Bah, Koq Mansohot?

Bukan untuk gagah-gagahan, namun begitu restrukturisasi wilayah hasintuaon berubah tahun 2013 ini dan wilayah kami resmi bernama Wejk Betania (yang bisa diplesetkan sebagai Bekasi dan Jakarta sekitarnya karena warga jemaat yang masuk wejk kami ini memang berdomisili di seputaran wilayah tersebut) aku sudah merancang dan mempresentasikan secara resmi tentang visi dan misi pelayananku sebagai sintua (yang juga dibantu oleh dua orang sintua lainnya). Dan dengan kemurahan Tuhan, sebagian besar telah terwujud, yakni:

(1)    Menjadikan Wejk Betania sebagai persekutuan yang paling mendukung pelayanan jemaat, yakni dengan “mengutus” warga jemaatnya yang terpilih sebagai aktivis yang benar-benar aktif, yang sejauh ini adalah di Sekolah Minggu (dengan menjadi ketua seksi, membentuk dan mengelola paduan suara yang baru kali ini ada dengan professional, dan aku sendiri adalah paniroi-nya, ma’af bukan untuk menyombongkan diri …), Remaja/Naposobulung (penggerak berkegiatan yang besar), dan Ama (menjadi wakil ketua).

(2)    Menjadikan Wejk Betania sebagai persekutuan yang paling mendukung inisiatif gereja, utamanya terhadap hal-hal yang baru, yakni menjadi salah satu wejk yang paling tidak bergejolak dengan restrukturisasi wilayah pelayanan, membantu penyediaan koleksi taman bacaan di komplek gereja (yang sayangnya tidak mendapat respon dari warga jemaat di wejk lainnya sehingga terlihat macet …).

Untuk mewujudkan tersebut aku melakukan pengelolaan dengan sebaik mungkin, dengan cara meningkatkan partisipasi warga jemaat dalam berkegiatan. Antara lain dengan mengirimkan pesan pendek setiap Selasa dan Rabu untuk mengingatkan kehadiran di partangiangan wejk, melakukan absensi dan meng-update ketidakhadiran warga jemaat, melakukan diskusi interaktif pada pelayanan khotbah alih-alih khotbah satu arah, dan evaluasi kuartalan dengan menggunakan LCD-projector milik gereja (peralatan yang dulu kami beli dengan mengumpulkan sumbangan dari beberapa orang yang peduli dengan betapa pentingnya peralatan tersebut untuk berkomunikasi dan berpresentasi kepada warga jemaat). Oh ya, tentang LCD projector tersebut, kami sampai dua kali membelinya dengan cara margugu beberapa orang, karena yang pertama hilang dari rumah pendeta yang berada di komplek gereja. Dan yang sekarang sedang rusak dan belum ada penggantinya. Aku sudah meminta agar dibeli saja yang baru kalau biaya reparasinya yang empat jutaan rupiah kemahalan. Nampaknya cuma aku yang peduli dengan keberadaan alat tersebut karena aku belum pernah mendengar komentar sehubungan dengan rusaknya alat tersebut, termasuk guru-guru Sekolah Minggu yang sebenarnya tiap Minggu menggunakannya di ibadah.

Rabu (18 September 2013) yang lalu aku ‘nggak bisa hadir di partangiangan wejk (dan sudah menyampaikannya ke sintua dan ruas na manjabui sambil meminta ma’af atas ketidakhadiranku tersebut) karena bertugas dari kantor untuk menyampaikan materi pelatihan di Bandung pada Selasa, yang berlanjut ke Semarang keesokan paginya). Aku sudah pesankan ke sintua yang bertugas agar memastikan untuk membicarakan ruas na manjabui untuk partangiangan minggu berikutnya karena untuk tanggal tersebut belum ada yang mem-book.

Aku pikir semuanya berjalan dengan lancar sampai sermon parhalado di Jum’atnya. Walau datang duluan (yang pertama tiba di gereja) aku ‘nggak ikut marsermon, karena hari itu jadwalku adalah melakukan verifikasi Credit Union Modification alias CUM yang sudah dikejar tenggat, September 2013 ini sudah harus selesai untuk dilanjutkan dengan Rapat Pengurus, lalu Rapat Anggota Luar Biasa. Melalui pesan pendek, seorang penatua dari wejk lain meminta kesediaanku untuk berkhotbah di partangiangan wejk mereka yang tentu saja aku tolak karena aku “harus” berkhotbah di partangiangan wejk kami untuk menggantikan inang pandita yang masih cuti bersalin. Jawaban berikutnya membuatku terkejut: “ai so adong partangiangan wejkmuna ala mansohot do, ndang adong na rade manjabui”. Bah! Tentu saja aku kaget, masak ‘nggak ada seorang pun yang bersedia memberikan tumpangan? Wah, wah, wah …

“Sedikitnya kami yang hadir waktu partangiangan wejk kemarin itu, lae. ‘Nggak ada yang mau memberikan rumahnya sebagai tumpangan partangiangan Rabu depan ini. Boha bahenon …”, jawab seorang sintua wejk kami ketika aku tanyakan tentang ketiadaan partangiangan wejk Rabu depan. Wah, aku jadi prihatin, koq sesulit itu ya? Kenapa ‘nggak salah seorang sintua aja yang diminta memberikan tumpangan supaya tetap ada partangiangan wejk? Dua minggu yang lalu ‘nyaris juga ‘nggak ada partangiangan wejk karena warga jemaat yang sudah terjadwal manjabui meminta pengunduran ke minggu berikutnya karena pada hari itu mereka (suami dan isteri) jaga malam di rumah sakit. Kali itu aku langsung bergerak mencari pengganti – dan sudah siap untuk manjabui di rumah kami kalau memang ‘nggak ada yang bersedia – dan puji Tuhan ada saja warga jemaat yang bersedia pada akhirnya.   

Sayang sekali aku pas ‘nggak hadir pada partangiangan wejk Rabu lalu itu sehingga tidak terburu-buru diputuskan mansohot partangiangan wejk, dan sayang juga kenapa sintua langsung menyerah dan tidak ada yang mengambil inisiatif untuk mencari warga jemaat yang bersedia manjabui walaupun ‘nggak hadir saat partangiangan kali itu.

Hal ini menyebabkan ada dua garis merah tua di daftar absensi partangiangan wejk yang selalu aku buat sebagai pertanda dua kali tidak ada partangiangan wejk di tempat kami. Pertama adalah saat menjelang Lebaran di mana diputuskan semua kegiatan pelayanan di gereja ditiadakan selama satu minggu itu. Dan yang kedua adalah Rabu malam ini. Ada perasaan kurang enak di hatiku, namun aku berusaha menenteramkan hatiku dengan mengatakan bahwa kalaupun ‘nggak melayani di partangiangan Wejk Betania karena ketiadaan warga jemaat yang memberikan tumpangan (yang ini yang sangat menyedihkan bagiku!), namun aku tetap melayani di wejk lain sebagai pengkhotbah (ini yang agak menghibur) …   

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s