Andaliman-241 Khotbah 04 Agustus 2013 Minggu-X setelah Trinitatis

Berhati Lurus dan Melakukan dengan Tulus. Belajar dari Nazi yang Berakal Bulus?

Evangelium 1 Petrus 3:8-12

Kasih dan damai

3:8 Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati,

3:9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab:

3:10 “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

3:11 Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.

3:12 Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.”

Epistel Mazmur 34:12-23 (bahasa Batak Psalmen)

34:11 (34-12) Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu!

34:12 (34-13) Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?

34:13 (34-14) Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;

34:14 (34-15) jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!

34:15 (34-16) Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong;

34:16 (34-17) wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi.

34:17 (34-18) Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.

34:18 (34-19) TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. 34:19 (34-20) Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;

34:20 (34-21) Ia melindungi segala tulangnya, tidak satupun yang patah.

34:21 (34-22) Kemalangan akan mematikan orang fasik, dan siapa yang membenci orang benar akan menanggung hukuman.

34:22 (34-23) TUHAN membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.

Sermon parhalado Jum’at lalu menjadi seru manakala diskusi perikop ini aku menyampaikan pendapat (yang pertama, seperti biasanya belakangan ini …): “Tidak terlalu susah memahami nas perikop kita ini karena pesannya mudah kita pahami. Yang menjadi tantangannya adalah bagaimana dalam membawakannya sebagai khotbah di partangiangan wejk nanti karena banyak pesannya yang dilanggar dan tidak dilakukan. Aku sendiri, misalnya. Aku tidak bebas dari perbuatan tinggi hati, pendendam, dan yang paling sering adalah pembohong. Sebelum mengkhotbahkan kepada umat, tentunya harus dikhotbahkan kepada diri sendiri terlebih dahulu. Setelah menyadarinya, barulah bisa berharap bahwa khotbah yang akan disampaikan jadi berkuasa. Kalau orang-orang sudah tahu bahwa pengkhotbah bukanlah pelaku pesan firman yang disampaikannya, apakah kita masih bisa berharap bahwa khotbah tersebut akan menyentuh umat?”. Lalu masing-masing orang berebut menyampaikan pendapatnya. Riuh. Menurutku, inilah diskusi di sermon parhalado kami yang seriuh ini. Dalam pengertian positif, tentunya …

Bisa jadi ini disebabkan oleh suasana emosional jemaat yang belakangan ini semakin sering menerima dan menghadapi perlakuan yang tidak berimbang (maksudnya terjadi senjang antara perilaku yang seharusnya dilakukan dengan perilaku yang actual dilakukan) dalam pelayanan jemaat. Kebohongan, balas dendam, kurang mengasihi, bukan pengampun, tidak rendah hati, memfitnah, tidak suka berdamai, adalah sifat dan sikap yang makin sering dirasakan oleh warga jemaat saat menerima pelayanan jemaat. Artinya, pelayan jemaat melakukan hal-hal yang bertentangan dari apa yang seharusnya dilakukan sebagai hamba Tuhan. Menyedihkan, ya?

Dan itu adalah “agenda tersembunyi” yang sengaja aku lontarkan di forum tersebut agar menjadi oto-kritik kepada semua parhalado, orang-orang yang dikhususkan bagi Tuhan (yang semakin memudar citranya, menurutku …). Bukan sok suci, aku merasakan bahwa semangat pelayanan kami semakin jauh dari yang seharusnya sebagaimana yang kami ikrarkan saat menerima pemberkatan saat ditahbiskan sebagai penatua. Ini seringkali aku pergumulkan dengan merenung menjelang tidur malam (di malam yang sepi di rumah kontrakan, ckckck …). Dan aku sering merasa tertampar setiap kali menyadari kesalahan yang terjadi. Selain mohon ampun kepada Tuhan, aku tidak pernah lupa meminta tambahan kekuatan agar dimampukan dalam menjalankan pelayanan yang aku sudah janjikan sebelumnya.

