Relevansi PEMILU dengan “Kebahagiaan” Calon Anggota Legislatif (Caleg)

election-happiness-080409

Tentulah kita semua paham dengan berita tentang rumah sakit jiwa (RSJ) yang menyediakan tambahan kamar untuk pasien baru sebagai antisipasi lonjakan permintaan paska Pemilu. Bukan hanya untuk yang kalah dan tidak terpilih sebagai anggota DPR/DPRD/DPD, namun yang menang juga (mungkin tidak menduga sama sekali?) yang ternyata belum siap menjadi legislator, perlu juga disiapkan kamar khusus.

 

Diinspirasi oleh berita tersebut, kali ini aku tampilkan grafik sederhana yang menggambarkan hubungan antara PEMILU dengan “kebahagiaan”. Sengaja diberi dengan tanda kutip, karena itu berarti kebahagiaan semu. Artinya, tampilan yang ditunjukkan oleh oknum caleg, bisa yang sebenarnya atau sekadar berpura-pura. Tampilan itu bisa berupa keramahan, suka senyum, suka tertawa, dan lain-lain yang bisa dianggap sebagai ekspresi kebahagiaan.

 

Grafik ini membandingkan antara tampilan ”kebahagiaan” = Level of ”happiness” (sumbu vertikal), dengan waktu = Time (sumbu horizontal), di mana dicantumkan penjelasan pada tanggal-tanggal penting.

 

Yang aku tampilkan adalah dua golongan, yakni yang terpilih jadi legislator (ditandai dengan garis warna hijau) dan yang tidak terpilih (ditandai dengan garis warna merah). Masing-masing juga dibedakan antara yang mengeluarkan modal besar (ditandai dengan garis tebal), dan mengeluarkan modal ala kadarnya (ditandai dengan garis putus-putus).

 

Garis hitam mendatar paling bawah adalah ”rata-rata = akhir Desember 2008”, artinya tampilan kebahagiaan rata-rata atau garis khayal keadaan mereka yang sebenarnya. Segitulah tingkat keramahan mereka yang sebenarnya. Sedangkan garis merah mendatar paling atas ”garis batas atas happiness” = garis khayal batas atas kewarasan. Jadi, kalau sudah di atas ambang batas tersebut, berarti sang caleg sudah mengalami gangguan jiwa serius (karena sudah tertawa melulu kerjaannya seharian …).

 

Ini hanyalah sekadar intermeso untuk dijadikan bahan renungan.  

Selamat memilih besok di Tempat Pemungutan Suara (TPS) !

Tragedi Kemanusiaan di Gaza

gaza-120109

Tulisan ini sengaja aku buat dengan warna kelabu. Sejak serangan pertama tentara Israel ke Palestina pada 28 Desember yang lalu, sampai hari ini belum ada tanda-tanda akan terjadinya perdamaian dengan segera. Resolusi PBB tidak dipenuhi, dan gencatan senjata pun tidak digubris oleh pihak yang bersengketa. Sangat memprihantinkan. Awal tahun ini sepatutnyalah kita berduka untuk tragedi kemanusiaan ini.

 

Aku berharap tragedi ini cepat selesai dan tidak berdampak buruk terhadap nasib bangsa kita yang masih terpuruk (soalnya sudah ada yang mulai merapatkan barisan dan latihan bela diri tenaga dalam untuk persiapan diberangkatkan ke jalur Gaza untuk menghadapi gempuran tank dan lontaran roket …).

Di salah satu lapo dan komunitas orang Batak mungkin ada saja yang ’nyelutuk: ”Molo songon on, ise do tahe sibelaon?” (terjemahan bebasnya: ”Kalo ’gini, siapa sih yang mau dibelain?”)

Ramalan Jitu 2009

Daripada melihat, mendengar, dan membaca (apalagi memercayai!) ramalan-ramalan dari para peramal (ada juga “namboru“, tuh …) untuk tahun 2009, mendingan lihat estimasi yang pasti terjadi (dengan error estimate di bawah 5% …) sebagai hasil penggodokan sebagaimana tercantum dalam tampilan di bawah ini.

Pesan utama dan tunggal: percaya Tuhan aja, deh …

ramalan-jitu-2009

Do’a Penutup Tahun (sekaligus pembuka tahun …)

selamat-tahun-baru1

Hari ini aku mendapat kehormatan untuk memimpin do’a syafaat pada kebaktian akhir tahun. Aku mengatakannya sebagai kehormatan karena secara statistik aku adalah istimewa (1 dari antara kurang lebih 300 orang yang hadir malam ini …), dan kesempatannya juga langka (seumur-umur, baru kali ini aku mendapat kesempatan memimipin do’a syafaat pada kebaktian akhir tahun …).

