Andaliman – 205 Khotbah 25 November 2012 Minggu Ujung Taon Parhuriaon

Dia-lah Alfa dan Omega, Sang Empunya Kerajaan … Dan Kita Dijadikan-Nya sebagai Kerajaan Kudus

Nas Epistel:  Wahyu 1:4b-8 (bahasa Batak Pangungkapon)

1:4 Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya,

1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya—

1:6 dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, –bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.

1:8 “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.”

Nas Evangelium: Daniel 7:9-10; 13-14

7:9 Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;

7:10 suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab.

7:13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.

7:14 Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah..

”Sangat jarang pendeta HKBP mau membawakan khotbah tentang hari kiamat. Bahkan kalau bisa dihindari, mereka akan cari nas lain yang bukan dari Wahyu atau Daniel seperti yang kita sedang bahas ini …”, kata seorang penatua yang duduk di sebelahku ketika sermon parhalado minggu lalu. Bukan pertama kali ini saja aku mendengar pernyataan yang seperti itu. Terkesan nada “putus asa”, mungkin melihat bagaimana pak pendeta yang sedang menanggapi pertanyaan dan pernyataan beberapa penatua. Sementara penatua yang mendapat kesempatan sebagai penyaji materi sermon hanya terdiam duduk di sebelah pak pendeta. “Itulah kalau membuat bahan sermon hanya sekadar menjiplak dari buku. Bukan dari pemikiran dan karya tulis sendiri”, komentar yang lain setengah berbisik padaku. Hal yang pernah aku sampaikan ke pendeta dan beberapa penatua yang memprihatinkan “kebiasaan” yang dilakukan oleh kebanyakan penatua bilamana mendapat kesempatan sebagai penyaji bahan sermon: sekadar copy and paste, tanpa pendalaman lebih lanjut. Ditambah kalau pendeta yang kurang rajin membaca, “klop-lah” menjadikan diskusi yang “kering”. Itu pula salah satu alasan yang pernah aku dengar dari penatua yang “malas” datang ke sermon, karena: “Tak ada pun bertambah pengetahuan dari sermon kita …”. Duh!

Bukan karena merasa lebih hebat – ma’afkanlah aku kalau sempat terkesan seperti itu – tapi aku sangat tertarik dengan kedua kitab ini. Meskipun sangat sulit dipahami dan seringkali membuatku mengernyitkan dahi karena banyak simbol, perbandingan, dan istilah yang sangat sulit unyuk dimengerti. Seringkali aku berusaha membayangkan kejadian yang coba disampaikan melalui kedua kitab ini. 

Kedua perikop ini menjelaskan tentang penglihatan, sesuatu yang akan terjadi kemudian. Entah kapan, tapi pasti akan terjadi. Yohanes yang mengklaim dirinya sebagai penerima penglihatan mengirimkan surat ini kepada tujuh jemaat. Ada beberapa pandangan tentang tujuh jemaat ini, namun pada umumnya sepakat bahwa tujuh menunjukkan kesempurnaan dan mewakili semua jemaat dengan karakternya masing-masing. Dan memang, semua karakter jemaat (gereja, maksudnya sudah terwakili oleh ketujuh jemaat tersebut …).

Tujuh roh (atau Roh, karena bahasa Yunani tidak membedakan antara huruf besar dan huruf kecil …) semakin menunjukkan kesempurnaan pesan atas penglihatan yang disampaikan oleh Yohanes, sang penulis kitab Wahyu ini. “Tujuan utama kitab Wahyu adalah menggambarkan kemenangan kerajaan Allah ketika Kristus datang kembali untuk mendirikan kerajaan-Nya di bumi; peristiwa-peristiwa akhir zaman sekitar kedatangan-Nya itu juga dipaparkan. Ini menyampaikan suatu kemenangan eskatologis bagi orang yang setia, sambil mengajarkan bahwa sejarah akan berakhir dengan jatuhnya hukuman atas sistem Iblis dalam dunia ini dan dalam pemerintahan Kristus yang kekal dengan umat-Nya.”, demikianlah penjelasan dalam salah satu rujukan. 

Alfa adalah huruf pertama dari alfabet Yunani dan Omega adalah huruf terakhir, yang berarti bahwa Allah itu kekal, dari penciptaan sampai kesudahannya, Ia adalah Tuhan di atas semuanya. Ialah yang akhirnya menang atas kejahatan dan memerintah segala sesuatu.

Kita lihat peranan Yesus dalam kedua perikop ini:

(1)   Sebagai Saksi: yang sudah menyaksikan kerajaan kekal karena satu-satunya manusia yang pernah datang dari sorga setelah dibangkitkan dari kematian. Jadi jangan percaya jika ada orang yang berani (entah dengan dasar apa …) mengklaim dirinya sudah pernah dari sorga (apalagi masih hidup sampai sekarang …). Oh ya, Yesus dikatakan yang pertama bangkit dari kematian, maksudnya adalah Yesus-lah yang sulung yang bangkit dari kematian dan ‘nggak mati lagi sampai selama-lamanya. Beda dengan Lazarus, misalnya yang terlebih dahulu dibangkitkan oleh Yesus dari kematian yang tentunya juga akan kemudian mati selama-lamanya.

