Partangiangan Lansia: Ayo Kita Patahkan “Kutuk” Itu!

Suatu kali aku diminta oleh pengurus Lansia untuk berkhotbah pada partangiangan mereka yang diselenggarakan di gereja. Semula aku berkeberatan dengan alasan harus dibicarakan dulu di sermon parhalado (‘nggak bisa “main tunjuk” aja, ‘kan?). Lagian, acaranya dilakukan jam 4 sore! Jam kantor bagiku yang adalah pegawai kantoran. Lama aku mempertimbangkan hal ini, sampai suatu hari tidak punya kuasa untuk menolak. Dan hebatnya, selalu saja ada jalan Tuhan sehingga memungkinkanku untuk hadir pada waktu tersebut.

“Paling banyak hanya tujuh orangnya mereka itu, amang sintuanami“, kata pak pendeta ketika aku mendiskusikan hal ini pada suatu hari. Sedikit itu?, pikirku. Tapi segera aku tepis, karena berapapun jumlah orang yang mendengar dan melihat, firman Tuhan harus disampaikan, bukan?

Sebelum jam empat aku sudah tiba di gereja, lalu mempersiapkan peralatan berupa laptop dan LCD-projector karena aku menampilkan presentasi dalam bentuk Power Point dan video clip seperti biasanya. Menjelang jam 4 ada datang satu orang bapak. Lalu … kosong dalam waktu lama … Ketika lewat jam empat dan aku sarankan untuk segera dimulai, jumlah yang hadir baru tujuh orang, sehingga mengingatkanku akan pernyataan pak pendeta tersebut. Lalu aku sampaikan: “Waktu di sermon parhalado ada yang menyampaikan padaku bahwa jumlah orang yang hadir pada hari ini hanya tujuh orang. Tidak lebih, karena biasanya adalah sekitar jumlah itu”.

“Ah, amang sintua jangan seperti itu. Biasanya kami selalu datang tepat waktu dan jumlahnya selalu lebih dari sepuluh. Siapa yang bilang itu? Pasti itu orang yang ‘nggak tahu karena ‘nggak pernah memberikan perhatian kepada kami kaum lansia ini”, jawab seseorang yang mungkin “tersinggung”, “Atau amang bilang begitu karena yang hadir sampai saat ini memang tujuh orang?”.

Menjelang berkhotbah, satu per satu yang datang, akhirnya berjumlah dua belas orang, lantas aku sampaikan: “Amang dan inang, akulah orang yang paling senang di antara kita semua saat ini. Karena apa? Karena kita berhasil mematahkan kutuk dengan tanda kutip, bahwa jumlah yang hadir hari ini hanya tujuh orang. Ternyata jumlahnya bisa melebihi tujuh. Aku akan beritahu ke kawan parhalado itu bahwa perkiraannya salah dan tidak terbukti. Ayo kita lihat dan dengar khotbah yang sudah aku siapkan ini …”

Partangiangan Lansia 280513

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s