Andaliman – 206 Khotbah 01 Desember 2012 Minggu Adven-I

Dia akan Datang … Bersiaplah! Kapan? Orang Percaya Pasti Tahu Nantinya!

Nas Epistel:  Lukas 21: 25-33

21:25 “Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.

21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

21:27 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

21:28 Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.”

21:29 Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: “Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja.

21:30 Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat.

21:31 Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.

21:32 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi.

21:33 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”

Nas Evangelium: Yeremia 33: 14-16

33:14 “Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menepati janji yang telah Kukatakan kepada kaum Israel dan kaum Yehuda.

33:15 Pada waktu itu dan pada masa itu Aku akan menumbuhkan Tunas keadilan bagi Daud. Ia akan melaksanakan keadilan dan kebenaran di negeri.

33:16 Pada waktu itu Yehuda akan dibebaskan, dan Yerusalem akan hidup dengan tenteram. Dan dengan nama inilah mereka akan dipanggil: TUHAN keadilan kita!

Puji Tuhan! Sekarang sudah masuk Minggu Advent! Minggu penantian dan persiapan menyambut (perayaan) kelahiran Yesus Kristus. Nas perikop Minggu ini “sangat cantik”, dalam artian sangat berhubungan antara Ep dan Ev (jujur saja, sangat jarang keserasian seperti ini terjadi di Almanak HKBP …).

Dalam nas Ep Yesus menyampaikan tentang masa penantian dan kedatangan-Nya nanti untuk menjemput orang-orang percaya dalam kemuliaan-Nya. Setelah berbagai kesulitan yang dihadapi oleh manusia – kesukaran yang sangat sukar, bahkan tidak terpikirkan manusia – yang membuat sangat ketakutan dan cemas, maka Dia akan datang dalam awan kemuliaan. Pada saat itu, orang-orang percaya harus mampu meyakini bahwa itu adalah saatnya penjemputan.

Memahaminya dalam kehidupan saat ini, aku melihat betapa kehidupan saat ini sangat “membingungkan”: yang jahat malah mendapatkan perlakuan istimewa. Lihat saja para koruptor yang malah mendapatkan eksposur layaknya selebritas, demikian juga penguasa lalim, para pezinah, para pendusta … Di lingkungan yang seharusnya “steril” seperti gereja pun, malah para hamba Tuhan melakukan perbuatan yang tidak pantas. Penegak hukum melakukan perbuatan melawan hukum, hamba Tuhan yang harusnya mengingatkan umat untuk tidak melakukan dosa malah “ikut-ikutan” menjadi pendosa … Nah, dalam menghadapi situasi yang kacau seperti ini, firman Tuhan ini mengingatkanku: bahwa “… apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.” (ayat 28). Artinya, lihat kepada Kristus, yang firman-Nya tidak akan berlalu walaupun dunia ini akan berlalu nantinya (ayat 33).

Masih ada lagi: saat kedatangan Kristus yang kedua kali ke dunia ini akan diikuti (atau didahului?) oleh tanda-tanda khusus. Banyak orang mengatakan bencana alam, gempa bumi, laut yang menggelora meluluhlantakkan semuanya, namun menurutku itu semua bukanlah suatu ketentuan. Buktinya, sudah berulangkali bencana yang maha dahsyat itu terjadi, namun kiamat dan kesudahan dunia ini belum juga tiba, ‘kan? Oleh sebab itu, menurutku:

(1)   Bencana alam dan segala yang sangat mencemaskan manusia di dunia ini “boleh-boleh saja” terjadi, namun belum tentu semua itu sebagai tanda-tanda akhir zaman dan kedatangan Kristus yang kedua kali. Itu hanyalah “sekadar” mengingatkan untuk berpaling kepada-Nya.

(2)   Lalu apa tanda-tanda yang sebenarnya? “… kamu tahu dengan sendirinya …” (ayat 30), artinya setiap orang percaya akan diberikan kemampuan untuk mengetahui saatnya. Lebih pekalah terhadap suara-Nya.

Ada yang “sedikit mengganggu”, yaitu pemahaman tentang “… angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi …” (ayat 32). Ada tafsiran yang mengatakan bahwa yang dimaksud Yesus adalah bangsa Israel, yang berarti bahwa bangsa Israel masih akan tetap ada sampai akhir zaman (nubuatan yang seringkali terbukti dengan merenungkan bahwa konflik kontemporer yang dialami Israel di Timur Tengah – saat ini sedang terjadi dengan Palestina sehubungan dengan jalur Gaza – yang seringkali mengancam keberadaannya sebagai bangsa …). Bukan mengecil, malah membesar setiap selesai suatu konflik. Namun, kalau Yesus dengan sempit mengatakan bahwa yang dimaksud-Nya adalah Israel, lantas bagaimana dengan bangsa Indonesia? Atau, “bangsa” Batak?

Sebaliknya, jika yang dimaksudkan adalah orang-orang yang hidup ketika kalimat tersebut diucapkan Yesus, maka ayat-ayat selanjutnya harus lebih dipersempit bahwa secara eksklusif ditujukan bagi peristiwa kejatuhan Israel dan runtuhnya persemakmuran Yahudi.

Nah, karena menurutku bahwa ucapan Yesus adalah universal dan ditujukan kepada semua bangsa dan pada segala abad, maka yang dimaksud dengan “angkatan ini” adalah gereja-Nya. Bagian dari tubuh-Nya yang tentu saja akan selalu dijaga-Nya sampai kesudahannya alias sampai akhir zaman. Tentu saja saat Kristus datang kembali, Dia akan mendatangi gereja-Nya; setelah itu, eksistensi Gereja sudah tidak diperlukan lagi …

Kedua perikop ini ada membicarakan tentang tunas. Pada Ep Yesus membicarakan tentang kelahiran tunas sebagai tanda perubahan musim, sedangkan pada Ev Yeremia membicarakan tentang kelahiran juru selamat yang menunjukkan perjanjian keselamatan yang baru. Keduanya mengacu kepada Yesus, yang kelahiran-Nya akan dirayakan oleh manusia dan minggu-minggu ini adalah kesempatan untuk mempersiapkan diri.

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Pada Minggu Advent yang pertama ini kita diingatkan untuk mempersiapkan diri dalam menyambut kelahiran-Nya sebagai pembebas dan penyelamat. Minggu ini kita diminta untuk membebaskan diri kita dari dan terhadap:

(1)   Keraguan tentang kelahiran-Nya sebagai manusia “biasa” dengan kesederhanaannya

(2)   Keraguan akan kedatangan-Nya kembali dalam kemuliaan-Nya

(3)   Keraguan dalam memahami tanda-tanda kedatangan-Nya kelak

Masih ragu? Ah, percaya sajalah!

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s