(2)   Pembasuh dosa manusia dengan darah-Nya yang tercurah di kayu salib. Satu-satunya! Tidak ada yang lain!

(3)   Penguasa setelah mengalahkan semua kekuatan yang ada di bumi, kekuatan manusia, kuasa raja-raja dunia, dan termasuk juga iblis. Semuanya akan takluk pada saat Yesus datang kembali ke dunia. Masih ingat dengan perikop khotbah Minggu lalu, ‘kan? Orang-orang yang sudah mati kemudian akan dibangunkan dari tidurnya yang panjang (jadi bukan di surga, ya! Oleh sebab itu, jangan pernah lagi mengatakan kepada keluarga yang berduka karena ditinggal mati oleh sanak keluarganya bahwa keluarganya yang mati itu sudah di surga).

(4)   Dia-lah yang awal dan yang akhir. Yang pertama kali ada di dunia sebelum dunia diciptakan, dan akan menjadi yang terakhir pula setelah dunia dihakimi.

 Yesus akan datang dalam awan-awan menjemput semua manusia, baik yang sudah mati maupun yang masih hidup dalam Ep Minggu ini. Hal yang sama disampaikan oleh nas perikop yang menjadi Ev Minggu ini.

Nah, kemudian perikop Ev mengajak untuk melihat suasana penghakiman. Yesus yang datang dalam awan-awan lalu menghadap Allah Bapa (“Orang yang Lanjut Usianya”, demikian disampaikan Daniel) yang suci dan penuh kemuliaan untuk menerima kuasa untuk menghakimi manusia. Penghakiman dilakukan dengan membuka kitab-kitab. Kitab-kitab? Iya, itu berarti tidak hanya ada satu kitab. 

Terlebih dahulu dibuka kitab yang berisi perbuatan-perbuatan manusia yang sedang dihakimi. Dalam kitab tersebut tertera semua perbuatan, baik yang jahat maupun yang baik. Setelah dibacakan semuanya, lalu dipertimbangkan. Jika orang yang sedang dihakimi ternyata memiliki lebih banyak perbuatan baik daripada perbuatan yang jahat, belum tentu langsung berhak untuk masuk kerajaan surga. Perlu dipastikan juga apakah namanya ada tertera dalam Kitab Kehidupan. Jika ada, maka silakan masuk ke sebelah kanan Allah Bapa untuk bergabung dengan orang-orang benar. Jika tidak ada, maka dengan sangat menyesal, nerakalah bagiannya. Itu berarti bahwa dalam melakukan perbuatan baik, orang tersebut tidaklah didorong oleh motivasi yang benar sebagaimana yang dituntut oleh Tuhan. Bisa saja dia melakukan semua perbuatan baik tersebut didasari oleh keinginan yang kuat untuk memuliakan dirinya sendiri, bukan kemuliaan Allah. Kasihan sekali …  

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Apa pesan yang bisa kita dapatkan dari nas perikop Minggu ini? Tentu saja pemahaman dan keyakinan yang teguh bahwa:

(1)   Kerajaan dunia ini akan berakhir, dan semuanya akan takluk kepada Tuhan

(2)   Yesus-lah satu-satunya yang bisa diikuti dalam kehidupan di dunia dan juga persiapan memasuki kehidupan di akhirat, karena hanya Yesus-lah yang terlibat dalam penghakiman sebagai satu-satunya yang mendapat kuasa dari Allah Bapa untuk melakukan proses penghakiman yang sangat menentukan tersebut. Yang lain yang mengklaim dirinya sebagai orang suci? Ma’aflah yawww … ‘nggak ada tuh disebutkan!

(3)   Sekali lagi, semua manusia akan dihakimi sekaligus.

Oh ya, Minggu ini adalah Minggu untuk mengenang orang-orang yang sudah mati. Akan ada acara khusus dalam ibadah Minggu dengan agenda yang khusus. Dalam kesempatan tersebut akan dibacakan nama-nama warga jemaat yang meninggal selama satu tahun jemaat (akhir November 2011 sampai 24 November 2012, itulah sebabnya juga disebutkan sebagai ujung taon parhuriaon). Akan ada isak tangis bagi yang masih bersedih, namun yang utama adalah acara khusus tersebut bukan untuk yang sudah mati, melainkan ditujukan kepada yang masih hidup (kita, yakni aku dan engkau …) untuk menyadari dan mengingat bahwa pada saatnya kita juga akan mati. Jadi, persiapkanlah diri sejak sekarang selagi masih ada kesempatan.

Itulah sebabnya aku me-wanti-wanti: acara Minggu itu adalah parningotan di angka naung monding, bukan parningotan tu angka naung monding. Pengingatan akan orang-orang yang sudah meninggal, bukan pengingatan kepada orang-orang yang sudah mati. Yang masih hiduplah yang perlu diingatkan akan hari kematian, bukan yang sudah mati. Masih ingat cerita Lazarus (orang miskin dan pengumpul remah-remah roti sisa yang dibuang oleh orang kaya sebagai makanannya) dan orang kaya (yang setelah mati baru menyadari kesalahannya lalu meminta untuk mengingatkan keluarganya yang masih hidup agar tidak meniru dirinya supaya jangan masuk ke neraka), ‘kan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s