tanobato ke Manca Negara! Bah, Sudah Empat Tahun Ternyata …

Malam ini sebenarnya sudah lewat jam kerja yang resmi. Sama seperti malam-malam sebelumnya, biasanya aku memang meninggalkan kantor setelah lewat jam delapan. Selain menyenangkan tinggal di rumah kontrakan yang dekat dengan kantor (satu komplek dan satu cluster pula, inilah salah satu berkat yang sangat menyukacitakan bagiku selama tinggal dan bekerja di Bandung ini …), pulang malam adalah konsekuensi lainnya. Jadilah aku menjadi karyawan yang datang paling pagi dan pulang paling malam … Dengan demikian, aku jadi ‘nggak “kaku” dengan jam kerja karena hampir setiap hari bekerja di luar jam kerja yang resmi …

Dan menulis dan mengunggah karya ke blog biasanya aku lakukan setelah lewat jam enam sore. Selalu ada teguran dalam hati bilamana mau mengerjakan hal-hal yang pribadi selama ini ketika masih jam kerja, walau sudah “tidak ada lagi jam kerja”. Aneh, ya? Tapi sudahlah, yang penting aku masih betah dan masih bisa menikmatinya.

Dan malam ini aku pun masih ada di kantor. Hanya office boy yang tinggal, karena memang bermalam di kantor untuk sekalian menjaga kantor. Yang lain, anak buahku sudah pulang. Tadi aku sudah mau pulang (karena sudah mengunggah khotbah Minggu yang terlambat dari jadual kebiasaanku yang cenderung paling lambat Selasa sudah muncul di blog …), tapi karena mak Auli dan Auli masih menemani tamu keluarga kami dari Medan jalan-jalan di factory outlet di jalan Riau, maka aku pun meneruskan tetap tinggal di kantor. Menunggu jemputan karena hari ini aku mau bawa dua unit notebook-ku pulang ke rumah karena Kamis besok adalah libur umum (Tahun Baru Hijriyah), suatu kebiasaan yang belakangan ini aku lakukan manakala besoknya adalah hari libur umum.

Iseng-iseng aku lihat profilku. Dan terpana manakala melihat lumayan banyak bendera negara-negara yang muncul di layar. Ternyata blog tanobato ini dibaca oleh orang-orang di manca negara. Siapapun mereka itu – latar belakang dan motifnya – aku patut bersyukur karena sekat geografis dan kenegaraan tidak jadi membatasi penikmat blog yang sangat sederhana ini. Jumlah pengunjung juga semakin meningkat dari hari ke hari. Biasanya mendadak melonjak karena ada event khusus (Sinode Godang, misalnya …), tapi hari-hari biasa ternyata pernah juga jadi “hari tersibuk” di blog – yang sekali lagi – sangat sederhana ini. 

Terpujilah Tuhan untuk itu semua. Bukan aku, melainkan hanya nama-Nya semata yang (layak) dipermuliakan!

Ya, Tuhan … tiba-tiba aku teringat bahwa bulan November ini adalah hari ulang tahun tanobato ini. Tak terasa sudah empat tahun aku dengan setia berkarya melalui media yang sangat sederhana ini. Tak ada hal lain yang aku dapat sampaikan, kecuali dengan tulus ikhlas berterima kasih untuk kesetiaan semua orang yang telah berkunjung dan masih akan berkunjung ke blog ini. Selain itu, aku juga mohon ma’af dengan sangat tulus untuk ketidaknyamanan dan kesalahan yang telah aku perbuat yang pasti telah melukai hati Anda, kawan-kawanku sekalian …

Tuhan memberkati …

By tanobato Posted in Umum

Tampilan Baru yang Lebih Semangat dan Menyemangati …

Dipicu oleh tampilan yang mulai ‘nggak enak dipandang mata –  utamanya daftar Halaman dengan bertambahnya BETA yang membuatnya “sesak” – dan tersedianya waktu yang rada lowong, maka hari ini aku mengubah tampilan blog yang sangat sederhana ini menjadi lebih “hidup”. Diilhami dengan semangat kebangsaan (yang sejak lama aku yakini sebagai salah satu modal dasar untuk kemajuan bangsa) saat memperingati HUT Proklamasi Kemedekaan yang lalu dan ada koleksi foto yang bagus yang aku punya yang relevan, maka jadilah demikian … seperti yang bisa kita lihat bersama sejak hari ini.