Aku sudah berupaya, namun waktu yang dibutuhkan masih tidak kurang dari 8 menit. Beginilah konsepnya …

DOA SYAFA’AT UNTUK KEBAKTIAN AKHIR TAHUN

Terima kasih dan puji syukur kami sampaikan kepada-Mu, ya Tuhan, karena berkat kasih dan karunia-Mu yang selalu menyertai kami sepanjang hidup kami. Terima kasih untuk kebaktian tutup tahun ini yang merupakan kesempatan terakhir di tahun ini untuk merayakan betapa besar kasih-Mu bagi kami. Tak lama lagi kami akan segera meninggalkan tahun ini, namun kami percaya kasih setia-Mu tidak akan meninggalkan kami.

Kami berdoa untuk negara dan bangsa kami. Tuhan yang telah menunjuk pemimpin di negeri ini, biarlah Tuhan pakai mereka untuk kemuliaan nama-Mu. Jadilah mereka pemimpin yang takut akan Tuhan, yang hanya melakukan apa yang baik di mata Tuhan. Anak-anak-Mu yang ditempatkan dalam pemerintahan, pakailah mereka menjadi alat untuk kesaksian nama-Mu saja.         

Begitu juga gereja-Mu di seluruh dunia dan HKBP, biarlah menjadi saksi tentang kebesaran Tuhan. Para pemimpin di HKBP juga. Ubahkan hati yang memosisikan diri sebagai penguasa agar berubah menjadi pelayan yang berhati hamba. Dengan kemampuan yang dimiliki saat ini, jangan jadikan mereka sebagai pembawa kami ke dalam pencobaan. Namun biarlah dengan keberadaan saat ini, kami semakin dekat dan semakin yakin akan kemuliaan-Mu.

Kami bawakan jemaat-Mu dan warga jemaat-Mu di sini.

Yang mengalami kehilangan di tahun 2008 ini. Kehilangan orang yang dikasihi. Yang sementara, karena harus berada jauh dari kami. Karena penugasan ataupun konsekuensi lainnya. Kami percaya, Tuhan menjagai mereka. Yang tidak sementara, karena dipanggil Tuhan, kuatkanlah kami menghadapi rasa kehilangan ini, dengan mengimani bahwa semua pada hakekatnya adalah sementara sampai kami juga akan berada bersama-sama dengan Tuhan.

Yang kehilangan materi. Karena kelalaian, diambil si jahat, ataupun karena ketamakan kami, atau hal-hal lainnya. Pakailah rasa kehilangan itu untuk mengingatkan kami bahwa itu semua adalah titipan dari Tuhan dan kami harus selalu siap sedia setiap saat untuk melepaskannya. Tambahkanlah iman kami untuk mengamini bahwa harta yang terindah selalu datangnya dari Tuhan, dan kami hanya menerima yang terbaik yang sesuai dengan kehendak-Mu saja. Ajari kami untuk selalu bersukacita dengan apa yang kami miliki dan setiap keadaan yang kami sedang hadapi, karena kami tahu Tuhan selalu punya rencana terindah bagi kami.

Demikian juga dengan anak-anak kami, titipan Tuhan dalam hidup yang menjadi tanggung jawab kami. Berikan kami kemauan dan kemampuan untuk membesarkan mereka di dalam nama-Mu. Membawa mereka tumbuh dan berkembang, jasmani dan rohani, mental spritual, agar menjadi anak-anak yang takut akan Tuhan. Sebagaimana kami sangat merindukan kehadiran mereka dulu, demikianlah kiranya kerinduan kami untuk yang memberikan yang terbaik dalam hidup mereka.

Bapa, di antara kami ada yang merindukan keturunan. Jangan pernah bosan mendengar teriakan kami, sebagaimana juga kami tidak pernah lelah dan tak putus-putus meminta kepada-Mu. Juga anak-anak yang tidak punya orangtua lagi karena ditinggalkan, jadilah Bapa bagi mereka dan bagi kami yang memang sangat membutuhkan figur seperti-Mu.

Bagi yang merindukan pasangan, kami percaya Tuhan telah menetapkan pasangan yang paling baik bagi setiap orang. Biarlah kami selalu sabar menantikan campur tangan-Mu hingga suatu saat mendapatkan apa yang menjadi dambaan kami yang tentunya haruslah seturut dengan kehendak-Mu.

