Bahan Sermon Minggu Judika

Khotbah 06 April 2014 Minggu Judika

Mulak mangolu ala hata ni Debata/Dipahehe Jahowa do hita asa unang mandate

Keinginan Daging atau Roh? Pilihlah Hidup!

Evangelium Yehezkiel 37:1-14 (bahasa Batak Hesekiel)

Kebangkitan Israel

37:1 Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang.

37:2 Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering.

37:3 Lalu Ia berfirman kepadaku: “Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?” Aku menjawab: “Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!”

37:4 Lalu firman-Nya kepadaku: “Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN!

37:5 Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.

37:6 Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.”

37:7 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain.

37:8 Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas.

37:9 Maka firman-Nya kepadaku: “Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali.”

37:10 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar.

37:11 Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang.

37:12 Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel.

37:13 Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya.

37:14 Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN.”

Epistel Roma 8:6-11

8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.

8:9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.

8:10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.

8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Hidup Adalah Pilihan!

Demikianlah salah satu semboyan yang seringkali kita dengar dalam kehidupan kita sehari-hari. Maksudnya – baik dalam konotasi positif, maupun negatif – mengajarkan bahwa apapun yang kita jalani dalam kehidupan ini adalah merupakan pilihan atau kombinasi pilihan yang sudah dilakukan. Tidak mudah memang dalam menjatuhkan pilihan, karena setiap pilihan akan datang dengan konsekuensi dan resiko masing-masing.

Hal yang sama akan menghampiri kita manakala membaca nas perikop Minggu Judika ini, baik Ev maupun Ep; namun pada akhirnya kita diarahkan untuk memilih kehidupan.

Eksegese Nas Perikop

Nas : Yehezkiel 37:1-14

Melalui Roh Kudus Yehezkiel melihat di dalam penglihatan suatu lembah penuh tulang. Tulang-tulang tersebut melambangkan “seluruh kaum Israel” (Yeh 37:11), yaitu Israel dan Yehuda dalam pembuangan, yang harapannya telah punah ketika tersebar di antara orang asing. Allah memerintahkan Yehezkiel untuk bernubuat kepada tulang-tulang itu (Yeh 37:4-6). Tulang-tulang itu kemudian dibangkitkan dalam dua tahap:

  1. suatu pemulihan politis kembali ke negeri itu (ayat Yeh 37:7-8), dan
  2. pemulihan rohani kepada iman (ayat Yeh 37:9-10). Penglihatan ini diberikan untuk meyakinkan para buangan bahwa mereka akan dipulihkan oleh kuasa Allah dan menjadi masyarakat yang hidup di tanah perjanjian lagi kendatipun keadaan mereka sekarang kelihatanya suram (Yeh 37:11-14).

Karena partangiangan wejk kita menjadikan nas Ep sebagai bahan khotbah, maka pembahasannya akan lebih banyak memberikan porsi kepada surat Paulus kepada jemaat Roma, yakni Roma 8:6-11.

Nas : Roma 8:5-14

Paulus menguraikan dua golongan orang: mereka yang hidup menurut daging (tabiat berdosa) dan mereka yang hidup menurut Roh.

  1. Hidup “menurut daging” berarti mengingini, menyenangi, memperhatikan, dan memuaskan keinginan tabiat manusia berdosa. Ini meliputi bukan saja kedursilaan seksual, perzinaan, kebencian, kepentingan diri sendiri, kemarahan, dan sebagainya (Gal 5:19-21), tetapi juga percabulan, pornografi, obat bius, perjudian, mabuk-mabukan,dan lain-lain.
  2. Hidup “menurut Roh” ialah mencari dan tunduk kepada pimpinan dan kemampuan Roh Kudus dan memusatkan pikiran pada hal-hal dari Allah
  3. Mustahil untuk mengikuti hukum daging dan pimpinan Roh pada saat yang bersamaan (Rom 8:7-8Gal 5:17-18). Jikalau seorang gagal melawan keinginan dosa dengan pertolongan Roh dan sebaliknya hidup menurut hukum daging (Rom 8:13), dia menjadi seteru Allah (Rom 8:7Yak 4:4) dan dapat menantikan kematian rohani yang kekal (ayat Rom 8:13). Mereka yang terutama mengasihi dan memperhatikan hal-hal dari Allah dalam hidup ini dapat mengharapkan hidup kekal dan hubungan dengan Allah (Rom 8:10-11,15-16).

Refleksi/Tantangan/Bekal untuk (Warga) Jemaat/Referensi

Tidak mudah, bahkan sangat sulit untuk selalu hidup di dalam Roh dan meninggalkan sama sekali keinginan daging. Tubuh jasmani kita yang sudah sangat dipengaruhi oleh dosa, sangat sulit untuk begitu saja bertransformasi kepada kehidupan yang dikuasai oleh Roh. Butuh penyesuaian dan pembentukan yang terus-menerus agar bisa benar-benar sampai kepada kondisi tersebut. Nah, hal yang sangat sulit tersebut dapat diatasi dengan pertolongan Roh yang ada di dalam diri kita, yakni Roh Kudus.

 Roh Kudus dimiiki oleh setiap orang yang sudah menerima Kristus sebagai juru selamatnya. Dan Dia selalu berada di dalam diri setiap orang tersebut. Oleh sebab itu, kita menolak ajaran yang mengatakan bahwa Roh Kudus harus terlebih dahulu diundang agar datang dalam diri seseorang, ataupun diundang untuk hadir dalam ibadah atau persekutuan. Dengan memilih jalan bersama Roh Kudus, maka kita akan beroleh hidup yang sebenarnya, dan bolehlah pula berharap akan kehidupan kekal yang sangat didambakan oleh setiap orang percaya. Sebagaimana Kristus sudah dibangkitkan dari kematian, orang-orang percaya juga akan mengalami hal yang sama dengan iman pada kebangkitan.

 Karena salah satu fungsi Roh di dalam diri orang percaya adalah sebagai pendorong (sering dianalogikan sebagai “angin” atau “udara”), maka sebagai warga jemaat HKBP Immanuel Kelapa Gading kita sebenarnya punya Roh yang memampukan kita untuk tidak lagi melakukan pelayanan dan mengikuti pelayanan pada tingkatan “sekadar”. Misalnya, sekadar menjadi warga jemaat, sekadar menghadiri ibadah Minggu dan partangiangan wejk, sekadar ikut dalam kegiatan kategorial, bahkan sekadar memberikan persembahan dan persepuluhan. Dan sebagai pelayan jemaat, misalnya sekadar maragenda, sekadar menyampaikan firman, bahkan sekadar marsermon. Jika tidak dilakukan dalam Roh, ada kecenderungan dan bahkan potensi bahwa semua pelayanan yang seolah-olah dilakukan untuk Tuhan tersebut, ternyata pada dasarnya adalah untuk memenuhi kebutuhan daging.

Waspadalah! Pilihlah hidup dalam Roh supaya mendaptkan hidup yang sesungguhnya.

Iklan

One comment on “Bahan Sermon Minggu Judika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s