Slaid (Slides) Partangiangan Wejk Rabu Malam, 14 Agustus 2013

Tadi malam kami kembali melaksanakan partangiangan wejk setelah Rabu minggu lalu mansohot sebagaimana juga kegiatan pelayanan jemaat lainnya (termasuk sermon parhalado yang menurutku rada aneh juga …) sehubungan dengan liburan Lebaran yang cuti massal dari pemerintah adalah seminggu penuh. Lebarannya sendiri adalah Kamis, 08 Agustus 2013 (dan baru kali ini tercapai kesepakatan antara Muhammadiyah dan Nahdhatul Ulama setelah bertahun-tahun ‘nggak pernah akur tentang jatuhnya hari Lebaran).

Jadwal partangiangan sebenarnya jam 20.00 WIB, namun sampai jam 20.30 WIB cuma kami berdua (aku dan sintua paragenda) yang datang. Sintua satunya lagi sedang marulaon adat di Tebing Tinggi, dan satu sintua emeritus baru saja membalas pesan-pendekku mengabarkan sedang sakit. Yang manjabui kali ini adalah keluarga muda yang beristerikan dokter yang sedang proses pengurusan untuk mengikuti seleksi dokter spesialis di Universitas Diponegoro, Semarang. Mereka tinggal di Cipinang (kalau ‘nggak salah …) dan sangat jarang beribadah di jemaat kami (itulah sebabnya sejak awal tahun ini aku himbau untuk pindah jemaat saja, ‘nggak usah “menumpang” lagi sama orangtua mereka). Mungkin itu jugalah salah satu sebabnya kenapa warga jemaat nyaris ‘nggak ada yang datang saat mereka manjabui di rumah orangtua mereka ini, karena pastilah sangat sedikit interaksi mereka dengan warga jemaat yang lain. Selain mereka, orangtua mereka yang empunya rumah, dan adiknya yang baru menikah beberapa bulan lalu, kami dua orang sintua, dan seorang warga jemaat yang paling rajin (yang datang kemudian, dan hampir selalu datang terlambat sehingga aku memberikan “izin khusus” untuk boleh datang terlambat kalau memang karena kesibukan yang ‘nggak bisa ditinggalkan …) itulah yang ada sampai partangiangan berakhir malam itu.

“Jangan kecil hati, ya amang inang karena sedikit yang datang malam ini. Aku sarankan untuk rajinlah datang ke partangiangan, ‘nggak bisa tiap minggu, ya dua kali sebulan, atau sekali sebulan kalau memang karena kesibukan yang ‘nggak bisa ditinggalkan”, demikianlah yang aku sampaikan manakala mandok hata mauliate sekalian mengajak untuk datang ke partangiangan minggu depan bagi yang hadir malam itu, selain menghimbau agar datang pada perayaan ulang tahun gereja yang ke-26 pada Jum’at malam besok.

Ada kekecewaanku melihat sangat sedikitnya umat yang hadir. Aku sudah merencanakan mempresentasikan-ulang evaluasi semester satu perjalanan wejk sebagai bekal dalam diskusi untuk bahan yang akan disampaikan saat Rapot Huria tengah tahun yang akan dilaksanakan Sabtu, 31 Agustus 2013 pagi yang akan datang.  Karena telat mulainya – dan tentu juga telat selesainya – akhirnya hanya satu topik dari bahan yang aku sudah siapkan yang sempat didiskusikan pada malam itu (yaitu usulan perubahan jam ibadah Minggu agar dikembalikan ke semula …) karena sudah lewat tengah malam. Bahkan presentasi evaluasi wejk juga urung aku sampaikan. Mudah-mudahan minggu depan bisa …

Bukan itu saja, nas khotbah malam itu sangat pas dengan situasi psikologis di jemaat kami yang sedang terjadi konflik yang serius (sangat serius bahkan!) yakni tentang konflik dan pertengkaran yang terjadi di jemaat Galatia. Pesan supaya jangan saling membinasakan walaupun saling menelan tentunya pas dengan situasi jemaat manapun yang sedang terlibat konflik.

Berikut ini adalah slaid yang aku tampilkan tadi malam …

Slide3

Slide4

Slide5

Slide6

Slide7

Slide8

Slide9

Slide10

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s