Setelah setia hadir rutin sejak empat tahun yang lalu – ‘nggak terasa ternyata blog ini lumayan lama juga berjuang untuk selalu hadir dengan setia (pada idealisme yang menjunjung tinggi kebenaran yang tidak memihak, bahkan kepada diri sendiri …) baru kali ini aku melakukan perubaham tampilannya. Masih mengandalkan sumber daya yang ada saat ini, sih.

Harapanku, dengan tampilan yang baru akan memberikan semangat yang baru untuk menjadi lebih baik. Kiranya Tuhan masih selalu setia mendampingi untuk kemuliaan nama-Nya semata, bukan kemuliaanku yang tidak ada apa-apanya ini.

Salam.   

By tanobato Posted in Umum

Facebook Berbahasa Batak

Bukan anti-Barat, dan bukan pula tidak suka dengan bahasa Inggeris. Apalagi karena tidak mampu berbahasa Inggeris dengan baik. Bukan, bukan karena itu. Meskipun tidak terlalu bagus, namun kebiasaan berkomunikasi dalam bahasa Inggeris dalam pekerjaan sehari-hari (namanya juga perusahaan asing …) memaksaku untuk selalu berusaha meningkatkan kemampuan berbahasa Inggeris. Aku juga banyak mengagumi hal-hal yang datang dari Barat, sebagaimana juga tidak menyukai hal-hal yang tidak pantas yang datang dari Barat.

Namun – entah kenapa – aku “risih” kalau orang-orang menuliskan pesan di facebook dalam bahasa Inggeris. Karena memang ditujukan untuk orang-orang “domestik”, seringkali penggunaannya juga tidak tepat.

Lantas, Koq Berbahasa Batak?

Dengan latar belakangku – sudah Batak … (puji Tuhan) Kristen pula – aku ingin berbagi hal-hal yang menarik perhatianku yang layak untuk dibagikan kepada orang-orang lain. Sekali lagi, karena latar belakangku tadi, tentu saja yang banyak aku bagikan adalah pengalaman berlatar belakang budaya Batak dan gereja. Tentu saja, ada kalanya sensitif bagi “orang-orang luar” …

Selain itu, aku ingin melestarikan bahasa Batak (supaya jangan punah?). Walau harus aku akui kemampuanku masih sangat mendasar – bahkan membaca Bibel pun aku masih seringkali harus dibarengi dengan membaca Alkitab pada saat yang bersamaan – tapi aku selalu berusaha mencari padanan kata yang mau aku tulis dalam bahasa Batak. Itulah sebabnya dalam setiap tulisanku di facebook sangat sedikit kata yang bukan bahasa Batak.

Pernah sekali ada yang “nylonong” alias ikut nimbrung yang bukan “orang kita”, yakni seorang sahabat penaku ketika masih SMP dari Yogyakarta.  Walau tidak mengerti – saat itu aku membicarakan tentang Yesus, apakah saat lahir ada yang menanyakan “mirip siapa wajah-Nya?” sebagaimana yang terjadi pada setiap kelahiran bayi masa kini – karena ditanyakannya sehingga membuatku menerjemahkannya. Agak “kikuk” juga untuk menjelaskannya bagi bu dokter tersebut yang Jawa dan berlatar belakang Muhammadyah pula, namun akhirnya aku lega juga dan menganggapnya sebagai bagian dari kesaksian juga …

Ada juga yang memberi komentar dalam bahasa Inggeris. Yang ini tentu saja aku jawab dengan bahasa Inggeris sebagus yang aku mampu … Selain menunjukkan bahwa aku bukan sektarian, apalagi bagai katak di bawah tempurung, menjawab dengan bahasa Inggeris sebagian merupakan pamer kemampuan juga. Kapan lagi bisa sok-sokan dan unjuk gigi, he … he … he …

Dalam perjalanannya, ada beberapa orang yang mulai ikut membuat up-date statusnya dalam bahasa Batak. Tentu tidak sebagus bahasa Batakku (he … he … he … ‘nyombong lagi, nih …), tapi tetap lebih baik menurutku. Dan aku bangga dibuatnya. Dan aku tidak berani mengklaim itu gara-gara facebook-ku yang berbahasa Batak. Tidak! Karena kebetulan? Tidak juga! Aku tidak pernah percaya dengan yang namanya kebetulan. Jadi, karena apa?

By tanobato Posted in Umum