Andaliman – 207 Khotbah 09 Desember 2012 Minggu Adven Kedua

Doa untuk Pekerjaan yang Baik yang Dilakukan dengan Baik Sampai Kedatangan Kristus Kelak

Nas Epistel:  Filipi 1:3-11

1:3 Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu.

1:4 Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.

1:5 Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.

1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

1:7 Memang sudahlah sepatutnya aku berpikir demikian akan kamu semua, sebab kamu ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil.

1:8 Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian.

1:9 Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian,

1:10 sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus,

1:11 penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.

Nas Evangelium: Maleakhi 3:1-4

3:1 Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.

3:2 Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.

3:3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.

3:4 Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.

Puji Tuhan! Sekarang sudah masuk Minggu Advent kedua! Pada Minggu ini Paulus dalam nas perikop Ep mengajak orang-orang percaya bersukacita sebagaimana dia juga sangat bersukacita mengingat persekutuan yang sudah tercipta oleh pengabaran Injil. Persekutuan yang sangat menyukacitakan, bukan sebaliknya.

Hal sukacita ini – dan diminta untuk selalu bersukacita, baik dalam keadaan baik maupun tidak baik … – yang merupakan bagian dari iman kristiani yang sangat menarik perhatianku. Bagaimana mungkin dalam hidup yang pasang surut dan tidak selalu ramah ini bisa selalu bersukacita? Aneh, ‘kan? Sukacita, ya kalau hati sedang bergembira. Masak kalau berduka – misalnya ketika kehilangan orang yang dikasihi – masih tetap dituntut harus bersukacita. Aneh, ‘kan? Sekali lagi: aneh, ‘kan?

Tapi itulah orang-orang percaya. Dalam setiap keadaan harus selalu bersukacita. Karena apa? Karena Tuhan mengajarkan untuk selalu bersukacita. ‘Gimana caranya? Menurutku, dengan cara mengimani bahwa setiap jejak langkah, manis ataupun pahit, adalah merupakan rencana Tuhan. Dan Beliau selalu punya sesuatu yang indah dalam setiap kondisi dan situasi kehidupan orang-orang percaya. Setelah itu, dituntut untuk selalu menjaga kemurnian keimanan (termasuk hal bersukacita itu …) sampai saatnya Tuhan datang kembali. Tidak bercacat cela.

Hebat, ‘kan? Tidak mudah melakukan hal ini. Hanya ada satu caranya: penuh pengharapan dalam melakukan segala hal bahwa upahnya sudah disedikan bagi semua orang beriman yang setia sampai akhirnya. Iman yang murni dan teruji – diuji melalui ujian dan pencobaan – layaknya emas dan perak yang dimurnikan oleh api pada pandai besi, maupun sabun di tangan tukang penatu.

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Do’a Paulus bagi umat dan persekutuan orang-orang percaya, secara konsisten dan kontinu. Sangat menggugah” apakah kita juga pernah dan masih setia melakukan tugas pendoa bagi warga jemaat dan jemaat yang dipercayakan Tuhan kepada kita? Dan selalu dengan sukacita melakukan pelayanan.

Ah, sungguh membuatku malu karena tersadar ternyata betapa jarangnya melakukan pekerjaan yang sebenarnya “mudah” dan “murah” ini …

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s