Andaliman – 189 Khotbah 05 Agustus 2012 Minggu-IX Setelah Trinitatis

Siapa yang Masih Lapar? Ada Yesus, koq Masih Bersungut-sungut?

Nas Epistel:  Keluaran 16:2-4; 9-15 (bahasa Batak: 2 Musa)

16:2 Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun;

16:3 dan berkata kepada mereka: “Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan.”

16:4 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak.

16:9 Kata Musa kepada Harun: “Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Marilah dekat ke hadapan TUHAN, sebab Ia telah mendengar sungut-sungutmu.”

16:10 Dan sedang Harun berbicara kepada segenap jemaah Israel, mereka memalingkan mukanya ke arah padang gurun–maka tampaklah kemuliaan TUHAN dalam awan.

16:11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa:

16:12 “Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu.”

16:13 Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu.

16:14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi.

16:15 Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: “Apakah ini?” Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: “Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu.

Nas Evangelium: Yohanes 6:24-35

6:24 Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.

Roti hidup

6:25 Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?”

6:26 Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

6:27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.”

6:28 Lalu kata mereka kepada-Nya: “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?”

6:29 Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”

6:30 Maka kata mereka kepada-Nya: “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?

6:31 Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga.”

6:32 Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.

6:33 Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.”

6:34 Maka kata mereka kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.” 6:35 Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Minggu lalu nas khotbah sudah membicarakan tentang kelaparan (persisnya: pemeliharaan Tuhan pada umat-nya dengan janji untuk selalu menyediakan makanan yang cukup. Minggu ini topiknya tidak jauh dengan minggu lalu. Kelihatannya penekanan akan pemeliharaan Allah pada orang-orang percaya masih perlu dilakukan berulang.

Nas Ep mengingatkan pada kisah perjalanan bangsa Israel dari perbudakan Mesir kembali ke Kanaan. Karakter bangsa Israel yang keras kepala dan keras hati – masih ada kekerasan yang lain? – bersungut-sungut karena ketiadaan makanan dan menyesali kenapa mau-mau aja diajak pergi meninggalkan Mesir yang dulunya selalu menyediakan makanan yang enak-enak. Menyedihkan sekali sikap seperti ini. Keselamatan yang ditawarkan Tuhan dengan membebaskan mereka dari perbudakan menjadi tidak lebih menarik karena lebih memilih tetap dijajah asalkan makanan enak selalu tersedia.

Dan Yesus mengingatkan bangsa Israel kembali – yang tentunya masih memiliki karakter yang tidak berbeda dengan nenek moyang mereka yang dahulu dibebaskan dari perbudakan Mesir – bahwa bukan Musa melainkan Allah-lah yang memberikan mereka makanan sehingga tidak kelaparan lagi. Sambil mengingatkan mereka untuk bekerja agar tidak kelaparan lagi pada masa kini. Kerja apaan? Dengan tegas Yesus mengatakan agar bekerja untuk mendapatkan roti yang akan mengenyangkan untuk selama-lamanya, yaitu Yesus sendiri. Artinya, ikutlah Yesus. Jadikan Dia sebagai teladan dalam menafkahi hidup. Jasmani perlu, tapi rohani adalah yang utama.   

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Sikap bangsa Israel yang dikisahkan dalam nas perikop Minggu ini sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Mudah bersungut-sungut manakala penderitaan datang, lalu melupakan penyertaan Tuhan selama ini. Lebih memilih hidup dalam gelimang dosa – yang memang cenderungnya menyajikan kenikmatan duniawi – manakala ada ujian sedikit yang sebenarnya menjanjikan kenikmatan surgawi. Tantangan yang sangat mungkin kita hadapi (dan banyak orang) ketika baru memutuskan mengikuti Kristus dan menjalani hidup.

Yesus mengingatkan bahwa Tuhan sang pemilik kehidupanlah yang memberikan makanan untuk hidup. Dan Dia berjanji untuk memelihara kehidupan tersebut (dengan menjanjikan roti yang tetap mengenyangkan) sepanjang kita mengikuti jalan-Nya. Bekerjalah untuk itu, artinya lakukanlah pekerjaan yang juga mengutamakan kekenyangan rohani daripada “sekadar” jasmani.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s