Andaliman (ANtusias DALam IMAN)

andaliman1

COMING SOON …

Kemarin pagi dalam perjalanan menuju kolam renang, fikiranku terbawa pada resolusi tahun 2009. Setelah mengalami berbagai penantangan – ditambah pada saat berada di kolam renang – akhirnya mengerucut pada satu hal: andaliman. Jangan tanya kemudian yang mana awal dan yang mana yang akhirnya. Inilah yang akan aku sampaikan …

Tahun 2009 aku akan membuat renungan singkat mingguan sesuai Almanak HKBP (yang sayang sekali sampai hari ini belum mendapatkannya; waktu aku tanya ke pelayan tahbisan di jemaat kami, dijawab bahwa memang belum diterima sambil meyakinkanku bahwa aku juga akan menerimanya nanti). Salah seorang kenalan pendeta di jemaat lain mengonfirmasi bahwa mereka telah menerimanya (inilah HKBP, seringkali informasi dan hal-hal lainnya tidak berlaku serentak …) dan mempersilakanku untuk mengambilnya, namun karena perayaan Natal yang sangat sibuk aku juga urung mengambilnya tadi malam. “Alai na gelleng do na adong nuaeng, lae ..“, jawab beliau via SMS. Ya, tak apalah, toh aku juga orang kecil …

Berdasarkan pengalaman bergaul dengan warga jemaat di mana mereka sangat membutuhkan bekal dalam menerima khotbah Minggu maupun pada partangiangan wejk, maka aku akan mencobajelaskan secara ringkas perikop yang dicantumkan dalam Almanak. Epistel dan Evangelium-nya biasanya “bertukar” antara khotbah hari Minggu dengan khotbah partangiangan wejk. Artinya, yang menjadi khotbah pada saat partangiangan wejk adalah perikop Epistel yang pada ibadah Minggu kemudian akan menjadi Evangelium. Demikian pula sebaliknya. (tentang Epistel dan Evangelium ini akan aku sampaikan pada tulisan kemudian …)

Di jemaat kami jadual partangiangan wejk adalah Rabu malam (yang tentu saja bervariasi dengan jemaat lain …), maka aku berkomitmen untuk mem-posting-nya setiap Senin agar semua orang bisa membacanya di awal minggu dimaksud. Itulah yang akan menjadi bekal sebelum partangiangan wejk dan kemudian ditambah khotbah Minggu.

Namanya andaliman. Sebagian besar orang Batak tentulah tahu bumbu masak khas Batak ini. Pada malam Natal yang lalu aku sedikit “komplain” ke ito-ku karena arsik-nya kurang enak karena tidak terlalu terasa andaliman-nya. Artinya, walaupun kecil namun sangat terasa keberadaannya. Kalau tak ada pun, sebenarnya tidak apa-apa (masakan arsik, na niura, atau sangsang tetaplah masakan namanya), namun akan menjadi lebih afdol kalau ada dan bisa dirasakan kehadiran andaliman tersebut.

Begitulah Andaliman ini. Ditulis dengan gaya jurnalistik yang ringan, namun tetap memiliki bobot teologi. Dipersiapkan oleh dan untuk warga jemaat biasa (artinya bukan parhalado partohonan) untuk memperkaya pengetahuan sehingga pada saat partangiangan (yang semakin terasa tuntutan jemaat supaya lebih interaktif = ada tanya jawab, tidak hanya satu arah a la khotbah tradisional) bisa memberikan pandangan dan membuat diskusi menjadi lebih hidup. Nah, pada hari Minggu juga menjadi lebih mantap pada saat mendengar khotbah dari langgatan. Bagi parhalado partohonan, bukan sebagai pengganti sermon. Namun, bisa jugalah dijadikan referensi untuk sermon.

Akronim dari antusias dalam iman, lahirlah Andaliman. Tadi malam dalam resepsi perayaan Natal, salah seorang pelawak Batak memanjangkannya menjadi andalkan iman. Ya, boleh juga, meskipun bukan itu untuk ini. Kenapa antusias? Karena memang itu diperlukan. Dalam menyikapi firman Tuhan dan pengajaran kekristenan, antusias adalah mutlak. Tanpa antusias, semua tidak akan memberikan makna positif.  Namun, semua dilakukan di dalam iman (jadi, bukan sekadar antusias …). Sebagaimana yang disampaikan oleh Marthin Luther adakalanya warga jemaat menanyakan sesuatu yang “sekadar” atau “asal-asalan”. Misalnya pertanyaan:”Apa yang dikerjakan Tuhan sebelum menciptakan langit dan bumi?”; yang kemudian dijawab oleh Luther (karena menyadari pertanyaan “asal-asalan” ini) bahwa pada saat itu Tuhan sedang menciptakan sebuah palu besar untuk memukul kepala manusia yang suka mengajukan pertanyaan “aneh” seperti itu …

Tidak usahlah kita seperti itu, ya …

Harapanku, Andaliman ini akan memainkan peran untuk banyak orang dalam memuaskan sedikit dahaganya akan firman yang pada akhirnya akan mampu mempersaksikan iman dan dapat diandalkan.

Tuhan (pasti) memberkati.

3 comments on “Andaliman (ANtusias DALam IMAN)

  1. Wah, seru amang st. nami he he, hari ini 26 Agustus 2013, pagi sekitar jam 4an lah saya lihat berita di TV RCTI, warga jemaat di HKBP Nomensen Sumut, baku hantam katanya sih, dengan adanya aturan-aturan baru yang dibuat oleh………. sehingga terjadi pro dan kontra……, wah gimana nih HKBP semakintua malah tidak semakin dewasa….., ribut……ribut….ribut dan ribuuuuuuuuut terus

  2. Tolong renungan firman Tuhan untuk di kebaktian wilayah tanggal 11 September 2013 dari Yohanes 3: 31-36 , help me utk segera diluncurkan Amang St. nami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s