Andaliman-248 Khotbah 22 September 2013 Minggu-XVII setelah Trinitatis

Melawan Tuhan? Itu Akan Membuat-Nya Tertawa. Jadilah (Warga) Jemaat yang Diberi-Nya Kuasa dan Beritakan Firman Tuhan!

Evangelium Kisah Rasul 4:23-31 (bahasa Batak Ulaon ni Apostel)

Doa jemaat

4:23 Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka.

4:24 Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah,katanya: “Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.

4:25 Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud,bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?

4:26 Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya.

4:27 Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodesdan Pontius Pilatusbeserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus,yang Engkau urapi,

4:28 untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semulaoleh kuasa dan kehendak-Mu.

4:29 Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanianuntuk memberitakan firman-Mu.

4:30 Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizatoleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus.”

4:31 Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglahtempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus,lalu mereka memberitakan firman Allahdengan berani

Epistel Mazmur 2:1-9 (bahasa Batak Psalmen)

2:1 Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?

2:2 Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya:

2:3 “Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!”

2:4 Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka.

2:5 Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya:

2:6 “Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!”

2:7 Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: “Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.

2:8 Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.

2:9 Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk.”

Memberitakan firman Tuhan memerlukan keberanian. Dan kuasa dari Roh Kudus. Benarlah itu, ya. ‘Nggak usah diragukan lagi. Pengalaman rasul-rasul sebagaimana dikisahkan dalam nas perikop yang menjadi Ev Minggu ini membuktikan hal tersebut. Bisa dibayangkan situasi pada saat itu: mereka tertekan dengan tentangan dan tantangan yang ditunjukkan oleh orang-orang di sekitarnya. Mereka yang baru saja ditinggal pergi oleh Yesus menjadi kelabakan dengan kerusuhan yang ditimbulkan oleh orang-orang yang menentang pemberitaan firman Tuhan yang mereka sampaikan. Mereka didera dan disiksa karena penyampaian berita keselamatan yang dibawa oleh Yesus Kristus.

Setelah dilepaskan oleh para pendera dan penyiksa, dorongan untuk menyampaikan berita keselamatan semakin tidak tertahankan lagi oleh mereka. Bahkan semakin berkobar-kobar (itulah yang seringkali disampaikan sebagai “semakin dihambat semakin merambat”, karena bagi mereka disiksa karena menyampaikan kabar keselamatan adalah suatu kehormatan dan menganggap dirinya layak mendapat siksaan dan kehormatan tersebut. Luar biasa! Apa yang aku alami selama ini ternyata tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka, para rasul penyampai firman dan pesaksi terdahulu.

 Tidak terlepas kemungkinan bahwa penyampaian firman Tuhan berpotensi menimbulkan kerusuhan, karena mengganggu kenyamanan orang-orang dengan situasi dan kondisinya sebelumnya. Termasuk di dalamnya adalah iman dan kepercayaannya, hal yang sangat sensitif dan bersifat pribadi bagi banyak orang pada umumnya. Tentu saja banyak orang akan terusik dan terganggu jika ada yang menyampaikan sesuatu yang berbeda dengan yang dianut selama ini. Bukan masyarakat “biasa”, termsuk juga adalah para raja dan para penguasa yang semuanya bisa dikatakan sedang berada dalam zona kenyamanan mereka. ‘Nggak jauh berbeda dengan situasi saat ini juga, ‘kan? Betapa banyak orang-orang yang terganggu dengan penyebaran Injil di banyak tempat. Selain berdampak pada peningkatan umat yang menjadi percaya, banyak pula pertentangan dan hambatan yang harus dihadapi oleh para penginjil dan atau orang Kristen yang rindu untuk menyebarluaskan ajaran kekristenan. Gereja yang dirusak, gereja yang dilarang dan dihambat pembangunannya (walaupun bahkan sudah mendapat izin dari pemerintah dan masyarakat setempat …), dan pelarangan ibadah di rumah dan tempat-tempat umum, adalah tantangan yang seringkali terdengar belakangan hari ini.

