Andaliman – 212 Khotbah 13 Januari 2013 Minggu I Setelah Epifani

Rendah Hati, dan Tunduklah Pada Tuhan!

Nas Evangelium: Lukas 3:15-17, 21-22

3:15 Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias,

3:16 Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

3:17 Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”

Yesus, Anak Allah, dibaptis

3:21 Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit 3:22 dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

Nas Epistel: Mazmur 29:1-11 (bahasa Batak: Psalmen)

29:1 Mazmur Daud. Kepada TUHAN, hai penghuni sorgawi, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan!

29:2 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan!

29:3 Suara TUHAN di atas air, Allah yang mulia mengguntur, TUHAN di atas air yang besar.

29:4 Suara TUHAN penuh kekuatan, suara TUHAN penuh semarak.

29:5 Suara TUHAN mematahkan pohon aras, bahkan, TUHAN menumbangkan pohon aras Libanon.

29:6 Ia membuat gunung Libanon melompat-lompat seperti anak lembu, dan gunung Siryon seperti anak banteng.

29:7 Suara TUHAN menyemburkan nyala api.

29:8 Suara TUHAN membuat padang gurun gemetar, TUHAN membuat padang gurun Kadesh gemetar.

29:9 Suara TUHAN membuat beranak rusa betina yang mengandung, bahkan, hutan digundulinya; dan di dalam bait-Nya setiap orang berseru: “Hormat!”

29:10 TUHAN bersemayam di atas air bah, TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.

29:11 TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera! 

Yohanes adalah salah seorang yang aku kagumi di antara sedikit tokoh dalam Alkitab yang sangat berkesan bagiku. Kerendahhatiannya yang luar biasa membuatku kagum. Bayangkan saja sebagaimana tercantum dalam nas perikop yang menjadi Ev Minggu ini: dikerumuni oleh banyak orang, dielu-elukan sebagai mesias yang sudah sangat lama ditunggu kedatangannya, siap diangkat sebagai pemimpin oleh para pengikutnya yang kemungkinan besar adalah dengan fanatisme yang tinggi (‘nggak kebayang kalau hal seperti ini melanda diriku, hehehe … pasti sudah terbang ke langit …), eh malah dengan besar hati memperkenalkan Yesus dan mempersilakan orang-orang untuk megikuti-Nya. Dan dengan tegas mengatakan bahwa dirinya “tidak ada apa-apanya dibandingkan oleh Yesus, sang mesias sejati”.

Dan sikap rendah hati pulalah yang juga ditunjukkan Yesus dengan memberikan diri-Nya untuk dibaptis oleh Yohanes. Bayangkan! Yesus yang adalah Tuhan bersedia dibaptis oleh seorang Yohanes yang “bukan siapa-siapa” … Mana ada orang yang bisa menandingi sikap kerendahhatian seperti ini! Hal ini membuatku malu, karena seringkali bersikap sangat berbeda dengan Yohanes, apalagi Yesus dalam hal kerendahahan hati ini.

Pembaptisan yang dilakukan oleh Yohanes adalah pembaptisan pertobatan. Dan itu adalah sesuatu yang biasa dalam tradisi Yahudi. Dan Yesus menyatakan kesediaannya dibaptis oleh Yohanes untuk menyatakan kepada orang banyak bahwa Dia adalah juga manusia yang punya sifat sebagaimana juga dimiliki oleh seperti orang kebanyakan. Jadi, bukan karena Yesus berdosa, lalu bertobat. Bukan! Yesus ingin menunjukkan ketaatan pada tradisi tertentu yang sejalan dengan misi-Nya dalam karya penyelamatan.

Dan proklamasi bahwa Dia adalah benar Anak Allah dibuktikan melalui pernyataan dari langit yang terbuka dan suara dari sorga. Pernyataan yang sama yang didengarkan oleh semua orang yang berkumpul pada saat itu yang seharusnya membuat mereka tidak perlu ragu akan keilahian Yesus, sang juru selamat.

Pengakuan dan penundukan diri yang samalah yang ingin disampaikan oleh pemazmur dalam naskah perikop yang menjadi Ep Minggu ini. Dia adalah Tuhan yang paling berkuasa atas segala kekuatan di dunia ini, baik alam maupun manusia. Segala kesombongan (yang dikiaskan sebagai “mematahkan potong aras dan menumbangkan pohon aras Libanon)  dan semua kekuatan akan dikalahkan oleh Dia yang layak menerima kemuliaan. Dia pulalah yang memberikan kekuatan kepada umat-Nya dan damai sejahtera.   

Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Kita masih berada pada minggu-minggu awal di tahun 2013. Belum ada yang tahu apa yang akan terjadi sepanjang tahun 2013 ini. Ada banyak ramalan dan prediksi, memang. Ramalan dari paranorman dan “orang pintar”, sedangkan prediksi dibuat oleh “orang yang mengaku dirinya pintar” … Jarang sekali yang memberikan gambaran optimis tentang tahun 2013 ini. Apalagi bila dihubungkan dengan angka 13 yang diyakini oleh banyak orang sebagai angka sial. Dan beberapa indikator utama sudah menunjukkan gelagatnya: kenaikan tarif dasar listrik (TDL) secara bertahap sejak Januari yang juga akan diikuti dengan kenaikan bahan bakar minyak pada Maret, wah … pasti sangat berat!

Namun, firman Tuhan dalam Minggu ini mengingatkan kita tentang keharusan pengandalan diri kepada Tuhan saja. Yesus yang diproklamasikan sebagai Anak Allah jangan lagi membuat kita ragu untuk menjadikan-Nya sebagai model dalam kehidupan yang mungkin saja akan semakin sulit dan semakin berat pada tahun ini. Dia yang berkuasa atas segala yang ada di dunia, tentu saja juga berkuasa atas kehidupan kita.

Sikap seperti itu dapat dilakukan bilamana kita merendahkan diri kita dan menjadikan Dia sebagai satu-satunya yang berhak mendapatkan kemuliaan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s