Andaliman-211 Khotbah 06 Januari 2013 Minggu Epifani

Doa Salomo, Doa Kita Jugakah? Apa Resolusi 2013?

Nas Evangelium: Mazmur 72:1-7; 11-14 (bahasa Batak: Psalmen)

72:1 Dari Salomo. Ya Allah, berikanlah hukum-Mukepada rajadan keadilan-Mu kepada putera raja!

72:2 Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilandan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!

72:3 Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran!

72:4 Kiranya ia memberi keadilan kepada orang-orang yang tertindasdari bangsa itu, menolong orang-orang miskin, tetapi meremukkan pemeras-pemeras!

72:5 Kiranya lanjut umurnyaselama ada matahari, dan selama ada bulan, turun-temurun!

72:6 Kiranya ia seperti hujan  yang turun ke atas padang rumput, seperti dirus hujan yang menggenangi bumi!

72:7 Kiranya keadilan berkembangdalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!

72:11 Kiranya semua raja sujudmenyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!

72:12 Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong;

72:13 ia akan sayangkepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkannyawa orang miskin.

72:14 Ia akan menebus nyawa mereka dari penindasan dan kekerasan, darah mereka mahaldi matanya.

Nas Epistel: Matius 2:1-12

2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudeapada zaman raja Herodes,datanglah orang-orang majusdari Timur ke Yerusalem

2:2 dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudiyang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya  di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”

2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.

2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Tauratbangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.

2:5 Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehemdi tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:

2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.

2:7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.

2:8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.”

2:9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.

2:10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.

2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia.Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahankepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.

2:12 Dan karena diperingatkandalam mimpi,supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain. 

Dibuka dengan apa tahun 2013 ini? Dengan do’a tentunya, ya. Aku sangat suka dengan nas perikop Minggu ini yang sebagai Minggu pertama tahun 2013 berisikan do’a. Do’a seorang raja, yang kiranya menjadi do’a bagi semua orang percaya. Tidak sekadar harapan, namun berisikan permintaan pertolongan dari Tuhan dan janji untuk melaksanakan “tuntutan” alias konsekuensi dari harapan tersebut.

Salomo dalam doanya ini meminta pertolongan Tuhan agar diberikan kemampuan sebagai pengadil dan kuasa dalam menjalankan hukum dengan taat dan benar. Segala kuasa yang dimilikinya dipergunakan untuk kebaikan dan damai sejahtera bagi banyak orang, mengasihi orang yang lemah dan miskin, dan melepaskan dari penindasan karena nyawa mereka sangat berharga. Alangkah indahnya … dan menimbulkan kerinduan pada harapan terhadap pemimpin saat ini. Pemimpin dalam kelompok terkecil sampai pemimpin dalam kelompok yang lebih besar. Di lingkungan gereja (bayangkan kalau parhalado punya kapasitas seperti ini, alangkah indahnya persekutuan jemaat …), dan di lingkungan luar gereja (bayangkan kalau para pemimpin pemerintahan dan tempat bekerja punya kapasitas seperti ini, alangkah tenangnya dan alangkah tertibnya kehidupan …).

Tapi, sebelum melangkah ke luar, aku mengajukan pertanyaan yang sama pada diriku: apakah aku sudah menjadikan hal ini sebagai resolusi pada diriku sendiri? Sebagai pemimpin kelompok yang paling kecil, yaitu pemimpin diri sendiri? Pemimpin kelompok yang sedikit lebih besar, yaitu pemimpin dalam keluarga?

Nas perikop yang menjadi Ep seakan-akan “set back” kepada peristiwa kelahiran Yesus. Bagiku, hal ini untuk mengingatkan bahwa kelahiran Yesus harus menjadi suatu pembaharuan bagi orang percaya. Aku juga harus dibaharui. Dengan sikap yang bagaimana? Nah, dalam perikop itu ada beberapa oknum yang layak dijadikan pembandingan. Ada orang majus yang diyakini sebagai cerdik pandai yang datang jauh-jauh untuk mencari dan menyembah Yesus sang raja untuk mempersembahkan emas (melambangkan kekuasaan), kemenyan (melambangkan keilahian), dan mur (melambangkan kesengsaraan) yang semuanya merujuk kepada Yesus. Dan nas perikop yang menjadi Ev Minggu ini juga merujuk kepada Yesus yang didambakan sebagai juru selamat dan pengadil yang setia.

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi:

Kita sudah tahu dan merayakan kelahiran Yesus. Lalu, apa dampaknya bagi kita? Dari beberapa oknum yang muncul dalam nas perikop Ep Minggu ini, yang manakah yang kita jadikan model dalam menyikapi kelahiran Yesus (sekaligus juga hidup kita?

Kaum majus yang bijaksana dan pintar serta rendah hati? Tuhan mengasihi mereka dengan memberikan petunjuk untuk mendapatkan tujuan dan keinginan mereka (bintang yang bersinar terang yang menuntun mereka ke kandang domba tempat bayi Yesus dibaringkan), dan juga petunjuk untuk kembali ke negeri mereka dengan selamat dan bebas dari kemungkinan ancaman pembunuhan oleh Herodes (melalui mimpi sehingga mengambil rute yang berbeda dari rencana semula).

Sikap rendah hati (walau memiliki banyak hal yang sangat didambakan dan diandalkan oleh kehidupan dunia saat ini …), tunduk pada Tuhan, dan patuh pada petunjuk yang Tuhan berikan dalam menghadapi berbagai kesulitan dan ancaman dalam kehidupan. Dan sikap itulah yang terbukti menyelamatkan! Apa lagi?

Atau memilih menjadi seperti Herodes yang munafik? Pura-pura ingin menyembah, padahal berencana untuk membunuh karena merasa tersaingi? Janganlah, ya … ‘Nggak pantas sebagai orang percaya!

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s