Salamat Ulang Taon, Auli, Boru Hasian!

Hari ini Auli berulang tahun. Tak terasa, sudah sepuluh tahun usia putri kami ini. Dan sudah sepuluh tahun pula kami merasakan sukacita dengan kehadirannya di tengah-tengah keluarga kami. Kami bersyukur atas kemurahan Tuhan ini, salah satu di antara keajaiban yang kami rasakan dalam hidup.

Aku masih di Medan hari ini. Mengambil cuti sejak kemarin. Untuk menengok Mamak yang sudah hampir seminggu tergeletak di ruang ICU Rumah Sakit Santa Elizabeth di Medan. Sejak ulang tahun beliau yang adalah 23 Maret. Jadi, bertepatan dengan hari ulang tahun, Mamak malah harus masuk rumah sakit karena stroke.

Tadi sebelum jam enam aku bertelepon ke Bandung. Diterima oleh Mak Auli yang mengabarkan bahwa Auli masih tidur, sambil menjanjikan akan me-missed call-ku nanti manakala Auli sudah bangun. ‘Nginap di rumah mertua yang nyaman, aku pun sengaja menunda ke kamar mandi (mencegah jangan sampai ada missed call ketika aku masih di kamar mandi …). Tak berapa lama ada SMS masuk yang mengabarkan bahwa “Auli siap menerima ucapan selamat ulang tahun”

Aku pun bertelepon yang berulangkali dijawab dengan “oek … oek …”. Semula terkejut – “permainan apa pula ini …”, pikirku – namun suara Mak Auli di belakang membuatku menjadi jelas. “Ada anak bayi yang baru lahir, pa …”. Sesuatu yang menyukacitakan setelah kelelahan mengurus orangtua yang sakit parah.

Sebelum menutup pembicaraan – karena Auli akan bersiap-siap mandi lalu berangkat ke sekolah – aku pun meminta mereka nanti menjemputku di Bandara Hussein Sastranegara untuk sama-sama menikmati malam di Bandung untuk merayakan ulangtahun Auli dengan sederhana. Aku berterima kasih pada Tuhan yang membuat Auli maklum bahwa perayaannya harus menunggu kepulanganku dari Medan. Aku berharap hal ini dapat memberikan pengajaran padanya tentang nilai kekeluargaan dan penghormatan pada orangtua yang seringkali memang membutuhkan pengorbanan daripada kesenangan diri sendiri.

Salamat ulang taon, Auli! Debata ma na sai tongtong mandongani saleleng ni ngolum …

Habang ma si anduhur, manortor si bunga jambu

Sai ganjang ma umur, sibahen las ni roha di tonga-tonga jabu.

Horas! Horas! Horas!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s