Yang sedang mencari pekerjaan, ajari kami untuk mengimani bahwa bekerja adalah juga bagian dari ibadah. Oleh sebab itu sangat dibutuhkan kesungguhan dalam meminta agar Tuhan mengarahkan kami mendapatkan pekerjaan yang paling sesuai. Dan Tuhan boleh pakai pekerjaan itu nantinya sebagaimana juga pekerjaan yang ada pada kami saat ini sebagai alat kesaksian bagi nama-Mu. Biarlah yang belum bekerja, yang sudah bekerja, dan yang sudah tidak bekerja, bersama-sama bersaksi tentang Tuhan dalam kehidupan mereka. Demikian juga yang sedang menempuh pendidikan, Tuhan memberikan kecerdasan dalam menerima pengajaran agar semakin berhikmat dalam menjalani kehidupan.

Ah, Tuhan … andaikata kami mampu memutar balik waktu-waktu yang sudah berlalu, kami menduga bahwa kami akan sanggup melakukan yang lebih baik dalam kehidupan kami. Kami akan semakin menyadari bahwa kami semua adalah hamba-Mu yang harus menjadi pelayan-Mu. Di jemaat ini, di lingkungan pekerjaan kami, di lingkungan rumah kami, dan terutama dimulai dari keluarga kami masing-masing. Kami sadar, kami tak sanggup melakukan pemutarbalikan waktu, sebagaimana kami sekarang sadar bahwa waktu satu tahun lagi kembali telah berlalu begitu cepatnya dan kami telah tertinggal jauh. Perselisihan yang kami belum bisa tuntaskan dengan perdamaian, baik dalam keluarga, rekan kerja, dan ataupun yang lainnya. Masih banyak saudara-saudara kami yang terbuang, teraniaya, terjerat kemiskinan, terpinggirkan, patah hati dan terluka, dan kami tidak sanggup meraih mereka dengan kasih-Mu. Ingatkan kami bahwa kami semua adalah pelayan-Mu dalam setiap keberadaan kami. Pelayan tahbisan, non tahbisan, maupun sebagai warga jemaat biasa. Ampunilah kami untuk ketidakmampuan kami, kegagalan kami, ketidakberdayaan kami, melayani-Mu sehingga menyedihkan hati Tuhan.

Ayolah Tuhan, temani kami meninggalkan tahun 2008 ini dan memasuki tahun 2009 dengan antusias di dalam iman untuk optimisme bahwa dengan penyertaan-Mu kami akan sanggup melakukan yang terbaik dalam kehidupan kami. Lebih banyak hal yang mengkhawatirkan yang kami dengar dan lihat belakangan hari ini tentang prediksi tahun 2009. Krisis ekonomi global, Pemilu legislatif dan presiden, pilkada di mana-mana, yang berpotensi menimbulkan gangguan, dan ancaman ketidakstabilan keamanan lainnya. Jangan biarkan kami terjebak oleh ketakutan itu, sehingga kami melupakan bahwa Tuhan juga menyediakan berkat di balik itu semua. Jauhkan kami dari bencana, namun kuatkan kami bila harus menghadapinya sebagaimana juga cobaan lainnya. Apalah krisis bila dibandingkan dengan Kristus. Dan kami bangga memiliki Tuhan seperti Engkau. Mampukan kami menjalani hari-hari yang akan datang, dan hambati dari hal-hal yang jahat terutama untuk melakukan hal-hal yang jahat. Berkati kami untuk setiap pekerjaan kami, dan mampukan kami untuk melakukan yang terbaik pada semua yang Tuhan telah berkati. Resolusi-resolusi kami, antara lain: lebih setia dalam melayani-Mu lebih bersungguh-sungguh, menjadikan firman-Mu setiap hari sebagai yang pertama kami baca, kami dengar, dan kami lihat, serta menjadi saksi Tuhan dalam setiap kesempatan yang tersedia bagi kami; kami bawakan ke dalam tangan-Mu, biarlah Tuhan yang memberikan kemampuan bagi kami untuk mewujudkannya.

Inilah kami anak-anak-Mu. Bentuklah kami seturut dengan kehendak-Mu. Berikan kami kemampuan dan kepekaan mengetahui apa yang menjadi kehendak-Mu, melaksanakannya dengan iman yang sungguh. Biarlah kami taat dan tunduk hanya pada pimpinan Tuhan.

Terima kasih, Bapa. Ampunilah dosa-dosa kami agar tidak menjadi penghalang bagi berkat dan kasih karunia yang Tuhan masih akan berikan lagi kepada kami. Di dalam nama anak-Mu, Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa.

 

Amin.