Ma’afkanlah Aku …

Kawan-kawan,
Aku baru tersadar bahwa terakhir kali menulis di blog ini adalah pada 31 Juli 2014. Hampir setahun aku absen. dengan bulan-bulan sebelumnya “sangat miskin” dengan tulisan. Alasannya? Klise: karena kesibukan. Meskipun itu semua adalah benar. Ketika mengawali, aku berjanji pada diriku sendiri untuk menulis minimal sepuluh tulisan setiap bulannya.

Perpindahanku tugas dari Bandung ke Jakarta memang sangat signifikan dalam banyak hal. Termasuk dalam kehidupanku. Posisiku saat itu di Kantor Pusat yang mengesankan “diparkirkan” sempat juga membuatku tertanya-tanya: ada apa gerangan? Apakah karena kinerjaku tidak cemerlang? (dengan berbagai pertimbangan tanpa bermaksud untuk sekadar membela diri, menurutku kawan-kawanku yang lainnya tidak semua lebih bagus daripadaku). Dan jawaban atasan langsungku juga benar-benar tidak memuaskan ketika aku menanyakan alasan perpindahanku (yang sempat tertunda setahun dan orang yang direncanakan sebagai penggantiku setahun yang lalu sudah menempati posisi yang baru, dan sempat mengeluh karena saat itu “buru-buru” meminta surat pindah sekolah anaknya ke Bandung …): “Ah, ‘nggak usahlah ditanya apa alasannya, bang. Yang aku tahu, Manajemen memintaku untuk memindahkan abang kembali ke Head Office”. Begitu saja. Kayaknya pengambil keputusan tidak punya pertimbangan yang lain yang berhubungan dengan perpindahan setiap karyawan: sekolah anak, rumah tempat tinggal, dan lain-lain.

Bekerja di Kantor Pusat dengan posisi “ecek-ecek” sebenarnya membuatku bisa hidup lebih nyaman. Jabatan yang diberikan kepadaku sebagai Frontliner Sales Capacity Development Manager dengan ruang lingkup tugas yang sangat kecil membuatku punya waktu yang sangat banyak untuk melakukan pekerjaan lainnya. Godaan yang seringkali memancingku untuk dismotivasi seperti bekerja di tempat yang tidak strategis, turun-pangkat, dan lain-lain yang seringkali pula menyiksaku, berusaha aku tepis dengan mengambil porsi yang lebih banyak daripada yang diwajibkan. Sekalian aku juga manfa’atkan dengan belajar akan hal-hal baru dari orang-orang lain yang mengenalku dengan baik (itulah sampai sekarang aku tanamkan pada diri sendiri dan orang-orang di sekitarku: selalulah menjadi orang baik pada semua orang tanpa memandang latar belakangnya) sehingga aku punya akses ke departemen lain.

Beberapa bulan di HO, aku pun ditawari pindah ke West Java Region (WJR), wilayah dengan omset terbesar di seluruh Indonesia . Ini adalah “kantor wilayah” yang meliputi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat, Posisinya sebagai Local Supermarket Manager dengan wilayah tanggung jawab seluas itu, Posisi tersebut punya kekhususan yang hanya berlaku di WJR dengan bertanggung jawab langsung ke Regional Sales Manager (RSM), sementara di wilayah lainnya hanya “sekadar” Local Supermarket Cordinator yang bertanggung jawab langsung ke Sales Promotion Manager (SPM), yang berarti dua level di bawah RSM. “What’s a name”, kata William Shakespeare yang dalam banyak hal aku mengamininya, walaupun didengangdengungkan bahwa posisi itu “sangat khusus”.

Nah, efektif 01 Maret 2015 yang lalu aku dikembalikan ke “lapangan” sebagai Area Sales Manager, jabatan yang sama dengan dulu yang aku tanggung jawabi selama tiga tahun di Bandung. Wilayahnya meliputi Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, Serang, dan Rangkas Bitung.

Dengan posisi yang sekarang ini, aku berjanji untuk kembali aktif menulis. Semoga Tuhan memberikan kebijaksanaan bagiku dalam menjalankan kewajiban dan pelayanan ini. Mohon ma’af untuk ketidakhadiran selama ini.

Salam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s