Pertolongan Tuhan dirasakan langsung oleh para rasul, yaitu dengan fenomena yang supranatural yang terjadi berkat permohonan mereka yang sungguh-sungguh. Dan hal itu semakin membuat mereka berani untuk bersaksi dan menyampaikan firman Tuhan. Dengan segala konsekuensinya!

Pesan yang sama disampaikan oleh nas perikop yang menjadi Ep Minggu ini. Pemazmur menyampaikan keprihatinannya tentang kerusuhan yang terjadi dan dialami oleh banyak orang sehubungan dengan pelantikan seorang raja. Konon pada zaman tersebut, raja-raja (kecil) cenderung menentang dan menantang raja yang terpilih untuk mendapatkan pengaruh dan merebut kerajaan. Itulah yang seringkali terjadi, sampai Tuhan menetapkan seorang raja sesuai permintaan bangsa Israel pada saat itu. Dan raja yang sudah dipilih tersebut pun (yang dikenal dengan zaman teokrasi, yakni raja sebagai pilihan Tuhan) masih tetap menghadapi tentangan dari raja-raja dan orang-orang pada masa itu.

Penegasan tersebut yang ingin disampaikan oleh Ep ini, bahwa jika Tuhan sudah berketetapan, tidak ada seorang pun yang mampu untuk menolaknya. Tuhan akan menertawakan para penolak tersebut karena ‘nggak bakalan mampu melawan dan mengalahkan (siapa pula yang sanggup mengalahkan Tuhan, ya?)

Tantangan/Bekal Bagi (Warga) Jemaat/Referensi

Dihubungkan dengan thema Minggu ini yakni tentang pemberitaan kabar baik ke banyak orang, cukuplah bagi kita suatu keyakinan bahwa Tuhan menyertai anak-anak-Nya yang bersedia dipakai sebagai alat-Nya. Selalu menghadapi banyak tantangan dan hambatan (sebagaimana juga yang terjadi selama berabad-abad), namun Tuhan memberikan kekuatan bagi orang-orang yang sudah ditetapkan-Nya. Dan tidak seorang pun yang mampu menghalangi-Nya!

Sebagai warga jemaat, kita dituntut untuk punya keberanian mempersaksikan iman kita kepada orang-orang di sekitar. Tidak mutlak sebagai pengkhotbah, karena tidak semua orang juga punya kemampuan dan bakat dalam berkhotbah. Tidak usah kecil hati, karena dengan perbuatan adalah kesaksian yang sangat efektif dalam penyampaian kabar baik tentang keselamatan.

Sebagai pelayan jemaat, kita harus punya keyakinan bahwa kita adalah orang yang sudah dipilih oleh Tuhan, dan pelayanan jemaat adalah beban yang dititipkan Tuhan kepada kita. Jangan pernah ragu untuk menjalankannya karena Tuhan selalu menyertai. Sebaliknya, jangan pula dengan “jabatan” tersebut malah membuat kita jauh dari waga jemaat, bahkan jauh pula dari Tuhan! Lho, koq bisa? Iya bisa, kalau pelayanan tersebut tidak dilakukan dengan kerendahan hati dan bukan bertujuan untuk memuliakan Tuhan.

Pertanyaan untuk Diskusi:

(1)     Rasul-rasul mendapatkan dukungan penuh dari Tuhan untuk memberitakan firman ke seluruh penjuru bumi dengan kemampuan supranatural berupa melakukan mukjizat dan jawaban Tuhan secara langsung atas permohonan mereka sehingga menjadi kesaksian atas apa yang mereka sampaikan. Kenapa hal yang sama tidak lagi kita dapatkan pada masa kini?

(2)      Jika Tuhan memang berkenan pada seseorang yang mempersembahkan dirinya sebagai pelayan jemaat, kenapa masih ada pelayan dan pelayanan yang tidak menyentuh hati nurani? Apakah mereka tidak punya kuasa dan urapan Roh? 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s