51:3 (51-5) Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.

51:4 (51-6) Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.

51:5 (51-7) Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

51:6 (51-8) Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.

51:7 (51-9) Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!

51:8 (51-10) Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!

51:9 (51-11) Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! 51:10 (51-12) Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!

51:11 (51-13) Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!

51:12 (51-14) Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!

Sekilas, jauh sekali antara nas Ep dan Ev Minggu ini. Bagaimana dan apa hubungan antara Yesus yang dipermuliakan dengan Daud yang bertobat dari selingkuhnya dengan Bersyeba? Berulangkali, bolak-balik, aku mencari hubungan antara keduanya, namun tetap ‘nggak ketemu … Memang pergi ke mana, hai engkau keterkaitan antara Ep dan Ev?

Jika harus “dipaksa”, jawabannya mungkin pada kata “kemuliaan”. Ya, pada kemuliaan. Kemuliaan Tuhan sematalah yang memungkinkan Daud pulih dari keterpurukannya setelah berzinah dengan Bersyeba dan melakukan pembunuhan terhadap suami Bersyeba dengan menyuruhnya pergi ke peperangan yang tidak berimbang agar terbunuh oleh lawan. Daud dengan penyesalannya yang amat sangat – setelah ditegur dengan sangat keras oleh nabi Natan – selanjutnya menyerahkan hidupnya hanya untuk kebaikan dan kemuliaan Allah. Tunduk pada perintah Allah. Hal yang sama dilakukan oleh Yesus dengan taat dan tunduk patuh pada rencana Allah. Bahkan sampai mati di kayu salib!

Apa beda antara dikubur dengan ditanam? Persamaannya: sama-sama masuk ke dalam tanah, menghadapi kegelapan yang amat sangat, rasa dingin yang sangat mencekam, dan hal-hal lain yang menakutkan. Bedanya: yang satu tidak akan hidup, sedangkan satunya lagi akan muncul dengan kehidupan yang baru. Orang matilah yang akan dikubur (dan tentunya tidak akan hidup kembali, dan akan menimbulkan kehebohan jika benar-benar ada orang mati yang bisa hidup kembali …), sedangkan yang ditanam adalah tumbuhan yang dari benihnya akan keluar tunas dan kehidupan yang baru.

Yesus menggunakan ilustrasi biji gandum yang ditanam, mati, lalu keluar dari dalam tanah dengan kehidupan baru yang akan memberikan kehidupan yang lebih banyak daripada hanya sekadar sebuah biji gandum. Dan Yesus mengumpamakan kejadian yang akan terjadi pada diri-Nya sendiri, yang akan mati namun hidup kembali untuk memberikan kehidupan bagi banyak orang.

Bekal/Tantangan/Ilustrasi bagi (Warga) Jemaat

Sudahkah pesan yang disampaikan Yesus tentang “kematian yang memuliakan” ini kita jadikan sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan kita sehari-hari? Apakah kita sudah pernah melakukannya: “mematikan” keinginan daging untuk memberikan “kehidupan” bagi orang-orang yang berada di sekitar kita?

Ilustrasi yang sederhana: pernahkah kita mengurungkan niat membelanjakan uang dalam jumlah tertentu untuk sekadar bersenang-senang, lalu memberikannya kepada orang lain yang lebih membutuhkan? Dan ingat, motivasinya untuk kemuliaan Tuhan. Bukan untuk kemuliaan diri sendiri dan memegahkan diri sebagaimana yang banyak dilakukan oleh orang-orang pada saat ini.

Minggu Judika yang dijadikan thema untuk kita semua adalah mengingatkan diri kita dengan bertanya pada diri sendiri, menyelidiki hati kita, tentang komitmen menggunakan hidup kita hanya untuk memuliakan nama-Nya semata.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s