Tertulis Sudah, Terbaca Juga Sudah, tapi Terlaksananya koq Masih Susah?

IMG_2644[1]

Masih tentang pengalamanku di fitness center alias sport club di komplek perumahan tempat kami tinggal sekarang di mana kami jadi anggotanya. Secara khusus tentang ketentuan yang sudah jelas-jelas tercantum pada ruangan di tempat sangat strategis di antara ruangan-ruangan sauna, hot steam, dan whirlpool. Begini yang tertulis di situ:

Duduk di ruangan sauna 10 menit

Duduk di ruangan hot steam 10 menit

Kemudian bilas

Berendam di cold whirlpool 10 menit

Berendam di hot whirlpool 10 menit

Mandi shower

Lalu ada tulisan berupa larangan, antara lain anak-anak usia di bawah 15 tahun, dan orangtua di atas usia 60 tahun.

Jelas, bukan? Bagiku itu sangat jelas. Selain letaknya di tempat sangat strategis (semua orang akan dengan mudah melihatnya), sangat mencolok (dengan warna hitam untuk anjuran dan merah untuk larangan dengan gambar yang menarik, yakni perempuan muda sedang berendam), dan bukan hanya satu buah.

Tapi, apa yang terjadi? Beginilah hasil pengamatanku:

(1)    Jarang sekali yang mematuhi urutan tersebut. Kebanyakan dari sauna, langsung ke hot whirlpool (karena cold whirlpool dihindari karena banyak yang ‘nggak kuat dengan suhunya yang sangat dingin …). Ada juga yang langsung ke hot whirlpool, karena lebih nyaman rasanya. Pokoknya suka-sukalah …

(2)    Waktu yang 10 menit sangat jarang yang mematuhinya, kebanyakan sesuai kekuatan dan kenyamanan masing-masing …

(3)    Setelah sauna dan hot steam (yang tentunya hasilnya adalah badan yang sangat dibasahi keringat bercucuran) disarankan membilas tubuh terlebih dahulu sebelum berendam ke kolam (agar keringatnya tidak tercampur dengan air kolam), eh … lumayan banyak juga yang langsung ‘nyemplung ke kolam …

(4)    Aku berulangkali mengingatkan kepada anak-anak (setelah memastikan umurnya kurang dari 15 tahun dengan menanyakannya kepada mereka , tentunya …) untuk keluar dari kolam (biasanya hot whirlpool ) sesuai larangan. Meskipun aku ‘nggak tahu apa yang jadi alasan sebenarnya yang mendasari pelarangan itu (pernah ada yang bilang, bisa jadi impoten kelak setelah dewasa …) tapi bagiku itu penting untuk dituruti. Dan menjadi tanggung jawabku sebagai orang dewasa untuk mengawasi pelaksanaannya (hehehe … hebat banget ya?). Sayangnya, petugas yang ada di situ ‘nggak pernah ambil pusing (mungkin merasa kurang pe-de kalau harus melarang anak-anak yang umumnya adalah dari kalangan orang kaya ?

Demikian jugalah kehidupan kita, ya. Segalanya sudah ada yang mengatur, namun apakah semuanya sudah bisa terlaksana dengan sendirinya? Nah, yang lebih spesifik lagi adalah manakala bicara tentang firman Tuhan. Betapa banyak firman Tuhan yang terbaca (di bangunan gereja-gereja, took-toko buku rohani Kristen, sekarang ada di facebook …), yang terlihat (di televisi, bahkan ada sekarang teve kabel yang 100% menyiarkan tayangan Kristen dan Alkitab …), dan terdengar (di radio, yang sekarang juga sudah ada yang “mempersembahkan” dirinya dengan program siaran lebih setengah hari dengan acara rohani Kristen …), namun berapa banyak yang kemudian “berbunyi” dalam sikap sehari-hari?

Bagaimana pula dengan Alkitab, apalagi kalau lebih banyak tertutupnya daripada terbukanya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s