‘Ngumpul Lagi …

Di wilayah Jabodetabek ada beberapa keluarga besar kami sa-ompung, yakni keturunan ompung kami, Lamsana Lumban Tobing. ‘Nggak banyak juga, namun ‘nggak bisa pula dibilang sedikit. Kalau dikumpulkan, pastilah ramai sekali. Beberapa tahun yang lalu (di awal-awal kami datang ke Jakarta dan tinggal di Jakarta) masih sering dilakukan pertemuan, bisa sekali dua bulan (tergantung apakah ada yang bersedia manjabui, yang biasanya dicocok-cocokkan dengan perayaan tertentu, yang sering terjadi adalah perayaan ulang tahun anggota keluarga. Frekuensinya menjadi menurun sejalan dengan perkembangan situasi “politik”, dalam artian hubungan antara satu keluarga dengan keluarga yang lain. Bahkan, antara satu keluarga dengan beberapa keluarga sekaligus. Menyedihkan memang, apalagi bila mengingat bahwa di antara keluarga besar tersebut ada yang menjadi pelayan tahbisan di jemaat masing-masing (termasuk aku ini …).

Pertemuan keluarga yang terakhir sekali dilakukan bulan Oktober tahun 2012 yang lalu, itupun karena sekaligus acara manise alias manghata-hatai setelah pengebumian mertuaku yang laki-laki. Acaranya di rumah kontrakan kami di Bandung. Pertemuan sebelumnya juga di rumah kontrakan kami yang disediakan oleh kantor/perusahaan, yakni pada awal tahun sehingga merupakan parpunguan bona taon. Bukan suatu kebetulan – ‘nggak ada yang kebetulan di dunia ini, ‘kan? – kalau acaranya selalu di tempat kami, karena biasanya setelah aku “rame-ramein” baru ada yang “ingat” untuk bersilaturrahim. Begitulah, memprihatinkan memang situasinya.

Setelah pindah tugas kembali ke Kantor Pusat di Jakarta dan kami tinggal di rumah kontrakan di Bekasi, maka aku kembali berinisiatif (seperti biasanya …) untuk mengadakan pertemuan keluarga ini. “Thema”-nya adalah karena sudah lama ‘nggak ada pertemuan, dirangkai dengan “perkenalan” kami yang baru pindah ke Bekasi (dengan alamat rumah kontrakan baru …), perayaan ulang tahun Auli, dan syukuran baru kembali dari perjalanan rohani Timur Tengah (walau kenyataannya ada tiga keluarga kami yang berangkat dan pulang bulan Maret yang lalu dalam satu rombongan).

Begitulah, akhirnya pertemuan keluarga tersebut pun berlangsung juga pada Sabtu, 30 Maret 2013 yang lalu. Meski ada beberapa keluarga yang ‘nggak datang, namun ada juga beberapa keluarga yang selama bertahun-tahun ‘nggak pernah muncul yang hadir (sehingga terkesan sebagai “anggota baru” …). Yang dari Bandung dan Cimahi juga turut hadir. Dan aku bersyukur untuk hal itu. Seperti biasa, acara dibuka dengan do’a dan makan bersama, lalu ramah tamah. Pembicaraan didominasi oleh kesan-kesan pengalaman selama di Mesir, Israel, Palestina, dan Dubai. Ada suguhan oleh-oleh dari Yerusalem yakni anggur Kana, kurma Yerikho, dan buah ara Palestina yang memang sengaja aku sisihkan dari sedikit oleh-oleh yang aku bawa.

Lalu ada perayaan ulang tahun, yang ternyata selain Auli ada juga yang lain yang bertepatan pada akhir bulan Maret tersebut yang berulang tahun yakni kakakku yang tinggal di Jakarta yang aku berikan hadiah salib yang aku bawa dari Timur Tengah.

'Ngumpul Lagi (290513)

Yang membuatku lebih bersukacita adalah kesediaan salah satu anggota keluarga – satu di antara yang lama “nyaris tak terdengar kabarnya” – menyatakan kesediaannya untuk manjabui pada pertemuan berikutnya, yakni bulan Mei karena berdekatan dengan hari ulang tahunnya. Puji Tuhan!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s