Kemarin siang, di tengah kemacetan jalanan Kelapa Gading saat menuju rumah sakit untuk perawatan mata yang kemudian berlanjut ke gereja karena aku diminta berkhotbah di punguan lansia dan punguan ina, aku tercerahkan dengan siaran radio swasta nasional yang baru kali itu aku pantau (selain karena sangat jarang mendengar siaran radio di siang hari karena jam kerja, biasanya juga yang aku dengarkan adalah siaran radio rohani Kristen yang jika siang hari semuanya berubah wujud menjadi radio “sekuler” …). Penyiarnya berkata begini: “Ya, saya juga jadi teringat dengan Joseph Goebbels, perwira propaganda Nazi Jerman yang mengatakan bahwa ‘Kebohongan yang dilakukan berulang-ulang, suatu saat akan menjadi kebenaran. Dan kebohongan terbesar adalah pemelintiran sedikit saja dari kebenaran’.”. Benar-benar tercerahkan! Itulah sebabnya ada orang yang sangat “hobby” berbohong. Karena sudah dipardagingkon dan sudah dihangoluhon, jadi kebohongan itu merupakan hal yang biasa. Dan tidak menganggapnya sebagai suatu hal yang salah. Jangan-jangan aku juga sering melakukannya? Menyedihkan!

Tantangan/Bekal Bagi (Warga) Jemaat/Referensi

Minggu ini sangat terasa ketersambungan antara nas perikop Ev dan Ep, bahkan terkesan bahwa penulis kitab Petrus mengutip apa yang tertulis pada Mazmur tersebut. Dan kalimat-kalimat yang ditulis dalam kedua nas tersebut tentulah sangat dekat dengan diri kita, dan sering pula menjadi hal yang menantang dalam kehidupan kita. Selain himbauan untuk melakukan hal-hal baik dan menjauhkan hal-hal yang tidak berkenan bagi Tuhan, nas tersebut juga menyampaikan tentang upah yang akan kita terima bilamana menjalankan hal-hal tersebut.

Sadar, lalu berbaliklah dari perbuatan-perbuatan jahat dalam perkataan dan perbuatan yang selama ini kita lakukan. Drastis! Total alias menyeluruh. Namun – kalau ‘nggak sanggup – berangsur-angsur juga boleh, karena kita juga diminta untuk meniru Yesus dan menuju kesempurnaan-Nya dari hari ke hari. Ajakan ini menjanjikan hal-hal sebagai berikut:

(1)     hidup penuh dengan berkat dan perkenan Allah,

(2)     kehadiran Allah yang dekat dengan pertolongan dan kasih karunia-Nya (ayat 1Pet 3:12), dan

(3)     jawaban Allah atas doa kita

Apa lagi yang lebih indah daripada itu?

Bingkai kasih adalah hal yang akan memampukan kita dalam melakukan semua perbuatan yang diminta. Selalulah berbuat dengan dilandasi oleh kasih.

Pertanyaan untuk Diskusi:

(1)     Pernah dengar “basa-basi rohani” dan atau “dosa rohani”? Itu adalah hal-hal yang dilakukan dalam situasi rohani (berdoa, beribadah, menyanyi pujian bagi Tuhan, adalah di antaranya) namun sangat berpotensi menimbulkan dosa. Punya contoh tentang hal ini? Bagaimana tindakan selanjutnya?

(2)     Seringkali kita mendengar orang-orang berdoa: “Ampunilah dosa-dosa kami, baik yang besar maupun yang kecil, yang disengaja maupun yang tidak disengaja”. Mungkinkah ini yang dimaksud dengan “dosa rohani” tersebut?

(3) Mana yang lebih benar: “Tuhan memperhatikan orang-orang yang benar”, atau “Tuhan memperhatikan orang-orang yang jahat”? Mengapa?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s